Monday, July 06, 2020
Home > Nasional > Hanya Black Box Yang Bisa Menjelaskan Sebab Kecelakaan

Hanya Black Box Yang Bisa Menjelaskan Sebab Kecelakaan

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta)  – Ketua Asosiasi Pilot Garuda Stephanus Gerardus Setitit menghimbau agar tidak gegabah  menyimpulkan penyebab kecelakaan AirAsia QZ 8501 seperti mengatakan  rendahnya kecepatan pesawat sebagai  penyebab kecelakaan pesawat. Penyebab insioden baru bisa diketahui jika black box telah ditemukan.

Saat ini pelbagai spekulasi dilontarkan sebagai penyebab hilangnya kontak pesawat Air Bus QZ 8501 milik Air Asia.

“Seharusnya kesimpulan penyebab kecelakaan pesawat menunggu ditemukannya black box. Karena black box yang merekam kecepatan dan tinggi pesawat pada saat itu,” ujarnya Senin, 29 Desember 2014.

Dia tak percaya pilot pesawat AirAsia Iriyanto menerbangkan pesawat dengan kecepatan 100 knot atau sekitar 160 kilometer per jam. “Kalau pesawat mengudara dengan kecepatan 100 knot pada saat cuaca buruk itu namanya bunuh diri,” ujarnya. Irianto adalah pilot senior dengan 20 ribu jam terbang, 7 ribu jam diantaranya di Air Asia.

Sebelumnya, pakar penerbangan Geoffrey Thomas, berpendapat insiden hilang kontaknya pesawat AirAsia berkode penerbangan QZ8501 sama seperti tragedi jatuhnya pesawat Air France berkode penerbangan AF447 pada 2009.

Menurut Thomas, kemungkinan pilot QZ8501 menerbangkan pesawat dengan kecepatan terlalu rendah yakni 100 knot atau sekitar 160 kilometer ketika bertemu dengan cuaca buruk ekstrem dan berakibat pada terjadinya aerodynamic stall.

Pesawat Air Asia QZ 8501 hilang kontak sejak kemarin pagi, pada pukul 06.17 WIB. Hingga saat ini, pencarian masih dilakukan oleh pihak Badan SAR Nasional, TNI AU, dan TNI AL.

WNA

Maskapai AirAsia Indonesia memastikan tujuh warga negara asing (WNA) terdapat di dalam pesawat nomor penerbangan QZ 8501 dari Surabaya menuju Singapura.

“Total ada tujuh WNA. Tapi untuk nama-nama kepastiannya masih kami lakukan pendataan dan menunggu informasi lebih lanjut,” ujar pejabat Communications AirAsia Indonesia Malinda Yasmin dalam siaran pers.

Dari tujuh nama tersebut, tiga penumpang di antaranya berasal dari Korea Selatan, satu penumpang asal Singapura, satu penumpang asal Inggris, satu penumpang asal Malaysia dan seorang first officer asal Prancis.

“Sedangkan, 155 orang lainnya, termasuk awak pesawat merupakan warga negara Indonesia,” katanya.

Pihaknya juga menjelaskan, kapten pilot Iriyanto telah memiliki total 20.537 jam terbang dan 6.053 jam terbang dengan AirAsia Indonesia. Sementara, “first officer” telah memiliki 2.247 jam terbang.

“Di dalam pesawat terdapat 155 penumpang, di mana sebanyak 137 adalah orang dewasa, 17 anak-anak dan seorang bayi. Kemudian, terdapat dua orang pilot, empat orang awak kabin dan seorang teknisi,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa pesawat dalam kondisi layak terbang dan telah melakukan perawatan berjadwal terakhir pada 16 November 2014.

Daftar Kecelakaan Pesawat Indonesia

1 Januari 2007     
Boeing 737-4Q8 milik Adam Air dengan rute Surabaya – Manado jatuh  Selat Makassar. Korban 102  tewas.

7 Maret 2007
Boeing 737-400 milik Garuda Indonesia  dengan rute Jakarta – Yogyakarta tergelincir di bandara Adisucipto. Di antara 140 penumpang, 22  tewas.

2 Agustus 2009
DHC-6 Twin Otter milik Merpati Nusantara  dengan rute Jayapura – Oksibi menabrak gunung. Seluruh penumpang dan awak, 15 orang, meninggal dunia.

13 April 2010
Boeing 737-300 milik Merpati Nusantara  dengan rute Sorong – Manokwari  tergelincir di Bandara Rendani. Seluruh penumpang dan awak, 109 orang, selamat.

7 Mei 2011
Xian MA60 milik Merpati Nusantara dengan rute Sorong-Kaimana  jatuh di dekat Bandara Utarom. Seluruh penumpang dan awak, 25 orang, tewas.

29 September2011
CASA C 212 milik Nusantara Buana Air dengan rute Medan – Kutacane jatuh di daerah Langkat. Seluruh penumpang dan awak pesawat, 18, tewas.

9 Mei 2012
Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan joy flight Menabrak Gunung Salak setelah terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma 9 Mei 2012. Sebanyak 45 penumpang termasuk awak meninggal dunia.

13 April 2013
Boeing 737-800 milik Lion Air jurusan Bandung – Denpasar mendarat di laut sebelum menjangkau runway Bandara Ngurai Rai. Semua penumpang dan awak, 108 orang, selamat.

28 Desember 2014
Airbus A320-200 milik Air Asia dengan rute  Surabaya-Singapura hilang kontak di perairan dekat Belitung Timur . Pesawat mengangkut 162 penumpang termasuk 7 awak.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru