Friday, February 28, 2020
Home > Berita > Erdogan Pastikan Pada Trump, Turki Siap Ambil Alih Manbij dari Suriah

Erdogan Pastikan Pada Trump, Turki Siap Ambil Alih Manbij dari Suriah

Donald Trump dan Erdogan. (Foto: Dokumentasi AP/Al Jazeera)

Donald Trump dan Erdogan. (Foto: Dokumentasi AP/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Ankara) – Turki siap mengambil alih keamanan di Manbij, sebuah kota di timur laut Suriah yang dikuasai pasukan Kurdi dimana empat personel AS tewas dalam pemboman pekan lalu. Kesiapan Turki itu telah disampaikan Presiden Recep Tayyip Erdogan kepada mitranya Amerika Serikat Donald Trump dalam percakapan telepon.

Pernyataan dari kepresidenan Turki, seperti dilaporkan Al Jazeera, menyebutkan bahwa Erdogan, Minggu (20/1) waktu setempat mengatakan kepada Donald Trump bahwa serangan di Manbij adalah provokasi oleh Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai kelompok ISIS) untuk mempengaruhi ekspektasi penarikan pasukan AS dari perang Suriah.

Trump pada 19 Desember lalu menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera menarik 2.000 tentaranya dari Suriah timur laut, karena ISIL telah dikalahkan.   Kekalahan ISIL itu tidak diyakini oleh banyak pakar keamanan dan penasihat kebijakan.

Terletak di dekat perbatasan dengan Turki, Manbij telah muncul sebagai titik fokus ketegangan setelah keputusan Trump untuk menarik pasukan AS yang kehadirannya secara efektif menghalangi Ankara menyerang pejuang Kurdi, sekutu utama Washington dalam perangnya melawan ISIL.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS, sebuah milisi yang bersekutu dengan YPG Kurdi yang didukung Washington, merebut kota itu dari ISIL pada 2016. Ankara memandang YPG sebagai kelompok “teroris” dan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang yang telah puluhan tahun melancarkan kampanye bersenjata separatis di Turki.

Osama bin Javaid dari Al Jazeera, melaporkan dari perbatasan Turki-Suriah, mengatakan panggilan telepon terbaru itu “pada dasarnya merupakan kelanjutan dari strategi untuk mencoba dan menjembatani kesenjangan yang telah diciptakan” setelah perang kata antara dua sekutu NATO atas dukungan Washington.

“Manbij adalah awal pertikaian antara kedua negara karena pasukan Turki ingin mengambil alih wilayah itu dan para pejuang Kurdi yang didukung AS tidak ingin memberikan kendali kepada pemerintah Turki,” tambahnya.

Gedung Putih tidak menyebutkan tawaran Erdogan untuk mengambil alih keamanan di Manbij, tetapi mengatakan kedua orang itu sepakat untuk terus mengejar penyelesaian negosiasi untuk Suriah timur laut yang memenuhi kebutuhan keamanan kedua negara.

“Presiden Trump menggarisbawahi pentingnya mengalahkan unsur-unsur teroris yang tetap ada di Suriah.” Hal itu dikatakan Sarah Sanders, juru bicara Gedung Putih, dalam percakapan telepon.

“Kedua pemimpin sepakat untuk terus mencari solusi yang dinegosiasikan untuk Suriah timur laut yang mencapai masalah keamanan kita masing-masing. Mereka juga membahas kepentingan bersama dalam memperluas hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Turki,” tambah Sanders.

Trump sebelumnya memperingatkan Turki untuk tidak menyerang pejuang Kurdi di Suriah dan  mengancam Turki dalam hal perekonomian jika itu terjadi.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan “kami tidak takut dan tidak akan diintimidasi oleh ancaman apa pun,”  lalu menambahkan “ancaman ekonomi terhadap Turki tidak akan berhasil.”

Pekan lalu, Trump menyarankan untuk menciptakan zona aman, tanpa menjelaskan lebih lanjut. SDF mengatakan pihaknya siap membantu menciptakan zona aman di tengah kekhawatiran Kurdi bahwa penarikan AS akan memberi Ankara kesempatan untuk melakukan hal baru.***(dta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru