Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > Jalan Gubeng Surabaya ambles delapan meter

Jalan Gubeng Surabaya ambles delapan meter

Tanah amblas sekitar delapan meter di Jalan Gubeng Surabaya. (tirto)

MIMBAR-RAKYAT.com (Surabaya) – Jalan Gubeng Surabaya, tepatnya di sekitar RS Siloam arah Jalan Sumatera, Selasa malam, mendadak ambles sedalam sekitar delapan meter dengan panjang 25 meter.

“Benar ada jalan ambles di sekitar RS Siloam,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya Eddy Christijanto di Surabaya, Selasa.

Namun demikian, kata dia, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa atas amblesnya Jalan Gubeng.

Eddy mengaku belum bisa memastikan penyebab amblesnya Jalan Gubeng tersebut.

“Ini kami masih ngecek. Untuk saat ini kami belum bisa memberikan keterangan,” katanya.

Pihaknya menduga amblesnya jalan itu dikarenakan adanya pembangunan di dekat jalan tersebut.

“Di sekitar itu ada pembangunan basement. Kemungkinan cara mengeruknya dengan menggunakan semprotan air sampai dalam sehingga membuat jalan ambles,” katanya.

Untuk saat ini, kata dia, pihaknya bersama pihak terkait seperti Satlantas Poltestabes Surabaya dan Dinas Perhubungan Surabaya masih melakukan penjagaan di area tersebut.

“Untuk sementara arus lalu lintas dialihkan ke jalan lain,” ujarnya.

Salah konstruksi

Pemerintah Kota Surabaya menyatakan kejadian amblesnya Jalan Raya Gubeng itu akibat kesalahan konstruksi dari pengerjaan proyek basement lantai tiga Rumah Sakit Siloam.

“Tadi pagi, saya cek ke lokasi ternyata itu kesalahan konstruksi pembangunan basement RS Siloam tiga lantai,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rabu.

Menurut dia, permasalahan amblesnya jalan Raya Gubeng adalah disebabkan collapse atau runtuhnya tembok penahan tanah pada proyek pembangunan basement gedung RS Siloam.

“Kalau melihat bentuk keruntuhan tembok penahan tanah yang ada karena disebabkan pentahapan pelaksanaannya tidak mengikuti prosedur,” katanya.

Eri mengatakan konstruksi tembok penahan tanah terbuat dari konstruksi Soldier Pile (bored piled beton) yang dipasang berjajar dengan kedalaman tertentu, dan dibantu dengan ground angker dan bentonite.

“Jadi konstruksi tembok penahan tanah ini yang ambrol tidak mampu menahan beban lateral dari Jalan Raya Gubeng sehingga mengenai jalan raya,” katanya.

Saat ditanya soal perizinan, dilansir antaranews, Eri mengatakan secara perizinan tidak ada masalah karena sudah dilakukan dengan benar, namun secara pelaksanaan pengerjaan proyek yang tidak benar cara pengerjaaan.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya bersama kontraktor dari PT. Nusa Kontsruksi Enjiniring (NKE) dan tim ahli bangunan yang didatangkan Pemkot Surabaya akan mengecek lagi ke lokasi untuk memastikan secara detail penyebab amblesnya Jalan Raya Gubeng.

“Secara garis besar itu kesalahan konstruksi. Tapi kami akan mendetailkan persoalan itu bersama tim ahli dan pihak kontraktor,” katanya.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru