Tuesday, November 12, 2019
Home > Hukum > Fitnah Itu Lebih Kejam Dari Pembunuhan ,Samad Difitnah Samad Membantah

Fitnah Itu Lebih Kejam Dari Pembunuhan ,Samad Difitnah Samad Membantah

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta)  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad  menyangkal adanya foto-foto mesra yang mirip wajahnya dengan seorang perempuan mirim Feriyani Liem di ranjang. Foto-foto ini sudah beredar di jaringan media sosial sejak Ahad, 1 Februari 2015:

Menurut dia, foto-foto dengan seorang perempuan bernama Feriyani Lim itu merupakan hasil rekayasa.

Ini merupakan “foto mesra” kedua yang mirip dengan sosok Abraham. Beberapa waktu lalu, beredar foto mesra mirip Abraham dengan Puteri Indonesia 2015, Elvira Devinamira. Abraham juga membantah keras adanya foto-foto tersebut.Hujan firnah telah mendera lembaga ani korupsi yang sedang mengusut kasus calon Kapolri.

Hujan firnah ini dibaca masyarakat sebagai genmpuran kepada KPK yang saat ini menangani kasus Budhi Gunawan calon Kapolri yang tetapkan statusnya sebagai tersangka oleh KPK.

Dia mengatakan tim forensik KPK juga sudah meneliti lebih jauh keabsahan foto-foto tersebut. Abraham menunjukkan hasil analisis foto dari tim forensik. Samad mengklaim dalam foto dengan pengusaha garmen asal Pontianak itu banyak kejanggalan.

Di antara kejanggalan tersebut adalah laki-laki yang foto dengan Feriyani itu lengannya terlihat kekar. “Ahli forensik kami sudah memberi telaah yang cukup. Badan laki-laki itu berbeda, laki-laki itu berotot, saya tidak,” ujar Abraham.

 Abraham Samad menggelar konferensi pers terkait dengan pemberitaan yang meluas di media massa selama beberapa waktu terakhir. Dia pun membantah semua tudingan termasuk foto dirinya dengan sejumlah orang.

“Penyebaran foto-foto yang mungkin bisa dilihat menunjukkan foto-foto saya dengan perempuan, itu rekayasa. Saya adalah laki-laki yang dibesarkan di keluarga yang menjunjung tinggi moral. Tim forensik KPK sudah menelusuri lebih jauh keabsahan foto-foto ini dan berhasil mengindentifikasi bahwa foto-foto ini adalah hasil rekayasa,” kata Samad di Gedung KPK, Senin (2/2/2015).

Tak hanya itu, Samad juga membantah bahwa dirinya memiliki keterkaitan dalam setiap foto yang tersebar di media. Ia pun menyebutkan foto saat dirinya bersama dengan anak seorang purnawirawan jenderal

Feriyani Liem

Lantas apa kata Feriyani Lim? Feriyani, melalui pengacaranya Haris Septiansyah, mengatakan, pihaknya enggan mengomentari foto tersebut. “Kalau foto ya bisa tanya pakar telematika. Mereka bisa menelusurinya,” kata Haris.

Adapun Feriyani adalah wanita yang melaporkan Samad terkait dengan urusan dugaan pemalsuan administrasi untuk pembuatan paspor. “Tadi malam ada seorang wanita, Feriyani Lim, melaporkan ke Bareskrim,” kata juru bicara Mabes Polri, Komisaris Besar Rikwanto, Senin, 2 Februari 2015.

Pemalsuan dokumen itu, ujar Rikwanto, antara lain pembuatan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. Peristiwa itu terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 2007. “Namun baru dilaporkan sekarang,” ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Lebih jauh, Samad juga mengklarifikasi informasi yang dibuat oleh Plt Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto terkait pertemuan dirinya dengan petinggi PDI-P. Samad mengakui, dirinya banyak bertemu petinggi parpol.

“Pertemuan saya dengan politisi, para elite politik, baik dalam kegiatan formal maupun informal. Saya tidak membantah bahwa nama saya sempat digadang-gadang sebagai cawapres, tetapi sama sekali tidak ada inisiatif dari saya untuk mencalonkan diri. Saya sama sekali tidak pernah menjanjikan atau membantu penanganan salah satu kasus yang sedang ditangani KPK. Ini ujian bagi integritas saya dan integritas KPK,” kata Samad.

Fitnah

Dalam bahasa sehari-hari kata ‘fitnah’ diartikan sebagai penisbatan atau tuduhan suatu perbuatan kepada orang lain, dimana sebenarnya orang yang dituduh tersebut tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan. Maka perilaku tersebut disebut memfitnah. Tapi apakah makna ‘fitnah’ yang dimaksud di dalam Al Qur’an itu seperti yang disebutkan itu?

Di dalam Al Qur’an surat Al Baqoroh (2) ayat 191 tercantum kalimat “Wal fitnatu asyaddu minal qotli….” yang artinya

“Dan fitnah itu lebih dahsyat  (dosanya) daripada pembunuhan.”

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, dalam Kitab Tafsirnya  bahwa Imam Abul ‘Aliyah, Mujahid, Said bin Jubair, Ikrimah, Al Hasan, Qotadah, Ad mengartikan “Fitnah” ini dengan makna “Syirik”. Jadi Syirik itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan.

.Kemudian juga di surat Al Baqoroh (2) ayat 217, disebutkan “Wal fitnatu akbaru minal qotli…” yang artinya:”Fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan…”

Tak ada satupun ayat di dalam Al Qur’an yang mengartikan kata “fitnah” dengan arti sebagaimana yang dipahami oleh orang Indonesia, yakni menuduhkan satu perbuatan yang tidak dilakukan oleh orang yang dituduh. Kata ‘fitnah’ di dalam Al Qur’an memang mengandung makna yang beragam sesuai konteks kalimatnya. Ada yang bermakna bala bencana, ujian, cobaan, musibah, kemusyrikan, kekafiran, dan lain sebagainya. Maka memaknai kata ‘fitnah’ haruslah dipahami secara keseluruhan dari latar belakang turunnya ayat dan konteks kalimat , dengan memperhatikan pemahaman ulama tafsir terhadap kata tersebut.

Nah dalam kasus Abraham Samad ini kejadian-kejadian beruntun yang bertujuan menghancurkan eksitensi KPK  sangat bisa diartikan sebagai ujian, cobaan atau azab bahkan musibah . Ini ujian bagi integitas saya, : kata Abraham Samad. (ais)

 

 

2 thoughts on “Fitnah Itu Lebih Kejam Dari Pembunuhan ,Samad Difitnah Samad Membantah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru