Sunday, December 09, 2018
Home > Berita > Ferry Juliantono Nilai Soal Kata ‘Tabok’ Reaksi Berlebihan

Ferry Juliantono Nilai Soal Kata ‘Tabok’ Reaksi Berlebihan

Ferry Julintono. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Ferry Juliantono, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai reaksi Presiden Jokowi yang mengaku diserang berita bohong atau hoax sangat berlebihan.

Bahkan, menurutnya, hal tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat Kepala Negara. “Terus terang kalimat ‘Mau saya tabok’ yang dikeluarkan Jokowi itu sangat tidak pantas. Apalagi dia Presiden,” ucap Ferry dalam keterangannya, Sabtu (24/11/2018).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga membandingkan reaksi Jokowi dengan calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang kerap menjadi korban berita bohong sejak awal maju dalam kancah politik nasional.

“Bagaimana rasanya jika Jokowi jadi Prabowo yang selalu difitnah? Difitnah sebagai dalang kerusuhan 98, difitnah menculik dan membunuh aktivis? Itu sejak lama loh. Lawan-lawan politiknya memfitnah seperti itu,” kata Ferry.

Ferry mengaku bingung dengan hal ini. Sebab, Prabowo yang besar dari kalangan militer saja seharusnya lebih reaktif dari Jokowi yang berasal dari sipil jika berhadapan dengan masalah tersebut.

“Pak Prabowo itu kan bisa saja lebih keras, lebih reaktif karena latar belakang militer. Tapi kenapa Jokowi yang lebih galak?” ujarnya.

Lebih jauh, Ferry pun menjelaskan reaksi Prabowo yang mengklaim jika kalimat pidatonya sering disalah artikan oleh lawan politiknya selama kampanye.

“Soal tampang Boyolali, ojek online, itu kan substansinya Pak Prabowo mau berjuang membantu kondisi mereka. Tapi malah dipelintir seakan beliau menghina. Ini jahat sekali,” katanya.

“Bayangkan jika Jokowi yang mendapat perlakuan semacam Pak Prabowo. Mungkin bukan mau nabok lagi dia, Jokowi mungkin mau banting orangnya,” tandas Ferry Juliantono.

Sebelumnya, Jokowi mengeluh soal isu PKI yang dilekatkan kepada dirinya. Keluhan itu diungkapkan saat tengah membagi-bagikan sertifikat tanah di Lampung Tengah.

Jokowi mengaku telah bersabar selama empat tahun dengan isu tersebut. Kali ini, dia berujar ingin mencari siapa penyebar rumor itu dan menabok pelakunya.

“Ini yang kadang-kadang haduh, mau saya tabok orangnya di mana, saya cari betul,” kata Jokowi.

Penggunaan ungkapan sarkasme tabok oleh Presiden Jokowi menuai polemik. Lawan politiknya dari Gerindra, mengkritik keras pernyataan itu, dan menyebutnya bahwa Jokowi sudah tak punya lagi bahan kampanye.

“Kami melihat, dan bertambah yakin bahwa pihak kubu Jokowi, sudah kehabisan cara dalam kampanye, sekarang menggunakan modus yang aneh aneh,” tambah Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono. (p/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru