Tuesday, September 17, 2019
Home > Berita > Jakarta-Surabaya, Pemudik dan Pebalik Lebaran Dimanjakan Gerbong Kereta Api Mewah

Jakarta-Surabaya, Pemudik dan Pebalik Lebaran Dimanjakan Gerbong Kereta Api Mewah

Gerbong kereta api mewah Jakarta-Surabaya. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Surabaya) – Gerbong kereta api mewah dioperasikan selama mudik dan balik Lebaran. Penumpang berkantong tebal dimanjakan dengan berbagai fasilitas mewah.

Tiket kereta api kelas pertama jenis Sleeper (Sleeper Train) ini habis dipesan pemudik dan pebalik. Dalam satu gerbong kereta api mewah ini hanya tersedia 18 kursi, yang dibandrol dengan harga Rp 900 ribu per kursi selama satu bulan promo.

“Tiket perjalanan pertama habis,” kata Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam kereta mewah ini, penumpang dimanjakan dengan berbagai fasilitas seperti TV 21 inch, lampu baca, kursi yang bisa direbahkan 170 derajat, termasuk makan dan minum gratis.

“Ini masih promo satu kereta hanya 18 sit yang bisa tidur. Dalam kesempatan ini kita memberikan fasilitas untuk keseluruhan makan minum semua gratis sekaligus fasilitas televisi charger,” kata Edi, belum lama ini.

Kereta Sleeper ini, baru ada empat gerbong secara terpisah, setiap gerbong akan dijadikan satu rangkaian dengan Kereta Argo Bromo Anggrek. Dua kereta Sleeper berangkat dari Stasiun Surabaya Pasarturi menuju Stasiun Gambir, dua kereta disiapkan untuk arah sebaliknya.

“Yang pasti bahwa kita hanya menyediakan empat kereta, perjalananya dua dari sini dan dua Surabaya. Ini kita akan tes market apakah masyarakat menghendaki ini kalau memang permintaannya banyak bisa ditambah,” ucap Edi.

Empat kereta Sleeper merupakan produksi PT. Inka. Dengan adanya kereta Sleeper pelanggan angkutan massal diberi banyak pilihan ketika hendak menempuh perjalanan dengan kereta.

Saat ini, KAI baru menyediakan empat gerbong, relasi Stasiun Gambir menuju Stasiun Surabaya Pasarturi dua gerbong dan relasi sebaliknya dua gerbong. Kereta jenis Sleeper ini menjadi satu rangkaian dengan Kereta Api Argo Anggrek yang berada tepat dibelakang lokomotif.

Poskotanews.com sempat menjajal fasilitas kereta mewah dengan gerbong berlapis stainless tersebut. Ketika masuk, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan interior bernuansa cokelat. Ada delapan belas kursi disiapkan dalam gerbong dengan harga promo selama sebulan Rp 900 ribu per kursi.

Model tempat duduk pun berbeda dengan kereta pada umumnya, di sini pelanggan serasa memiliki ruang pribadi bersekat, dengan berbagai fasilitas yang bisa dinikmati, seperti kursi yang bisa direbahkan 170 derajat secara elektrik, sandaran kaki elektrik, TV 12 inchi, charger handphone, bantal, selimut, tempat sampah, lampu baca dan beberapa fasilitas lainnya.

Di sebelah kanan bangku, terdapat enam tombol dengan fungsi berbeda, tombol pertama untuk menaikkan sandaran kaki dan mengembalikan seperti semula, tombol dua remot TV manual, tombol tiga power, tombol merebahkan dan mendirikan kursi, tombol lampu baca, dan tombol untuk mengembalikan semua fasilitas secara otomatis.

Disebutkan terdapat fasilitas headset, coat hanger dan majalah untuk pelanggan. Namun, saat poskotanews meninjau fasilitas tersebut, tidak semua tersedia. Sementara untuk menonton televisi, penumpang harus memakai head sheat.

Disudut pintu depan terdapat sebuah toilet, yang secara global tidak jauh berbeda dengan toilet pada umumnya. Terdapat wastafel, tempat sampah, kaca, lemari kecil, dan toilet duduk di dalamnya.

Selain itu, ketika kereta bergerak dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Gambir, suspensi kereta masih bisa dibilang belum maksimal lantaran masih terasa hentakan ketika roda melintas diatas sambungan rel, sama saja ketika kita menaiki kereta commuter line.

Yang lebih disayangkan, ketika salah satu penumpang hendak menggunakan fasilitas kursi ternyata tidak bisa dioperasikan. Bahkan dua mekanik sempat mengotak-atik, tapi hingga kereta dijalankan kursi masih mengalami kendala. Penumpang pria itu pun sempat mengeluh karena posisi kursi dalam keadaan merebah dan tidak bisa dinormalkan.

“Iya nih mas tombolnya nggak bisa, tau-tau gini aja,” kata pria yang duduk dibangku 2A. Sementara Direktur Utama PT. KAI, Edi Sukmoro mengatakan permasalahan itu bisa diatasi oleh petugas mekanik.

“Oh biar teknisi ke sini ditarik. Makanya biar teknisi yang benerin,” kata dia disebelah bangku yang mengalami kendala. Padahal sebelumnya dua mekanik telah datang mencoba memperbaiki.

Sementara Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin menjelaskan, untuk mengantisipasi gangguan telah disiagakan dua mekanik dalam gerbong mengikuti perjalanan kereta. “Nanti akan dibenerin. Itu ada mekanik dua dari PT. Inka, sementara dari Inka dulu mekaniknya,” katanya kepada wartawan.

Mengenai tidak adanya head sheat, selimut, coat hanger dan majalah menurut Agus karena disingkirkan dulu oleh petugas karena sedang banyak media yang meliput dalam kereta. “Ada kok (head), masa nggak ada. Nanti di cek, mungkin diberesin dulu tadi,” kata Agus.

KAI pun belum bisa menentukan harga normal setelah masa promo berakhir. Mereka masih melihat minat penumpang, jika banyak peminat kemungkinan mereka akan menambah jumlah kereta Sleeper. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru