Tuesday, November 12, 2019
Home > Kota > Geger Daging Celeng Ahok Punya Resep

Geger Daging Celeng Ahok Punya Resep

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) Bakso daging celeng bukan hal baru. Geger tertangkapnya penjual bakso berdaging celeng di Tambora ini adalah yang kesekian kalinya di ibu kota. Bahkan saking nge-tren nya isu daging celeng ini pernah dibuat alibi oleh para koruptor daging sapi yang melibatkan mantan presiden PKS Lutfi hasan Ishak untuk mencari peluang mencari kuota impor daging.

Sutiman Wasis Utomo penjual bakso daging celeng yang tertangkap ternyata telah mengedarkan barangnya sejak lama ke sejumlah pedagang bakso lain. Sehingga baksonya dipastikan telah beredar meluas pada konsumennya.       

Kapolsektro Tambora, Komisaris Dedy Tabrani mengatakan, dari hasil penyelidikannya, Sutiman Wasis Utomo (45) telah menjual daging celeng ke sedikitnya ada lima pedagang bakso..Dari segi bentuk, daging celeng yag dijual Wasis hampir sama dengan daging sapi.

“Perbedaannya dengan daging sapi segar, yakni setelah dimasak aroma baunya dirasakan berbeda. Kondisi daging babi juga lebih lembek dan sudah dalam keadaan dibekukan. Memang ada kemiripan dengan daging sapi. Tapi ketika dihidangkan, menurut pembeli rasanya lebih gurih,” terang Dedy.

Wakil Gubernur DKI mengatakan pengawasan, peredaran daging illegal ini bukan tidak dilakukan tetapi memang para pemain daging celeng lebih cerdik. Ahok mengatakan akan meminta Dinas Peternakan untuk lebih ketat melakukan pengawasan. “Memang ini harus dicek satu per satu di lapangan,” ujarnya.

Resep Ahok

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok punya tip untuk membedakan daging celeng dan sapi. “Saya sih enggak tahu, tapi ini tips dari teman,” kata Ahok di Balai Kota.

“Kalau bumbunya sembarangan atau salah bumbu terus dimakan enak itu berarti daging celeng,” ujar Ahok berseloroh. Nah sebaliknya, menurut Ahok, daging sapi jika salah bumbu pasti merusak rasa.

Menurut Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, Pangihutan Pangihutan, instansinya mendapat laporan tentang penjualan daging celeng di di Jalan Pekojan III Tambora, Jakarta Barat. Penjualnya bernama Sutiman Wasis Utomo, 55 tahun. “Laporannya pekan lalu, dan langsung kami tindaklanjuti,” kata Pangihutan.

Sutiman selama ini dikenal sebagai pengusaha rumahan yang menjual bakso olahan untuk penjual bakso keliling. Sehari setelah laporan masuk, seorang pegawai Suku Dinas Peternakan membeli bakso tersebut dan memeriksanya di laboratorium. Hasil pemeriksaan menyatakan daging bakso itu mengandung daging babi hutan atau celeng. 

Kepada para anggota tim pengawasan dari Suku Dinas Peternakan, Sutiman mengaku membeli daging tersebut dari seorang lelaki bernama John, yang berdomisili di Cengkareng, Jakarta Barat. Anggota tim saat ini sedang melacak arus distribusi bakso olahan Sutiman.

Atas perbuatan tersebut, Dinas Peternakan melaporkan Sutiman ke Polsek Penjaringan. Dia dijerat Pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Sutiman dianggap menipu konsumen karena tak menyebutkan bahan baku sebenarnya dan mengabaikan standar kesehatan. “Dia melanggar karena tak melewati proses pengawasan dengan menggunakan babi dari rumah potong dan berterus terang kepada pembeli,” kata Pangihutan (AL)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru