Sunday, September 23, 2018
Home > Berita > Hasil Pilkada Tak Pengaruhi Pilpres dan Pileg 2019, Pemanasan Mesin Politik

Hasil Pilkada Tak Pengaruhi Pilpres dan Pileg 2019, Pemanasan Mesin Politik

Ilustrasi.

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Hasil Pilkada) 2018, khususnya untuk gubernur dan wakil gubernur memang banyak dikait-kaitkan dengan pemilihan presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif yang akan digelar pada 2019.

Yang paling disorot pasangan calon yang diusung Gerindra dan PKS melawan calon yang diusung PDI Perjungan. Karena tidak terlepas dari persaingan Jokowi yang diusung PDIP dan Prabowo didapuk Gerindra dan PKS.

Seperti diketahui, calon yang dibawa PDIP dan Gerindra bersama PKS di Pilkada sebetulnya kalah khususnya di Jawa. Hanya di Jawa Tengah calon PDI P menang.

Sedangkan calon Gerindra dan PKS baik di Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah kalah, Justru yang menang adalah calon yang diusung partai di luar ketiga partai tersebut.

Menurut peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfarby, hasil Pilkada tidak secara paralel berpengaruh terhadap pemungutan suara Pemilu dan Pileg.

“Berdasarkan pengalaman, hasil Pilkada tak serta-merta bakal membawa kemenangan di Pilpres dan Pileg, masih tergantung figur,” katanya, Rabu (27/6).

Adjie di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur mengatakan Pilkada serentak ini sebagai ajang partai politik untuk memanaskan mesinnya menjelang menghadapi Pemilu 2019.

“Namun memang sebagian partai menggunakan momen pilkada untuk pemanasan mesin politik jelang Pileg dan Pilpres,” imbuhnya.

Mengenai Pilkada serentak bakal pengaruhi peta koalisi, menurut Adjie hal itu hanya menegaskan peta politik nasional yang sudah ada.

Justru, koalisi di tingkat nasional mempengaruhi koalisi di daerah. Seperti koalisi Gerindra, PKS, dan PAN yang dari tiga wilayah di Jawa, di Jabar dan Jatim terus bersama-sama.

Hasil Pilkada serentak sudah mulai terlihat berdasarkan hitung cepat di hari pencoblosan, Rabu (27/6), di Jawa Timur pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dipastikan unggul.
Paslon yang diusung Demokrat, Golkar, NasDem, PPP, PAN dan Hanura itu menang atas Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang diusung PDIP, PKB, Gerindra, dan PKS.

Sedangkan di Jawa Barat, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang diusung NasDem, PPP, PKB, dan Hanura, unggul tipis dengan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang diusung PKS, Gerindra, dan PAN. Sementara dua terbawah ditempati oleh Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang diusung Demokrat dan Golkar, serta TB Hasanuddin-Anton Charliyan yang diusung PDIP.

Di Jawa Tengah, petahana Ganjar Pranowo-Taj Yasin menang atas Sudirman Said-Ida Fauziyah. Ganjar diusung koalisi PDIP, Golkar, Demokrat, PPP, NasDem. Sedangkan, Sudirman diusung Gerindra, PKB, PKS, dan PAN. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru