Monday, October 21, 2019
Home > Berita > IMI buat perubahan peraturan lomba IXOR 2018

IMI buat perubahan peraturan lomba IXOR 2018

Ikatan Motor Indonesia.

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Ikatan Motor Indonesia (IMI) membuat beberapa perubahan peraturan untuk Kejuaraan Indonesia eXtreme Offroad (IXOR) 2018, menyangkut jadwal perlombaan serta hal teknis seperti spesifikasi mobil.

Ketua Komisi Speed Offroad IMI Pusat, Fredrik T. Moeladi mengatakan, sebelumnya direncanakan IXOR 2018 akan digelar sebanyak lima putaran, namun komisi speed offroad telah mengkaji ulang hanya akan digelar sebanyak empat putaran dan putaran pertamanya akan dimulai pada 22 Juli 2018.

Untuk perubahan teknisnya, IMI telah mempertimbangkan untuk memberikan warna baru dalam kancah speed offroad di Indonesia dengan memperbolehkan mobil turbo diesel untuk berkompetisi di ajang IXOR.

“Kami butuh teknologi baru dan muka baru untuk ikut turun berkompetisi. Ketika kami melakukan analisa berdasarkan data yang ada, muncul ide untuk memperbolehkan mobil turbo diesel ikut ambil bagian di ajang IXOR,” lanjut Fredrik.

Dengan data yang ada dan telah dipelajari IMI, nantinya mobil turbo diesel ini akan masuk dan bergabung dengan kelas G4.3. Spesifikasi mobil turbo diesel yang bisa bergabung di kelas G4.3 yaitu mesin turbo diesel 4 silinder berkapasitas 2800cc. Peraturan modifikasinya pun mengikuti semua peraturan yang ada di kelas G4.3; mesin bebas dimodifikasi, termasuk untuk penggantian turbo dan intercooler.

Dengan adanya mobil turbo diesel yang akan berpartisipasi di IXOR 2018, membuktikan bahwa kendaraan yang ikut akan semakin bervariasi, tidak hanya mobil jip enam silinder namun juga semua kendaraan turbo diesel yang berbasis SUV ataupun juga double cabin.

Frederick juga berharap agar dengan diberlakukannya peraturan baru ini, Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) bisa ikut berkompetisi dan meramaikan industri otomotif di Indonesia, khususnya di kendaraan penggerak empat roda.

“Turbo diesel akan memberikan peluang kepada brand kendaraan agar bisa berkompetisi di kejuaraan yang menarik. Dengan adanya campur tangan dari ATPM, tentu akan menjadi tolak ukur perkembangan produk mereka sekaligus menjadi pembuktian performa kendaraan mereka yang tangguh,” tambahnya.

Perubahan lainnya adalah pengurangan kelas di grup 5 atau free for all (FFA). Jika sebelumnya grup 5 dikenal memperlombakan sebanyak 4 kelas, di tahun ini IMI menetapkan bahwa grup 5 hanya akan memperlombakan sebanyak 3 kelas.

 

Fredrik mengungkapkan, “Melihat data catatan waktu perlombaan selama ini yang kami analisa, kendaraan mesin depan sudah sangat tertinggal dengan yang mesin belakang, maka IMI melakukan perubahan di kelas FFA ini agar berlangsung lebih kompetitif.”

Oleh karena itu, skema yang digunakan di grup 5 tahun ini adalah sebagai berikut:

–       Kelas 5.1 (Semua mobil mesin depan dengan transmisi manual tanpa batasan cc, kecuali kendaraan 8 silinder yang ingin memakai force induction seperti super charger atau turbo charger dan Nos hanya diperbolehkan maksimal sampai 5000cc)

–       Kelas 5.2 (Mesin belakang 4 dan 6 silinder ditambah mesin depan 4, 6, ataupun 8 silinder dengan transmisi otomatis serta mobil kapasitas di atas 5000cc mesin depan dengan force induction, super charge dan Nos

–       Kelas 5.3 (Mesin belakang 8 silinder)

Fredrik juga telah berkoordinasi langsung dengan Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally dan Sprint Rally IMI Pusat guna membicarakan perihal kolaborasi antara IXOR dan Kejurnas Sprint Rally.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk setiap ajang otomotif di Indonesia diikuti oleh lebih banyak lagi peserta yang ada. Dengan adanya kolaborasi ini juga mereka bisa bebas memilih dan menentukan event apa yang akan diikuti. Lagipula kolaborasi IXOR dan Kejurnas Sprint Rally di waktu bersamaan akan membuat suasana kompetisi menjadi lebih ramai, terlebih di tahun ini yang memperbolehkan kelas jip boleh memperebutkan gelar kejuaraan umum,” kata Rifat.

Di ajang Kejurnas Rally dan Sprint Rally nanti, kelas jip dibagi menjadi dua kelas, yaitu J1 (0 – 1600 cc) dan J2 (1600 – 5000 cc (bensin atau diesel dengan batasan 8 silinder)). Sementara bodi casis dan sebagainya bebas, namun yang dibatasi adalah jip yang ingin mengikuti Kejurnas Rally dan Sprint Rally diwajibkan memakai ban rally atau ban AT dengan diameter maksimal 28 inci.

“Diharapkan event Kejurnas di luar kota bisa selalu ramai karena populasi jip dan para pecinta jip tersebar luas di seluruh pelosok Indonesia,” kata Rifat.

Selain itu, dengan kolaborasi IXOR dan sprint rally ini, di kelas sprint rally akan membebaskan kapasitas cc untuk mobil turbo diesel sehingga pemilik kendaraan yang akan mengikuti IXOR dan memiliki kendaraan diesel di luar kelas IXOR bisa mengikuti kejuaraan J2 sprint rally.  (sp/kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru