Sunday, April 05, 2020
Home > Berita > Indonesia “Surga” Bagi Rayap

Indonesia “Surga” Bagi Rayap

Perang melawan rayap (detik.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Rayap amat meresahkan bagi sebagian orang yang kawasan atau rumahnya diserang hewan kecil itu dan serangan rayap ternyata semakin meluas dari waktu ke waktu sehingga kalangan ahli menyebut Indonesia merupakan “surga” bagi rayap.

Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Dodi Nandika menyatakan, terdapat 45 kota atau daerah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang dilaporkan menjadi wilayah hidup rayap.

Ia mengatakan, hampir seluruh pulau besar di Nusantara tercatat sebagai habitat rayap dan serangga tersebut bukan hanya hidup di dataran rendah, tetapi juga di dataran tinggi.

“Oleh karena itu, dapat dikatakan Indonesia merupakan wilayah sebaran rayap terluas dunia. Indonesia adalah surga tempat hidup rayap,” kata Dodi dalam orasi Ilmiah baru-baru ini di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga seperti dicantumkan dalam laman resmi IPB.

Dodi menjelaskan, kondisi iklim dan tanah termasuk banyaknya ragam spesies tumbuhan di Indonesia sangat mendukung kehidupan rayap.

Hampir 49 persen luas daratan Indonesia merupakan kawasan hutan yang merupakan habitat alami rayap. Indonesia memiliki 300 spesies rayap, sekitar 13 persen dari kekayaan spesies rayap di dunia.

Sepuluh kota di Indonesia, yakni Sabang, Banda Aceh, Serang, Pandeglang, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, Bogor dan Semarang secara kumulatif telah ditemukan enam spesies rayap tanah yaitu Coptotermes curvignathus, Microtermes insperatus, Macrotermes gilvus, Capritermes mohri, Odontotermes javanicus dan Schedorhinotermes javanicus.

“Yang mengkhawatirkan adalah di sembilan dari sepuluh kota tersebut terdapat spesies rayap tanah yang selama ini dikenal sebagai spesies rayap yang paling agresif dalam merusak kayu dan bangunan gedung di Indonesia yaitu C. Curvignathus,” ujarnya.

Hasil riset tim IPB menyatakan, di Provinsi DKI Jakarta terdapat empat spesies rayap yakni C. Curvignathus, Microtermes insperatus, Macrotermes gilvus, Capritermes mohri. Keragaman spesies rayap yang paling tinggi terjadi di Jakarta Timur.

Menurut peta bahaya rayap di Jakarta, ada enam kecamatan di Provinsi DKI Jakarta yang tergolong ke dalam Kelas Bahaya I, enam kecamatan lain tergolong ke dalam Kelas Bahaya II dan ada satu kecamatan yang tergolong Kelas Bahaya III.

Kelas Bahaya I merupakan wilayah yang sangat rawan terhadap serangan rayap pada bangunan gedung. Kelas Bahaya II merupakan wilayah yang cukup rawan terhadap serangan rayap pada bangunan gedung, dan Kelas Bahaya III merupakan wilayah dengan kemungkinan ancaman bahaya rayap pada gedung yang tergolong rendah.

“Pesanggrahan, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Kramat Jati dan Ciracas masuk Kelas I. Pancoran, Duren Sawit, Jatinegara, Palmerah, Kalideres dan Kembangan masuk kelas II, dan Cengkareng masuk kelas III,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi tingginya risiko serangan rayap pada bangunan gedung di Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2013 Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pedoman penanggulangan bahaya serangan rayap pada bangunan gedung milik Pemprov.

Isi Pergub itu tentang kewajiban para pengelola gedung milik Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pengendalian serangan rayap, baik pada gedung yang telah berdiri maupun pada gedung yang akan dibangun.

Prof. Dodi memberikan materi tentang peta bahaya rayap di Jakarta. Dijelaskan, terdapat beberapa daerah di Jakarta yang termasuk dalam daerah dengan ancaman serangan rayap yang tinggi. Daerah tersebut antara lain Ciracas, Kramat Jati, Pasar Minggu, Kebayoran Lama serta Cilincing.

“Pada tahun 2015, dugaan kerugian ekonomis akibat serangan rayap pada bangunan rumah di Indonesia sebesar 8,68 triliun rupiah, sedangkan pada rumah dan bangunan gedung lainnya sebesar 10 triliun rupiah,” tambah Dodi.

Serangan rayap ternyatan semakin meluas dan bila hal ini tidak cepat diantisipasi atau dicegah, bukan tidak mungkin Jakarta akan disebut sebagai “Kota Rayap”. (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru