Tuesday, November 12, 2019
Home > Berita > Harga Daging Ayam, Cabe Rawit dan Bawang Putih Terus Melambung

Harga Daging Ayam, Cabe Rawit dan Bawang Putih Terus Melambung

Pedang daging ayam potong di pasar tradisional. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Jelang Lebaran, harga daging ayam potong, cabe rawit dan bawang putih terus melambung, membuat sejumlah ibu rumahtangga mengeluh.

“Waduh, uang yang dibawa ke pasar sudah habiis tapi keperluan belum didapat,” keluh Ny. Evi, di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (3/6).

Menurut dia, sejak memasuki bulan puasa, harga ayam potong memang sudah naik, namun sempat turun harga, sebelum minggu ini kembali merangkak naik.

Ayam potong yang biasanya hanya Rp 30.000 kini dijual seharga Rp 37.000, sedangkan ayam potong yang ukurannya lebih besar, yang biasanya dia jual seharga Rp 35.000 kini menjadi Rp 42.000. Dia mengaku banyak pembeli yang memprotes tingginya harga tersebut.

“Hampir semuanya protes. Mau gimana kalau harga kita ga ikut naikin nanti nggak bisa jualan,” kata Wati, pedagang ayam potong.

Munurut dia, akibat harga yang terus merangkak naik pun, pendapatannya otomatis berkurang. Hal ini lantaran beberapa pelanggannya mulai mengurangi porsi ayam potong yang dibeli. Kata Harmi, contohnya saja yang biasa membeli satu ekor, kini hanya membeli setengah ekor saja.

“Biasanya dagangan saya sehari bisa laku 100, sekarang paling cuma 50. Turunnya drastis banget, sampai 50 %,” keluhnya.

MENGELUH

Di Jakarta Barat, cabe rawit hijau dan bawang putih di Pasar Grogol naik Rp 5.000/kg menjadi Rp 40.000/kg dan Rp 30.000/kg.

“Duh pusing, lagi-lagi cabe dan bawang putih naik. Khawatir yang lainnya ikut-ikutan naik, terlebih lebaran makin dekat. Sementara suami belum terima THR,” keluh Puji, warga Grogol Petamburan saat belanja di Pasar Grogol, Minggu.

Ibu empat anak ini berharap pemerintah semakin gencar untuk mengendalikan kenaikan berbagai komoditi. Jika tidak, masyarakat khususnya warga miskin kian ngos-ngosan hidupnya.

Pantauan di Pasar Grogol, cabe rawit hijau dari Rp 35.000/kg menjadi Rp40.000/kg dan bawang putih dibandrol Rp30.000/kg dari Rp 25.000/kg.

“Dah tiga hari lalu sih cabe rawit hijau dan bawang putih naik goceng sekilonya (Rp 5.000/kg). Saya juga nggak ngerti kenapa kembali naik,” kata Anwar, pedagang.

Anwar berharap mendekati lebaran kenaikan sembako, komoditi pertanian dan komoditi lainnya bisa diredam. Karena selain ia harus mengeluarkan tambahan modal, juga sangat memengaruhi daya beli konsumen.

Kecuali bawang putih dan cabe rawit hijau yang naik, cabe merah besar (TW) turun Rp 15.000/kg menjadi Rp 40.000/kg dan cabe rawit merah dijual Rp 35.000/kg dari sebelumnya Rp 38.000/kg. Sedangkan cabe merah keriting stabil Rp 35.000/kg dan bawang merah Rp 45.000/kg.

Di komoditi sembako antara lain terpantau beras di kisaran Rp12.000/liter, gula pasir Rp12.500/kg, minyak curah Rp12.000/liter dan terigu bertengger Rp10.000-Rp12.000/kg. Serta telor ayam ras Rp24.000/kg.

Sedangkan daging sapi juga stabil dijual Rp120.000/kg, ayam broiler turun Rp7.000/kg menjadi Rp38.000/kg dan ayam kampung sekitar Rp85.000/ekor sedang. Ikan asin teri stabil dibandrol Rp120.000/kg, dan ikan kembung Rp40.000/kg. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru