Monday, November 18, 2019
Home > Berita > Gatot Nurmantyo Tetap Optimis Ikut Pilpres 2019

Gatot Nurmantyo Tetap Optimis Ikut Pilpres 2019

Gatot Nurmantyo dan Fahri Hamzah. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI namanya terus disebut-sebut sebagai bakal calon (balon) presiden pada Pilpres 2019 meski belum ada parpol yang mengusungnya.

“Pasti ikutlah Pilpres 2019. Saya harus optimis. Saya berserah diri kepada Allah SWT karena yang menentukan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia tahun 2019 adalah Allah SWT,” kata Gatot di sela-sela acara buka puasa di rumah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Jakarta, Jumat (25/5) petang.

Gatot juga meminta publik bersabar untuk mengetahui parpol apa yang akan menjadi kendaraan politiknya hingga detik-detik terakhir pendaftaran Capres-Cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pendaftaran capres dibuka pada 4-10 Agustus 2018.

“Politik ini kan cair. Kita yakin, kita tunggu saja. Berdoa. Yang menentukan finalnya adalah pada 10 Agustus 2018 jam 23:59,” katanya.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengundang Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo untuk berbuka puasa bersama di rumah dinasnya, di Jakarta.

Acara tersebut juga dalam rangka pertemuan alumni KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang diisi dengan Dialog Kebangsaan bertema “Umat Islam dan Masa Depan Persatuan Indonesia”.

Sebagai pimpinan Korp Alumni KAMMI, Fahri sengaja mengundang Gatot Nurmantyo untuk memberi wejangan tentang proxi war, yakni perang ketika lawan kekuatan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berkelahi satu sama lain secara langsung.

Menurut Fahri, Gatot diminta bicara proxy war karena punya sejarah proxy war. Apalagi, sejak awal yang bersangkutan selalu mendiskusikan tentang tema itu.

Fahri mengungkapkan, kita terpecah kemungkinan karena adanya proxy war itu, kita diadudomba dan tidak sadar.

“Dan rasanya kita perlu mengkritisi fakta bahwa ada kemungkinan kita diadu domba dan kadang-kadang kita nggak sadar. Maka kami (alumni KA KAMMI) meminta beliau memberikan ceramah tentang sejarah pemikirannya tentang proxy war,” kata Fahri, Sabtu (26/5).

Menurut Fahri, semua elemen masyarakat perlu menyadari tentang pentingnya persatuan nasional. “Nah, itulah yang unik dari Pak Gatot, saya kira beliau selalu keluar dari melihat gambar besarnya,” ujar politisi dari PKS itu.

Sebab, yang dikhawatirkan semua, salah satu yang Gatot sering katakan “jangan sampai ada perasaan tidak nyaman, karena isu-isu ini”. Karena isu terorisme harus dipindahkan dari problem identitas seolah-olah ada persoalan diantara elemen bangsa ini.

“Tapi security system dari suatu bangsa. nah beliau (Gatot) ini pasti mengerti bagaimana mendisain security system kita sacara nasional. Karena itu lah kita ingin mendengar pendahuluan-pendahuluan,” kata Fahri. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru