Wednesday, March 20, 2019
Home > Cerita > Inikah Kita, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Inikah Kita, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

kaki yang telanjang, hitam

naik ke kursi dengan lutut berdiri

tak peduli orang di sebelah risih

cuek bebek, acuh

tangan sibuk memainkan hp

serius tak peduli sekitar

antre menunggu panggilan

menjadikan banyak orang jutek

memperlihatkan aslinya

termasuk yang tampil kampungan

 

lalu lihatlah ke sekitar

anak-anak, remaja berlarian

atau saat naik kendaraan

entengnya berucap serampangan

kata bodoh, goblok, anjing

sumpah serapah menyemburat

tak terlihat risih, malah tertawa

ucapan jorok dianggap biasa

seragam sekolah tak pengaruh

inikah para penerus bangsa

 

kemana sopan santun yang dulu

yang menonjol pada anak bangsa

dimana budi pekerti yang terpuji

yang melekat pada diri pendahulu

apakah adab bangsa telah berubah

yang salah dianggap benar

kebenaran dinilai ketinggalan zaman

 

lihat pula di jalan raya

semua berlomba jadi raja jalanan

menyodok ke kiri, menghentak

menikung tajam, tak peduli

yang lain berteriak, berang

itu bukan halangan, masa bodoh

genangan air bukan halangan

pedal gas malah ditancap, ngebut

meski banyak orang kecipratan

basah oleh air kotor, dongkol

 

tak sedikit yang selonong boy

tabrak sana tabrak sini

tak ada kata permisi, maaf

yang salah malam marah

yang waras mengusap dada

inikah anak bangsa zaman now

tak butuh pelajaran budi pekerti

 

inikah kita

yang mudah emosi, memaki

menganggap diri paling benar

merasa jadi penguasa jagad raya

yang lain bukan siapa-siapa

inikah pertanda dunia sudah renta

menunggu kehancuran

hancur pada akhir masa, kiamat

 

Jakarta 050319

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru