Saturday, December 07, 2019
Home > Internasional > FPA Tuduh Tentara Isreal

FPA Tuduh Tentara Isreal

MIMBAR RAKYAT (Jerusalem) – Persatuan Wartawan Asing (FPA)  Minggu menuduh tentara Israel   “sengaja menargetkan” para wartawan setelah tentara menembakkan peluru karet dan   melemparkan granat kejut pada wartawan foto yang beridentitas  jelas sebagai pers. 

Memalui satu pernyataan, kelompok berbasis di Tel Aviv, yang mewakili semua media wartawan asing, termasuk AFP, mengatakan bahwa pasukan negara Yahudi itu secara langsung menargetkan sekelompok fotografer yang sedang meliput  pertempuran di persimpangan Qalandia antara Yerusalem dan Ramallah. 

“Pada Jumat sore, pasukan Israel melemparkan granat setrum kepada wartawan foto  FPA saat mereka meninggalkan Qalandia. Para anggota FPA telah angkat tangan mereka, menunjukkan kepada pasukan bahwa  mereka meninggalkan tempat itu di mana titik granat dilemparkan dari jarak dekat langsung di belakang mereka,” katanya seperti diberitakan kantor berita transnasional. 

Sebelumnya seorang fotografer freelance Italia yang meliput  insiden yang sama hampir dihantam wajahnya oleh peluru karet,”  katanya.

“Untungnya fotografer sedang mengambil gambar pada saat itu sehingga peluru karet tersebut menghancurkan kameranya bukan kepalanya. Semua fotografer bersangkutan mengenakan jaket yang jelas bertanda dan helm,” kata FPA.

“Tidak ada pertanyaan bahwa pasukan secara langsung menargetkan wartawan.”
Tentara mengatakan dalam jawaban tertulis atas pertanyaan AFP bahwa pihaknya  telah menanggapinya dengan selayaknya setelah pengunjuk rasa melemparkan bom api dan batu kepada mereka.

 “Sepanjang provokasi, wartawan foto yang terlihat berdekatan dan berada di tengah-tengah para perusuh, menempatkan diri mereka dalam risiko,” katanya.

Tentara awalnya berpendapat insiden itu melibatkan wartawan freelance Italia yang kedapatan  bahwa “peluru karet menghantam  kamera wartawan foto itu, yang berada di sekitar kekerasan demonstran, dan bukan secara sengaja ditembakkan ke arah dia, tetapi maksudnya untuk membubarkan  kerusuhan, ditujukan untuk membubarkan protes,” katanya. (KB) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru