Wednesday, January 22, 2020
Home > Berita > Indonesia Turut Belasungkawa atas Berpulangnya Raja Bhumibol Adulyadej

Indonesia Turut Belasungkawa atas Berpulangnya Raja Bhumibol Adulyadej

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej sudah tiada.

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Pemerintah Indonesia menyampaikan ucapan belasungkawa atas berpulangnya Raja Thailand, Raja Bhumibol Adulyadej, di Bangkok, Kamis, 13 Oktober 2016.

“Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Yang Mulia Raja Thailand Raja Bhumibol Adulyadej,” demikian pernyataan pers Kementerian Luar Negeri yang disampaikan kepada media di Jakarta, Jumat.

“Indonesia mendoakan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Penyayang memberikan kedamaian kepada Raja Bhumibol Adulyadejserta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada seluruh keluarga kerajaan dalam menghadapi duka ini,” bunyi pernyataan pers tersebut.

Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa ASEAN dan dunia akan merasa kehilangan dengan berpulangnya Raja Bhumibol Adulyadej yang sangat dihormati dan dicintai rakyatnya.

“Thailand merupakan Saudara Indonesia di ASEAN,” ujar pihak Kementerian Luar Negeri.

Pemerintah Indonesia memandang Raja Bhumibol Adulyadejdari dari Dinasti Chakri sebagai negarawan yang dekat dengan rakyatnya, yang telah membawa persatuan, pembaharuan dan kesejahteraan bagi rakyat Thailand.

Raja Bhumibol Adulyadej sebagai penguasa terlama kerajaan di dunia, yang meninggal dalam ketenangan, Kamis, memiliki reputasi memulihkan pengaruh keluarga kerajaan Thailand selama 70 tahun bertahta dan mengabdi kepada rakyat.

Bagi sebagian besar dari 68 juta rakyat negara itu, Raja –yang menjadi pilar stabilitas perubahan dalam waktu cepat– menggalakkan industrialisasi selama memerintah, namun juga menyaksikan demokrasi parlementer diselingi 10 kudeta militer, yang terkini terjadi pada Mei 2014.

Raja Bhumibol yang juga bergelar Rama IX, naik tahta pada 9 Juni 1946, dipandang sebagai kekuatan pemersatu dan sejak lama memperhatikan ketegangan politik, yang memecah-belah Thailand pada dasawarsa lalu, dan dikhawatirkan memburuk setelah kematiannya.  (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru