Thursday, November 21, 2019
Home > Berita > Jakarta Dikepung Banjir, Pemprov Lakukan Evaluasi Penanggulangan

Jakarta Dikepung Banjir, Pemprov Lakukan Evaluasi Penanggulangan

Banjir di Jakarta. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Jakarta dikepung banjir, Pemprov DKI segera melakukan evaluasi penanggulan. Gubernur Anies Baswedan mengaku bertanggungjawab penuh atas kepungan banjir pada Senin (12/12).

Anies mengklaim sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi musim penghujan seperti dengan menggelar apel siaga beberapa waktu lalu. Namun karena beberapa kecerobohan, banjir masih terjadi.

“Jadi ketika kejadian kemarin saya tau ini tanggungjawab saya. Karena dari sisi persiapan kita sudah lakukan tapi kalau ada satu aja yang ceroboh, dua yang ceroboh muncul masalah,” katanya di Balaikota DKI, Selasa (12/12).

Anies mengatakan banjir di Jakarta kemarin menjadi bahan evaluasi untuk Pemprov DKI Jakarta dalam kesiagaan menghadapi dampak musim penghujan. Termasuk juga dengan kesiapan mesin-mesin pompa air. Pasalnya Anies menemukan banjir di underpass Dukuh Atas karena mesin pompa yang tidak berfungsi.

“Jadi meskipun ada seratus lima puluh rumah pompa ada satu rumah pompa aja yang ada masalah maka ya itulah yang akan menjadi problem. Karena kita harus bebas masalah. Dan itu bisa dihindari jika kita semua jalankan dengan konsisten,” tandas Anies.

Sebelumnya, hujan yang turun sejak pukul 14:00 Senin membuat Jakarta dikepung banjir. Tidak hanya di kawasan Dukuh Atas tetapi jalan protokol seperti Jalan Thamrin, Jakarta Pusat juga tergenang.

Bahkan kawasan Bundaran HI yang notabene etalase kota Jakarta ikut tergenang. Akibatnya arus lalulintas macet total baik dari arah utara ke selatan maupun sebaliknya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai ada ketidaksigapan baik dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun warga dalam menghadapi musim dengan intensitas hujan yang tinggi.

“Kemarin kelihatan ketidaksegiapan semua ya. Bukan hanya masyarakat, tapi pemerintah juga ikut bertanggung jawab,” katanya di Balaikota.

Sandi menganggap, penanganan banjir yang dilakukan masih dengan kebijakan lama yakni hanya berkonsentrasi dengan mengalirkan air secepatnya ke laut melalui sungai.

Karenanya Sandi mendorong untuk memperbanyak sumur-sumur resapan agar dengan cepat menampung air hujan di dalam tanah. Politisi Partai Gerindra itu telah meminta kajian dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia.

”Jadi, harus ada sumur-sumur yang besar sekali, sekitar 30 sentimeter diameternya. Kalau kita lihat jumlah air yang segitu banyak bisa disimpen di bawah tanah, kita punya akuifer, akuaduk,” jelasnya.

Sandi mengungkapkan proyek percontohan sumur resapan tersebut ada di Mesjid Al Barkah di Cipete, Jakarta Selatan. Dikatakan Sandi, sumur resapan dapat menampung 8.000 liter. Karenanya, Sandi ingin agar sumur resapan dapat dibuat di titik-titik rawan banjir.

“Nah kalau itu bisa dibikin di 238 titik yang menjadi rawan sekali genangan itu yang sebenarnya bisa membantu sih,” tandasnya. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru