Saturday, April 04, 2020
Home > Berita > Inilah gejala gangguan ginjal pada anak

Inilah gejala gangguan ginjal pada anak

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarata)  – Ternyata anak-anak pun tidak luput dari penyakit ginjal dan orang tua harus mengetahui bagaimana gejala penyakit itu pada anak.

Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A (K) menyebutkan , bila sudah mengetahui gejalanya, maka orangtua harus curiga dan segera membawanya ke rumah sakit.

“Tubuh mengalami pembengkakan. Mata dan kaki bengkak. Bengkak itu simetris antara bagian kanan dan kiri,” jelas dr. Eka pada acara “Kenali Gangguan Ginjal pada Anak” di Jakarta, Selasa.

Staf Divisi Nefrologi – Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM itu juga mengatakan, gejala lain adanya darah dalam urin, baik makroskopik (kasat mata) atau mikroskopik (tidak kasat mata), yang disebut hematuria.

“Terjadi peningkatan jumlah leukosit (sel darah putih) pada urin. Ini menandakan   adanya infeksi,” imbuh dr. Eka.

Dokter anak yang berpraktik di RS Premier Bintaro ini menambahkan, terjadi pula apa yang disebut proteinura, peningkatan pengeluaran protein melalui urin. Selain itu, terjadi penurunan produksi urin atau oliguria.

“Anak mengalami hipertensi. Namun yang patut diperhatikan adalah anak tetap diberikan obat agar mencapai nilai normal. Dan obat hipertensi tidak merusak ginjal,” imbuh dr. Eka.

Dampak gangguan ginjal, sambungnya, adalah anak mengalami gangguan pertumbuhan, pucat, kelainan tulang, sesak, dan demam berulang.

“Pasien diharapkan datang lebih awal untuk mencegah anak menjadi gagal ginjal sehingga membutuhkan cuci darah. Lakukan pemeriksaan laboratorium, seperti darah lengkap, ureum, elektrolit, profil lipid, dan urin lengkap. Kemudian, pencitraan, yakni USG, CT-Scan, dan MRI, juga biopsi ginjal,” kata dr. Eka.

Usia tiga bulan

dr Eka Laksmi Hidayati, Sp.A (K) sebelumnya mengatakan, ia mendapatkan pasien gangguan ginjal pada anak berusia tiga bulan.

Kasus di Indonesia, sambung dr. Eka, berdasarkan data dari 14 RS Pendidikan dengan Konsultan Nefrologi Anak tahun 2017 adalah 212 anak mengalami gagal ginjal dan menjalani terapi pengganti ginjal. Angka kematiannya mencapai 23,6 persen.

“Sedangkan insiden gangguan ginjal tahun 2007-2009 di RSCM adalah 150 anak mengalami gangguan ginjal kronik,” kata Eka.

Ia mengatakan,“Penanganan ginjal dengan transplantasi ginjal di RSCM tahun 2017 hingga 2018 adalah 12 pasien, 11 pasien ditangani di RSCM dan 1 di RS Saiful Anwar Malang. Delapan dari living related donor dan empat dari living unrelated donor.”

Dokter Eka menyebutkan, penyebab terbanyak penyakit itu adalah sindrom nefrotik resisten steroid (16 persen), glomerulonefritis (14,6 persen), gangguan ginjal kronik dengan sebab tidak jelas (13,2 persen), dan hipoplasia/displasia kongenital (12,3 persen).

“Di dunia, insiden pada anak yang menjalani opname di rumah sakit sekitar 33,7 persen dengan angka kematian sebesar 13,8 persen,” katanya.

“Sementara itu, gangguan ginjal kronik merujuk pada kasus di Amerika Serikat, terdapat 9.800 anak yang mengalami gangguan ginjal kronik tahun 2017 dan 1.399 mengalami gagal ginjal pada 2015. Sedangkan, insiden di Eropa sekitar 11-12 kasus per tahun per 1 juta anak dengan prevalensi 55-60 kasus  per satu juta anak,” ujar dokter anak yang berpraktik di RS Premier Bintaro.

Ginjal, menurut dia, berfungsi sebagai pembuangan (ekskresi) zat sisa metabolisme, seperti urea, kreatinin, asam urat, bilirubin, dan lain sebagainya.

“Ginjal juga berfungsi membentuk sel darah merah, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, tingkat asam (pH) darah, dan tekanan darah. Selain itu, ginjal juga berfungsi membentuk glukosa kalsitriol (bentuk vitamin D) yang penting untuk metabolisme kalsium dan fosfat,” ujarnya seperti dilansir antaranews.

Gangguan ginjal sendiri, sambung dr. Eka, dibedakan menjadi dua, yakni gangguan ginjal akut, timbul mendadak dalam waktu singkat. Kemudian, gangguan ginjal kronik, gangguan pada struktur atau fungsi ginjal selama lebih dari tiga bulan.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru