Friday, October 18, 2019
Home > Berita > Ibu dan Dua Anaknya Hilang Diduga Ikut Gafatar

Ibu dan Dua Anaknya Hilang Diduga Ikut Gafatar

Winarti dan suaminya (yayat)

MIMBAR-RAKYAT.com (Garut) – Ibu dan dua anaknya warga kampung Talun, Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Garut Kota, menghilang sejak 28 Desember 2015 dan keberadaan mereka belum jelas, namun ada petunjuk mereka terlibat jaringan Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara).

Winarti (42), Sri Putri Rahma (17) dan Andi Permana (10), menghilang dan Hariyadi Atmajaya, suami Winarti, melaporkan hal itu ke Polres Garut dan Polres Garut menyuruh Hariyadi melapor ke Polda Jabar.

Hariyadi pun melaporkan kejadian yang menimpa keluarganya ke Polda Jabar (12/1) dan dia ditanyai mulai pukul 08.00 pagi hingga 16.30 WIB.

Adik kandung Winarti, Daneu (30) , membenarkan kalau kakaknya Winarti bersama dua orang anaknya hilang. “Jadi mulanya kakak saya izin untuk pergi berobat, dan memang punya penyakit semacam bronhitis, tetapi sejak 28 Desember lalu tidak pulang-pulang,” katanya.

Secara terpisah,  Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut, Asep Suparman, mengatakan jika organisasi Gafatar memang ada di Garut dan pernah melakukan registrasi di kantornya.

“Gafatar ini memang ada di Garut, tapi dari kemarin saya ncoba mengontak pengurusnya ngga pernah nyambung. Kami akan melakukan verifikasi ke lapangan karena memang mereka ini sempat mendaftarkan organisasinya ke Badan Kesbangpol ini,” kata Asep.

Asep juga mengakui saat Gafatar melaksanakan kegiatan di Garut, ia pernah mendatangi kegiatan tersebut, di salah satu kantor media elektronik. Ia melihat Gafatar sebagai sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial, budaya dan pertanian.

“Saat itu yang melaksanakan adalah pengurus Gafatar tingkat Provinsi dan juga pengurusnya yang ada Garut.  Di Garut Gafatar memiliki sejumlah pengurus dan juga anggota, namun kami tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah anggotanya,” katanya.

Asep juga mennjelaskan, dengan adanya kasus yang mencuat yang berkaitan dengan organisasi Gafatar, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak intelejen.

Ini kami dilakukan mengingat ada kemungkinan terjadi penyimpangan,” katanya.  (Yat/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru