Friday, May 29, 2020
Home > Berita > Idul Fitri di Tengah Keprihatinan

Idul Fitri di Tengah Keprihatinan

Tahun ini, 1441 Hijryah atau 2020 Masehi umat Islam di seluruh dunia menjalani kewajiban puasa di bulan Ramadan dan merayakan Hari Raya Idul Fitri dalam suasana prihatin atau di tengah keprihatinan. Wabah virus corona (Covid-19) yang muncul akhir Desember 2019 dan berawal di Wuhan, China, dengan cepat menyebar ke penjuru dunia. Semua jadi berubah, banyak masjid yang tidak melasanaan shalat berjamaah, tarawih, juga shalat Jumat. Itu karena ada larangan dari penguasa dengan alasan untuk menghambat menularnya wabah pandemi tersebut.

Di Indonesia sudah hampir tiga bulan berbagai batasan dilakukan, sejak di negeri ini diketahui sudah ada yang terinfeksi. Sekolah diliburkan, pegawai diinstruksikan bekerja di rumah,  lingkungan pemukiman, tempat-tempat umum diatur agar ada jarak antara orang. Dampaknya, pendapatan banyak orang berkurang, bahkan ada yang kehilangan pemasukan karena tidak ada pekerjaan, di PHK, kehilangan usaha, dan lainnya.

Ramadan dan Idul Fitri kali ini benar-benar berbeda. Belum pernah ada ada wabah (virus) yang sampai membuat penguasa memutuskan umat dilarang beribadah di masjid, shalat berjamaah, dan melakukan kegiatan secara beramai-ramai. Entah sampai kapan kondisi tersebut diberlakukan, sementara obat atau penangkal virus corona itu hingga kini belum ditemukan. Sejumlah negara terus berusaha menemukan penangkal, namun hasilnya belum memuaskan.

Meski begitu, sebagai umat Muslim, yang percaya bahwa semua itu berasal dari Allah dan semuanya ada maksudnya, maka kita kembalikan semua pada Allah. Kita memohon padaNya agar kondisi yang memprihatinkan segera berlalu. Sebagai orang beriman, kita selayaknya  tetap bersyukur masih diberi kehidupan. Masih bisa beribadah, termasuk shalat meski harus dilakukan di rumah. Tentunya kita juga terus berusaha dan berupaya.

Mari kita tak henti-hentinya memohon kepadaNya, mudahan-mudahan obat penyembuh virus corona segera ditemukan, semoga pula pemerintah di seluruh dunia memperhatikan warganya, tidak membiarkan rakyat kelaparan, kehilangan harapan, dan terus merasa terancam. Kita berharap cobaan atau musibah yang mewabah menjadikan semua arif, bijaksana, dan menyikapi keadaan dengan tepat.

Pemerintah diharapkan mengambil keputusan yang pas, demi bangsa dan negara. Protocol kesehatan dari pemerintah terkait  Covid-19 hendaknya demi kepentingan rakyat. Jangan biarkan rakyat terus dicekam ketakutan. Jika “penguncin” memang harus dilakukan, termasuk kehadiran warga asing di negeri ini untuk menahan lajunya virus corna, ya itu harus dilakuan. Pemerintah tidak sepatutnya mengabaikan rakyat demi kepentingan lain.

Bagi kita umat Islam, meski gerakan kita terbatas dalam melaksanakan kegiatan keagamaan, entah shalat berjamaah—Jumat, tarawih, dan Idul Fitri—hendaknya kita menerima dan melaksanakannya dengan legowo berdasarkan tuntunan pemerintah, ulama, tokoh agama. Mudah-mudahan saja semua kesulitan segera berlalu, virus corona bisa diatasi. Kita harus percaya, semua datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

Selamat merayakan Idul Fitri 1441 H. Semoga Allah selalu melindungi, mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kita. Aaamiin.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru