Wednesday, August 05, 2020
Home > Berita > Hamilton Peringatkan Rosberg ia Terapkan Teori “Rope a Dope” Muhammad Ali

Hamilton Peringatkan Rosberg ia Terapkan Teori “Rope a Dope” Muhammad Ali

Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.

MIMBAR-RAKYAT.com (London) – Lewis Hamilton mengingatkan lawan beratnya Nico Rosberg setelah ia kalah lagi bahwa ia sedang menerapkan teori permainan legenda tinju Muhammad Ali yang dikenal dengan istilah “Rope a Dope”. 

Petinju kondang sepanjang masa itu membiarkan lawan beratnya George Foreman agar yakin ia akan memenangi laga hebat pada 1974 yang dikenal sebagai “gemuruh di hutan” (The Rumble in the Jungle), dengan membiarkannya melakukan serangan ke tali ring, kemudian baru menjatuhkannya.

Pertandingan itu dikenang sebagai pertandingan dengan strategi “rope-a-dope” yang dilakukan pertama kali oleh Ali. Dalam strategi ini, Ali berpura-pura seakan-akan terjebak di tali ring, memaksa lawan untuk mengeluarkan pukulan-pukulan tidak efektif hingga kehabisan tenaga.

Ali yang diperkirakan akan segera kalah dalam pertandingan tersebut, tiba-tiba menyerang dan mengalahkan sang juara. Pertandingan dihentikan pada ronde 8, saat Foreman terjatuh di kanvas.  Ini merupakan salah satu laga terbesar Ali dalam karirnya.

“Anda tidak dapat memenangi laga terus menerus,” kata Hamilton di Bahrain setelah kalah atas pebalap Jerman itu lima kali berurutan.

“Muhammad Ali dalam laga ‘Rumble in the Jungle’ itu membuktikannya. Ia yakin bahwa ia akan menang dan ia memang memenanginya. Jadi segala sesuatunya masih dapat terjadi,” katanya seperti dilansir di mirror.co.uk, Selasa.

Nah, dalam laga adu kecepatan kedua pebalap di atas,  Rosberg sudah memimpin 17 poin sedangkan perlombaan masih 19 putaran lagi.

Ali dan Foreman dalam laga Rumble in the Jungle, 1974.  (getty/mirror)
Ali dan Foreman dalam laga Rumble in the Jungle, 1974. (getty/mirror)

Hamilton menyebutkan tentang latar belakang balapannya, dengan menyandang dua gelar lebih banyak dari Rosberg, sehingga ia amat percaya diri.

“Ini pertandingan besifat psikologi, kejiwaan,” kataya.

“Ini pertarungan, Saya kira berdasarkan usia dan pengalaman, saya yang paling pantas menempari urutan terbaik, juga secara psikologi,” urainya.

“Kalau pun ada tekanan, rasanya sedikit sekali dan..perjalanan masih amat panjang,” tambahnya.

Hamilton ditabrak pebalap Finlandia Valtteri Bottas pada laga di Bahrain, tetapi ia berjuang lagi sampai akhirnya naik ke posisi ketiga dari urutan ketujuh, sedangkan Rosberg menempati tangga pertama.

“Saya terus terang saja amat senang dapan melanjutkan lomba sampai ke urutan ketiga, padahal saya sudah mengalami hal amat burut,” tambah sang juara dunia itu.

Hamilton belum pernah memenangi perlombaan sejak meraih gelar dunia ketiganya Oktober lalu di Teksas.

Dari lima kekalahan itu, hanya dua kekalahan yang dirasakan Hamilton pada musim ini.

“Saya tidak peduli biar pun dia sudah memenangi lima laga terakhir kami,” tambah Hamilton.

“Saya masih merasakan pikiran positif, kendari saya kalah dalam dua laga musim ini. Saya mendapatkan dua posisi pole dan akan mendapatkannya lagi,” katanya.

“Tidak ada masalah dan saya bersama tim akan semakin baik pada laga berikutnya,” katanya.

Kendati Hamilton menyatakan kerusakan kendaraannya akibat bertabrakan dengan Bottas, tapi pada catatan statistik pebalap terlihat bahwa ia hanya dua persepuluh detik lebih lamban dari lawannya pebalap  Jerman itu.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru