Wednesday, July 17, 2019
Home > Berita > Es cendol dan bakso santapan favorit Lebaran di Melbourne

Es cendol dan bakso santapan favorit Lebaran di Melbourne

Masyarakat Indonesia santap bersama di KJRI Melbourne, Australia, usai solat Idul Firti 1348 H, Jumat. (laila)

MIMBAR-RAKYAT.com (Melbourne) – Es cendol dan bakso merupakan santapan yang mudah ditemukan di berbagai kawasan di ibukota Jakarta maupun kota lain di Indonesia, tapi terasa amat berbeda ketika menemukannya Jumat pagi di KJRI Melbourne.

Apalagi bagi masyarakat Indonesia yang sudah lama bermukim di kota Australia itu, negara empat musim yang kini sedang memasuki musim dingin.

Jika bukan karena Hari Raya Idul Fitri 1438 H yang jatuh pada Minggu (25/6-2017), mungkin sekitar lima ratus orang Indonesia yang hadir saat itu, tidak kunjung berkumpul untuk minum es cendol dan makan bakso bareng di Melbourne.

Makan cendol dan bakso bareng tersebut berlangsung dalam acara halal bihalal yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne, Australia, usai sholat Idul Fitri di pelataran halaman gedung KJRI di 72 Queens Road, Melbourne.

Bakso siap disantap di KJRI Melbourne. (laila)

Baik para pelajar, warga yang berstatus permanent resident, hingga warga negara Australia berkumpul untuk bersilaturahim dan memupus kerinduan kampung halaman, termasuk ingin mencicipi makanan khas Indonesia.

Tapi jangan salah, selain es cendol dan bakso, terdapat pula penganan lain yang membuat air liur menetes. Why? Di bagian lain meja, ada lontong sayur dan makanan prasmanan seperti telor balado, rendang, semur daging dan lainnya.

“Semua terasa nikmat santap pagi ini. Alhamdulillah. Pokoknya mantap, sedaap,” terdengar celoteh mahasiswi University of Melbourne, Meilani Saeciria. Ah, matanya masih terarah ke meja-meja lain yang memuat beragam penganan itu.

Tidak ketinggalan juga jajanan kuliner pasar khas nusantara, seperti kue lapis legit dan berbagai kue kering. Tidak hanya orang Indonesia yang menikmatinya, pun demikian dengan beberapa warga negara Australia yang hadir dalam kesempatan itu.

Konsul Jenderal RI di Melbourne, Dewi Savitri Wahab (dua dari kiri) bersama keluarganya. Paling kiri mahasiswi Indonesia di Australia, Nur Laila Lubis. (laila)

 

Melbourne merupakan kota  dengan jumlah penduduk kedua terbanyak di Australia setelah Sydney.

Beberapa waktu lalu Melbourne sempat dihebohkan dengan peristiwa terorisme di daerah Brighton yang mengakibatkan satu warga sipil meninggal dunia dan tiga orang polisi luka-luka.

Menanggapi peristiwa tersebut, pada halal bihalal Minggu, Konsul Jenderal RI di Melbourne, Dewi Savitri Wahab, mengharapkan agar warga Indonesia yang berada di Melbourne dapat saling menghargai berbagai hal satu sama lain, termasuk menghargai perbedaan.

Sebagian mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di Melbourne. (L)

“Teman-teman muslim di sini sangat menghargai perbedaan, jadi kita hidup rukun dan berdampingan secara damai, baik sesama muslim serta dengan yang non-muslim,” kata Dewi.

“Kita harus mempertahankan kerukunan yang sudah dimulai oleh pendahulu kita,” ujarnya. (Laila/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru