Thursday, April 26, 2018
Home > Berita > Haley: Pasukan AS Berada di Suriah Hingga Tujuan Tercapai

Haley: Pasukan AS Berada di Suriah Hingga Tujuan Tercapai

Nikki Haley, Duta Besar AS untuk Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). (Foto: Anadolo/Al Jazeera)

Nikki Haley, Duta Besar AS untuk Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). (Foto: Anadolo/Al Jazeera)

Haley mengatakan bahwa AS sedang menyiapkan sanksi baru bagi Rusia atas dukungannya yang berkelanjutan kepada Presiden Suriah Bashar-al Assad. Sanksi akan diumumkan oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Mimbar-Rakyat.com (Washington) – Amerika Serikat (AS) tidak akan menarik pasukannya keluar dari Suriah sampai tujuan Washington tercapai. Demikian ditegaskan Nikki Haley, Duta Besar AS untuk Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

Menurut Haley, tiga tujuan AS adalah memastikan senjata kimia tidak digunakan dengan cara apa pun yang menimbulkan risiko bagi kepentingan AS; hingga Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) dikalahkan; dan ada sudut pandang yang bagus untuk melihat apa yang sedang dilakukan Iran.

“(Ini adalah tujuan kami) …melihat pasukan Amerika pulang, namun kami tidak akan pergi sampai kami tahu kami telah mencapai hal-hal itu,” kata Haley di Fox News, Minggu, waktu AS.

Dalam sebuah wawancara terpisah, Haley mengatakan bahwa AS sedang menyiapkan sanksi baru bagi Rusia atas dukungannya yang berkelanjutan kepada Presiden Suriah Bashar-al Assad. Sanksi akan diumumkan oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada hari Senin, kata Haley di CBS.

Haley juga mengesampingkan perundingan langsung antara Presiden Assad dan AS mengenai krisis Suriah. Menurut dia Suriah sejauh ini menolak untuk mengambil bagian dalam negosiasi multilateral sebagai bagian dari proses politik yang difasilitasi oleh PBB. Suriah, katanya, tidak “layak” untuk pembicaraan langsung dengan Washington.

Semenetara Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia telah meyakinkan Trump untuk mempertahankan pasukan di Suriah. “Kami meyakinkannya bahwa perlu untuk tetap di sana. Kami memiliki legitimasi internasional untuk bertindak dalam kerangka ini,” kata Macron dalam wawancara yang disiarkan oleh BFM TV, radio RMC dan berita online Mediapart.

“Kami memiliki tiga anggota Dewan Keamanan (PBB) yang telah melakukan intervensi.”

Hubungan antara Moskow dan Washington tegang setelah AS, Inggris, dan Prancis melakukan serangan terhadap tempat yang diduga fasilitas kimia pemerintah Assad, Sabtu pagi. Rusia telah menjadi pendukung utama pemerintah Assad sejak perang Suriah dimulai lebih dari tujuh tahun lalu.

Serangan itu terjadi seminggu setelah dugaan serangan kimia mematikan di daerah pinggiran Damaskus yang dikuasai pemberontak di Douma. The White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil lokal, menuduh pemerintah Assad melakukan serangan gas, yang diyakini telah membunuh 85 warga sipil, termasuk anak-anak, dan melukai ratusan lainnya.

AS dan sekutunya mengatakan mereka memiliki bukti bahwa serangan kimia telah  dilakukan oleh pasukan Assad.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru