Sunday, July 12, 2020
Home > Headline > Gerakan Peluk Muslim Untuk Atasi Islamofobia di Kanada dan Amerika

Gerakan Peluk Muslim Untuk Atasi Islamofobia di Kanada dan Amerika

Gerakan pelum muslim di Kanada

Gerakan pelum muslim di Kanada | Muslim bukan teroris

Toronto, Mimbar-Rakyat.com — Di kota Toronto, Kanada serta di Amerika muncul sebuah gerakan peluk muslim untuk mengatasi Islamofobia atau ketakutan terhadap Islam yang semakin marak di dunia barat.

Di salah satu sudut kota itu, seorang pria dengan mata ditutup dan tangan terentang lebar berdiri di antara dua papan berisi dua pernyataan yang tentunya pesan yang ingin dia sampaikan kepada para penduduk setempat bahkan dunia.

Di papan pertama terlihat tulisan “Saya seorang Muslim, saya mendapat cap sebagai seorang teroris”. Sedangkan pada papan kedua tertulis “Saya memercayai Anda, apakah Anda memercayai saya? Beri saya satu pelukan”.

Serangkaian foto dan video terkait gerakan ini tersebar luas di berbagai situs pertemanan / media sosial, dan masyarakat duniapun melihat pria tersebut mendapatkan banyak pelukan.

Gerakan yang merupakan bagian dari sebuah proyek bernama Blind Trust Project itu merupakan inisiatif atau ide dari tiga mahasiswa Kanada. Ternyata, gerakan di Kanada itu menginspirasi aksi serupa di New York, Jerman, Swedia, dan Norwegia.

Di New York, seorang pengguna YouTube, Karim Metwaly, mencoba peruntungannya di tengah-tengah kota yang super sibuk ini.

Di saat pundaknya mulai lelah dan bergetar, akhirnya Karim mendapatkan hadiahnya, dan tak hanya satu, tetapi banyak pelukan dari warga New York.

“Saya bahagia melihat seorang Yahudi memeluk seorang Muslim, sungguh mencerahkan hari saya! Video yang indah Karim, Tuhan memberkatimu,” demikian salah satu komentar dalam akun YouTube milik Karim.

Para mahasiswa yang memotori proyek ini mengatakan kepada The Huffington Post Kanada bahwa mereka tidak menyangka hasil positif yang mereka peroleh.

Maaz Khan, salah seorang mahasiswa yang mencetuskan ide itu bersama kedua kawannya, Mustafa Mawla dan Asoomii Jay, mengatakan bahwa ide untuk menutup mata Mawla dan meminta pelukan muncul saat mereka sedang membuat sebuah video.

“Siapa pun bisa memukul dia (Mawla), atau menyakitinya. (Oleh karena itu) sangat menyenangkan ketika melihat orang-orang masih bisa berbuat baik,” kata Khan.

Khan mengaku sangat bahagia bisa mengirimkan sebuah pesan positif dalam suasana yang dihantui Islamofobia yang memicu banyak aksi vandalisme, seperti perusakan masjid di Alberta, Kanada; atau pembunuhan seorang imigran Irak di AS.

“Kami menutup matanya agar dia tak melihat siapa yang memeluknya. Itu menandakan kami terbuka untuk setiap orang,” tambah Khan

(Mr/Kps)

One thought on “Gerakan Peluk Muslim Untuk Atasi Islamofobia di Kanada dan Amerika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru