Monday, November 18, 2019
Home > Berita > Ikut Diksar Menwa, Mahasiswa Palembang Tewas

Ikut Diksar Menwa, Mahasiswa Palembang Tewas

Mahasiswa Unitas tewas dalam pradiksar Menwa dengan tanda kekerasan di tubuhnya. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Palembang) – Mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang, Muhammad Akbar (18), meninggal usai mengikuti kegiatan prapendidikan dasar (pradiksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (17/10).

Hasil otopsi, ada tanda kekerasan di tubuh korban. Komandan Satuan 604 Menwa Unitas Palembang Agus Giyawan mengatakan, sebelum kegiatan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh peserta pradiksar dan meminta persetujuan langsung kepada masing-masing orang tua peserta.

“Untuk [dugaan] kekerasan, kami tidak bisa bilang. Biar nanti polisi yang bertindak. Ini memang kegiatan gabungan diksar Menwa se-Sumsel, bukan kegiatan kampus,” kata Agus.

Sementara itu, Komandan Menwa Sumatera Selatan Rano Karno berujar pada Rabu (16/10) Akbar mengeluhkan keram di bagian pergelangan kaki. Akbar pun dilarikan ke RSUD Ogan Ilir untuk mendapatkan perawatan medis.

Tak lama tiba di rumah sakit, Akbar meninggal sebelum mendapatkan perawatan. Jenazah mahasiswa semester 3 Fakultas Hukum Unitas tersebut kemudian dibawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang untuk keperluan visum.

“Ini kegiatan Menwa Sumsel, ada dua kampus, Unitas sama Universitas Muhammadiyah Palembang. Kegiatan pradiksarnya digabung karena dari Unitas hanya ada 4 peserta. Kegiatannya hanya pengenalan yang sifatnya sosial saja,” ujar dia.

Rano pun membantah adanya tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap korban. Karena kegiatan yang berlangsung selama 1 pekan tersebut hanya pengenalan. “Kalau kekerasan tidak ada, hanya sosialisasi saja,” ujar dia.

Usai proses visum, Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Indra Sakti berujar, dari hasil pemeriksaan luar terdapat tanda kekerasan benda tumpul di bagian organ vital korban. “Dugaannya itu yang menyebabkan korban tewas,” kata Indra.

Terpisah, Kapolres Ogan Ilir Ajun Komisaris Besar Imam Tarmudi membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa beberapa saksi terkait kejadian tersebut.

“Sudah dalam proses penyelidikan. Nanti akan diketahui kronologisnya seperti apa. Ditambah dari hasil visum pun nantinya akan diketahui ada tanda kekerasan atau tidak,” kata Imam. (C/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru