Monday, October 21, 2019
Home > Berita > Indonesia Ikuti Pameran Alusista DIMDEX 2016 di Qatar

Indonesia Ikuti Pameran Alusista DIMDEX 2016 di Qatar

Pameran alutsista di Qatar, dihadiri petinggi dari Indonesia. (bh)

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha. Qatar) – “Perkembangan Alusista pada Dimdex 2016 sangat menarik untuk dipantau,” kata Laksda TNI Herry Setianegara ketika menghadiri pameran ke-5 Doha International Maritime Defence & Conference (DIMDEX) pada 29-31 Maret 2016. 

Selain Dubes RI Doha, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, delegasi TNI yang diundang DIMDEX antara lain Laksma TNI Rudwin Thalib (Pati Sahli KASAL), Kolonel Inf Drajad Brima Yoga (Athan KBRI Riyadh) dan Mayor Laut Dafris D. Syahruddin (Asathan KBRI Riyadh) dan PF Politik KBRI Doha.  

Pameran yang dibuka oleh Emir  Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani  dihadiri 58 negara dengan melibatkan 180 perusahaan lokal dan internasional pada area 25 ribu meter persegi, demikian berita dari atase politik dan ekonomi KBRI Qatar, Boy Dharmawan, Jumat.  

Dalam sambutannya,  KASAL Qatar, Mayor Jenderal (laut), Mohamed bin Nasser Al Mohannadi mengatakan pelaksanaan Dimdex  menunjukan  upaya Qatar untuk menjadi pusat regional untuk bisnis, industri dan teknologi militer.

Masing-masing negara memamerkan keunggulan terknologinya di bidang pertahanan maritim, seperti peralatan anti-pembajakan, penyelam dan operasi bawah air dan kendaraan, peralatan tempur maritim dan teknologi maritim dan penerbangan angkatan laut. Turut diperagakan pula jenis peluru kendali Patriot oleh AS  dan Exocet yang dikenal ketika terjadi perang Malvinas. Rudal Patriot sudah dimiliki Qatar sejak 2014.

Di sela-sela pameran, Qatar dan Prancis menandatangi kesepakatan senilai € 6,7 Milyar untuk pembelian 24 jet tempur Rafale.  Qatar juga menandatangani 10 MoU guna memperkuat peralatan militer lainnya dengan nilai US$ 1 milyar.  

Menurut Dubes Sidehabi, meski wilayahnya relatif kecil namun Qatar menyadari besarnya pangsa produk militer di Timur Tengah. Pada 2013, kawasan regional termasuk negara-negara Teluk mengimpor peralatan militer terbanyak di dunia senilai US$ 150 miliar.

Menurut mantan Irjen TNI ini, produk alusista Indonesia tidak kalah dibanding produk negara negara berkembang lainnya seperti produk Pakistan, Turki atau produk lainnya dari negara berkembang yang ditawarkan pada pameran.  Mantan Dansesko TNI tersebut mengharapkan Indonesia dapat berpartisipasi guna memasarkan produk militer Indonesia yang diproduksi PT. PINDAD, PT DI, PT PAL. 

Saat ini Indonesia telah berhasil memasok berbagai produk pakaian militer di Timur Tengah termasuk Qatar. (SP/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru