Thursday, June 20, 2019
Home > Berita > Hidayat Nur Wahid: Situasi Darurat Dalam Berbagai Hal di Indonesia

Hidayat Nur Wahid: Situasi Darurat Dalam Berbagai Hal di Indonesia

Hidayat Nur Wahid. (pks.jaksel.or.id)

MIMBAR-RAKYAT.com (Bandung) – Di Indonesia sedang terjadi situasi darurat dalam berbagai hal, oleh sebab itu kehadiran Pancasila sangat relevan diterapkan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hidayat Nur Wahid mengatakan saat itu di Bandung, Selasa.

“Ada kedaruratan hukum, korupsi, moral, kejahatan pada perempuan, pada anak, narkoba, miras, dan sebagainya. Itulah yang memberikan ketegasan bahwa Pancasila memang relevan untuk dipahami dan dilaksanakan,” katanya.

“Karena kalau kita merujuk pada Pancasila tidak ada butir-butir Pancasila yang membenarkan perilaku kejahatan itu. Justru sebaliknya, kalau Pancasila itu dilaksanakan, itu akan ‎menjadi jawaban yang konkret, gampang terhadap seluruh permasalahan berbangsa dan bernegara,” tambah Hidayat.

Hidayat mengatakan, Pancasila bisa menjadi solusi terhadap beragam permasalahan kedaruratan berbangsa dan bernegara, dengan ‎syarat para pimpinannya bisa menjadi teladan dan seluruh warga bangsa bisa diyakinkan untuk melaksanakan seluruh butir-butir Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak mudah, tapi persoalannya mau atau tidak. Harus mau, karena ini adalah ideologi negara. Kalau ‎kita masih mengaku sebagai WNI, ya inilah pilihan kita. Kecuali kalau nanti ada yang mau milih berkebangsaan lain, itu urusan mereka,” katanya seperti dilansir dari antaranews, Selasa.

Libur nasional?

Pada Senin malam, Hidayat Nur Wahid mengaku kurang setuju jika Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni dijadikan Hari Libur Nasional karena tidak mencerminkan semangat Pancasila itu sendiri.

“Kalau wacana terkait libur, saya kurang setuju ya, karena Pancasila ini bukan untuk libur,” kata Hidayat saat menghadiri pagelaran seni Wayang Golek dalam rangka peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni di kawasan Gedung Merdeka, Bandung.

Hidayat mengatakan jika memang diharuskan libur, maka seharusnya hari libur tersebut diisi dengan kegiatan-kegiatan yang secara spesifik berkaitan dengan Pancasila.

“Apakah seminar, perdebatan, atau lomba, atau berlomba menuliskan butir-butir Pancasila atau pidato Pancasila. Jadi kegiatan di hari itu bukan di bangku sekolah, bukan di bangku kuliah, tidak lagi di kantor-kantor, terapi membuktikan berpancasila dalam tingkat kongkret. Kalau itu yang dimaksud dalam libur, saya masih bisa mengerti. Tapi kalau libur artinya enggak ke kantor, enggak ke sekolah, enggak ke kampus, enggak ke mana-mana, saya kira, sila ke berapa yang ada di Pancasila yang memberikan ruang untuk itu?” katanya.

Justru, kata Hidayat, Pancasila mengajarkan kepada masyarakat tentang perilaku kita yang berkualitas, memberikan nilai tambah, efektif dan bertanggungjawab serta memaksimalkan waktu.

Sementara terkait kabar dijadikannya Hari Lahir Pancasila sebagai Hari Libur Nasional, Hidayat mengatakan dirinya belum mendapat kabar resmi dari Presiden.

“Memang saya dengar dari pernyataan publik tapi apakah sudah menjadi keputusan atau masih menjadi wacana, kami MPR belum mendapatkan kabar itu,” katanya.

Hidayat berharap, masyarakat tidak memandang Pancasila sebagai kesempatan untuk tidak beraktivitas namun lebih berkomitmen untuk melaksanakan butir-butirnya.  (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru