Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Hari Kebangkitan Nasional di Padang Pasir Alkhor di Qatar

Hari Kebangkitan Nasional di Padang Pasir Alkhor di Qatar

Ilustrasi - Padang pasir Alkhor di Qatar.

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Hari Kebangkitan Nasional ke-108 diperingati di gurun pasir Alkhor oleh diaspora Indonesia di Alkhor, sekitar 100 km dari Doha.

Peringatan yang dipimpin Dubes RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi beserta Ketua DWP KBRI Doha, Andi Una Sidehabi, diselenggarakan di kompleks Al-Khor Community. Alkhor adalah wilayah utara Qatar yang berbatasan dengan Iran dan merupakan kawasan gurun pasir yang meliputi ladang minyak Ras Lafan dengan luas area sekitar 300 km.

Harkitnas yang diadakan lembaga Pendidikan Intensif Anak Islam-Daar Al Arqam (PIAI-DDA) merupakan upaya untuk menanamkan rasa nasionalisme dan kebangsaan bagi anak-anak diaspora Indonesia yang berada di Alkhor.

Acara tersebut juga merupakan perpisahan bagi lulusan PIAI dalam pendidikan agama Islam dengan menggunakan bahasa Indonesia. Umumnya anak anak yang belajar pada PIAI tersebut lahir dan besar di Qatar sehingga sangat awam dengan informasi tanah air. Kebanyakan mereka lebih fasih berbahasa Inggeris dibanding bahasa Indonesia.

“Mereka (anak-anak) lebih hafal lagu nasional Qatar dibanding lagu Indonesia Raya” ujar Dubes Sidehabi ketika melihat anak-anak tersebut lebih banyak terdiam saat menyanyikan kebangsaan Indonesia Raya.  Hal ini dapat dimaklumi karena mereka umumnya lahir dan besar di luar negeri serta liburan pun lebih memilih ke luar negeri dibanding ke Indonesia.

Komunitas Indonesia di Alkhor umumnya bekerja pada perusahaan migas utamanya bekerja pada Qatargas dan RasGas di gurun pasir Ras Lafan yang kaya mengandung gas.

Namun jangan bayangkan mereka kepanasan meski temperatur bisa melebihi 50 derajat celcius. Disini semua fasilitas serba tersedia dan modern.

“Penghasilan mereka bahkan banyak yang melebihi Rp. 200 juta per bulan”, ujar Said Malawi , seorang tokoh diaspora Indonesia di Alkhor ketika ditanya kisaran gaji karyawan migas. Gurun pasir tandus inilah yang menjadikan Qatar sebagi produsen utama gas di Dunia. Keberkahan migas menjadikan Qatar negara terkaya di dunia dengan pendapatan perkapita sekitar 100 ribu dolar AS per tahun.

Dalam sambutannya, Dubes Sidehabi menyampaikan apresiasi kepada panitia PIAI atas diselenggarakan Harkitnas dan inagurasi bagi lulusan PIAI tersebut serta memuji acara sebagai upaya guna membangkitkan rasa kebangsaaan sebagai bangsa Indonesia.

Diutarakan pujiannya atas peran dan kontribusi  PIAI DDA di Al-Khor, selain mempelajari Islam juga memberikan pelajaran bahasa Indonesia. Dubes Sidehabi berjanji akan memberikan pelajaran kebangsaan dan kewiraan bagi anak-anak komunitas Indonesia agar mereka lebih mengetahui dan  mencintai tanah airnya.

Mantan Komandan Sesko TNI tersebut juga menyampaikan harapannya agar diaspora Indonesia memberikan pemahaman kebangsaan kepada anak-anaknya agar selalu mengingat bangsanya sebagai bangsa yang besar dengan penduduk lebih dari 250 juta yang mendiami  17500 pulau.

Diingatkan pula bahwa sebagai duta bangsa agar terus memberi contoh yang baik mengingat kontribusi komunitas Indonesia selalu memperoleh appresiasi dari pemerintah dan masyarakat Qatar.

Acara Harkitnas di Qatar. (ist)
Acara Harkitnas di Qatar. (ist)

Menurut Said Malawi, terdapat sekitar 15 ribu ekspatriat asing dari 50 negara bekerja di ladang migas Ras Lafan. Sebagian besar bermukim pada kompleks Al-khor Community.

Komunitas Indonesia mencapai 1500 jiwa dan itu merupakan komunitas diaspora Indonesia terbesar di dunia. Komunitas India merupakan warga asing terbanyak di Alkhor dan selanjutnya diikuti Indonesia, Aljazair, dan Filipina.

“Al-Khor  Internasional School  merupakan sekolah asing pertama di dunia yang menyediakan pelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulumnya untuk anak Indonesia”, ujar Said yang bekerja hampir 18 tahun pada QatarGas. Harkitnas juga dimeriahkan dengan berbagai acara kesenian berupa tarian Saman, musik angklung dan nyayian islami yang disajikan anak-anak PIAI  serta disajikan berbagai kuliner Nusantara.

Guna memaksimalkan pelayanan masyarakat, KBRI Doha membuka pelayanan Warung Kekonsuleran, sebagai upaya  KBRI melayani dan melindungi WNI di luar negeri.

Pelayanan disesuaikan dengan kegiatan masyarakat dan diselenggarakan pada akhir pekan agar memudahkan bagi komunitas Indonesia yang tidak bisa hadir di KBRI Doha pada hari kerja.

Menurut Dubes Sidehabi, kegiatan itu merupakan bentuk jemput bola dalam pelayanan masyarakat. Kegiatan meliputi pengurusan paspor, legalisasi dokumen, konsultasi kekonsuleran dan ketenagkerjaan serta guna mendata jumlah WNI di Qatar.

Selain itu, KBRI Doha juga mensosialisasikan pembentukan Satuan Tanggap Darurat yang melibatkan seluruh tokoh ormas dan masyarakat Indonesia yang mewakili berbagai wilayah di Qatar guna menyikapi kondisi politik di kawasan Timur Tengah yang kerap fluktuatif.

Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan juga menghimbau agar masyarakat Indonesia yang berjumlah sekitar 40 ribu WNI untuk tetap tenang namun waspada dalam mengantisipasi situasi keamanan dengan melakukan koordinasi dengan KBRI.  (SP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru