Tuesday, January 23, 2018
Home > Berita > IMI Gelar Seminar Cara Perancangan Sirkuit Balap

IMI Gelar Seminar Cara Perancangan Sirkuit Balap

Kegiatan Seminar Developing Successful Circuits yang diselenggarakan Ikatan Motor Indonesia pada hari Rabu (13/12) bertempat di Crowne Plaza Hotel Jakarta. (karyaku)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Ikatan Motor Indonesia (IMI) bekerja sama dengan Tilke Engineers & Architects, perusahaan perancangan sirkuit balap kelas dunia, menggelar seminar tentang tata cara pembuatan sirkuit.

Acara itu digelar pada Rabu di Crowne Plaza Hotel Jakarta, dengan tajuk “Developing Successful Circuits”, dihadiri sekitar 30 peserta perwakilan dari berbagai pengurus IMI Propinsi, Managing Director Tilke Engineers & Architechts.

Dr. Carsten Tilke  memaparkan secara jelas bagaimana proses pembuatan sirkuit balap yang berkualitas.

Carsten mengatakan ada banyak tahap yang harus dilalui dalam pembangunan sirkuit, biasanya diawali dengan sebuah ide, kemudian dikembangan menjadi sebuah design.

“Tetapi sebelumnya ada satu hal penting yang harus di perhatikan, yaitu lokasi di mana sirkuit itu akan dibangun. Kontur tanah di lokasi yang akan dibangun sirkuit akan sangat berpengaruh terhadap design dan biaya,” katanya.

Tanah berawa dan padang pasir, tambahnya, juga akan menjadi tantangan tersendiri dalam membangun sebuah sirkuit.

Carsten, bersama ayahnya, Herman Tilke, telah merancang berbagai lintasan balap serta fasilitas otomotif di lebih dari 50 negara, seperti Sirkuit Internasional Sepang di Malaysia, Sirkuit Internasional Austin di Amerika dan  Sirkuit Yas Marina di Abu Dhabi.

Tujuan dari diadakannya seminar ini, menurut Sekretaris Jenderal IMI Pusat, Jeffrey JP, untuk memberikan tambahan pengetahuan, khususnya bagi daerah-daerah yang berencana untuk membangun sirkuit, atau bahkan yang sudah mempunyai sirkuit.

“Kita semua tahu bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menyelenggarakan kejuaraan otomotif tingkat dunia, dimana supaya bisa menyelenggarakan hal tersebut, diperlukan  sirkuit yang mendapatkan lisensi tingkat dunia.” kata Jeffrey.

“Untuk membangun sirkuit yang baik, tentu harus melalui perencanaan yang baik. Informasi mengenai itulah yang kami harapkan bisa diperoleh dari seminar ini,” katanya.

Selain itu, seminar juga dilaksanakan untuk menunjang program IMI 2018 dalam pelaksanaan kegiatan olahraga kendaraan bermotor yang harus diadakan di sirkuit permanen dalam suatu lokasi tertutup.

Hal ini dilakukan terutama untuk meningkatkan aspek safety, skill atlit, serta efektivitas dan efisiensi suatu management event. Pada akhirnya, kegiatan-kegiatan semcam ini akan terus kami lakukan sebagai bagian dari program-program IMI untuk meningkatkan dunia olahraga otomotif Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional. kata Jeffrey.  (sp/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru