Saturday, June 06, 2020
Home > Cerita > Cerita Khas > Eksodus : Gods and King

Eksodus : Gods and King

Film yang terinspirasi dari Kitab Keluaran (salah satu Kitab dari Perjajian Lama) ini bercerita tentang keadaan Bangsa Israel yang diperbudak di Mesir selama 400 tahun di tahun 1200 sebelum masehi. Pada waktu itu muncul 2 tokoh yang sangat berperan pada kejayaan Mesir karena jago strategi perang yaitu Ramses dan Musa, kedua orang itu bersahabat dengan akrab. 

Ramses adalah putra mahkota dari pemimpin tertinggi Mesir atau disebut Firaun sedangkan Musa adalah jendral Mesir yang sangat ahli berperang sehingga banyak memenangkan perang untuk Mesir. Karena kemampuannya, Firaun sebenarnya lebih memilih Musa untuk menggantikannya tapi hal itu tidak mungkin terjadi karena Musa bukan anaknya. 

Kenyataan lain, Musa sebenarnya bukan orang Mesir tapi sebenarnya orang Israel. Bagaimana ceritanya Musa dari bangsa budak bisa menjadi jendral Mesir? Dan bagaimana juga ceritanya bangsa Israel yang katanya adalah bangsa terpilih bisa menjadi budak di Mesir? 

Begini ceritanya :
Bangsa Israel bisa tinggal di Mesir berkat jasa seorang Nabi bernama Yusuf. Yusuf dibuang oleh kesebelas saudaranya yang iri karena Yusuf paling disayangi oleh ayah mereka yaitu Yakub. Dalam pembuangan, Yusuf akhirnya sampai di Mesir dan bekerja disana.

Karena diberkati Tuhan, Yusuf selalu berhasil dalam pekerjaanya dan juga ahli menafsirkan mimpi sehingga karirnya meningkat dengan pesat bahkan bisa menjadi wakil dari Firaun. Berkat kecerdasan Yusuf, Mesir bisa menjadi kerajaan yang jaya dan makmur.

Sutradara : Ridley Scott
Pemain : Christian Bale,Joel Edgerton,John Turturro,Aaron Paul,Ben Mendelsohn,Sigourney Weaver,Ben Kingsley
Musik : Alberto Iglesias
Tanggal rilis : 12 Desember 2014
Durasi : 150 menit

 

Berkat jasa-jasa Yusuf, Firaun mengijinkan Yusuf membawa keluarganya yang merupakan cikal-bakal bangsa Israel itu untuk tinggal di Mesir. Maka beranak-pinaklah orang Israel di Mesir dan mereka hidup tentram di sana.

Tapi nasib orang Israel di Mesir berubah setelah Yusuf wafat dan Firaun yang mempercayainya juga wafat. Firaun pengganti tidak mengenal Yusuf dan juga jasa-jasanya pada Mesir sehingga mulai timbul rasa iri dan benci pada orang Israel yang berkembang dengan pesat di Mesir. Firaun itu takut orang Israel yang tadinya berjumlah sedikit di Mesir (minoritas) makin bertambah banyak sehinga menyaingi orang-orang Mesir sendiri. Sejak saat itu orang Israel ditindas dengan cara dijadikan budak dan disuruh melakukan pekerjaan berat seperti membangun bangunan-bangunan yang megah bagi orang Mesir.

Berkat perlindungan Tuhan, semakin dibenci dan ditindas, orang Israel malah semakin bertambah banyak maka Firaun melakukan hal yang lebih kejam yaitu menyuruh bidan-bidan untuk membunuh bayi laki-laki Israel yang baru saja dilahirkan. Pada waktu itu seorang bayi laki-laki Israel berhasil selamat dari pembunuhan dan bisa disembunyikan sehingga tetap hidup sampai umur 3 bulan. Tapi orangtua bayi itu merasa tidak mampu lagi menyembunyikannya sehingga membungnya ke Sungai Nil dalam sebuah keranjang. Di Sungai Nil, bayi itu ditemukan oleh putri Firaun lalu diadopsi menjadi anak dan diberi nama Musa yang berarti “diselamatkan dari air”.

Begitulah ceritanya Musa dari bangsa budak bisa menjadi bangsawan Mesir dan karena kecakapannya bisa menjadi Jendral.

Pada awalnya Musa sendiri tidak tahu bahwa di adalah seorang Israel sampai pada suatu ketika Musa berkunjung ke pemukiman orang Israel yang sedang disuruh untuk membuat bangunan megah. Pada saat itu ada seorang laki-laki tua pemimpin Israel bernama Nun yang mengenali Musa sebagi orang Israel dan yakin bahwa Musa adalah utusan Tuhan untuk membebaskan Bangsa Israel. Nun lalu memberi tahu Musa.

Musa tentu saja tidak percaya bahwa dirinya adalah seorang Israel tapi perlahan Musa percaya karena ketika Musa menemui Nun, Musa tidak memakai pakaian Mesir sehingga 2 penjaga budak langsung mengenalinya sebagai orang Israel dan akan menangkap Musa. Musa tentu saja melakukan perlawanan bahkan akhirnya bisa membunuh 2 penjaga budak itu.

Lebih celaka lagi, Ramses yang telah menjadi Firaun karena menggantikan ayahnya yang sudah mati akhirnya tahu jati diri Musa karena diberitahu mata-matanya. Firaun Ramses sebenarnya tidak memperdulikan riwayat Musa karena Musa adalah sahabat karib sekaligus saudara tirinya, dan Musa sudah banyak berjasa bagi Mesir.Tapi Ramses tidak bisa menerima perbuatan Musa yang membunuh 2 orang Mesir penjaga budak, maka Ramses mengusir Musa dari Mesir ke padang gurun.

Tapi ternyata Ramses masih ada rasa persahabatan dengan Musa sehingga diam-diam membekali Musa dengan sebuah pedang. Pedang itu ternyata sangat berguna karena ibu Ramses yang sangat benci pada orang Israel itu diam-diam juga menyuruh 2 orang untuk membunuh Musa di padang gurun. Dengan pedang pemberian Ramses, Musa bisa membela diri dari 2 orang pembunuh itu.

Pedang pemberian Ramses itu juga bisa membantu Musa mendapatkan jodoh karena di sebuah oase Musa bisa menolong seorang perempuan Midian bernama Zipora yang tidak bisa mengambil air karena dicegah oleh seorang gembala. Dengan pedangnya, Musa bisa mengusir gembala itu.

Berkat jasanya, orang tua Zipora yang merupakan seorang Imam Midian mengijinkan Musa menikah dengan Zipora. Sejak saat itu Musa tinggal di perkampungan Midian dan menjadi penggembala domba. Dengan Zipora, Musa mempunyai anak bernama Gersom.

Siapakah Orang Midian itu? Sebenarnya orang Midian masih kerabat dengan orang Israel karena orang-orang Midian adalah keturunan Abraham dengan salah seorang istrinya yaitu Ketura. Abraham memang mempunyai 2 istri lagi yaitu Sarai dan Hagar. Sarai melalui salah satu cucunya yang bernama Yakub menurunkan bangsa Israel sedangkan Hagar menurunkan Bangsa Arab.

Tuhan menepati janjinya pada Abraham yaitu keturunannya akan sangat banyak seperti bintang di langit.

Kembali ke cerita tentang Musa. Karena sudah hidup dengan tentram bersama keluarganya selama 9 tahun, Musa sudah mulai melupakan bangsanya yang masih menderita di Mesir, sampai akhirnya Malaikat Tuhan mendatangi Musa. Malaikat Tuhan itu mengutus Musa untuk membebaskan bangsanya maka Musa meninggalkan keluarganya di tanah Median untuk kembali ke Mesir.

Sesampainya di Mesir, Musa menemui Nun dan menyatakan kesediaannya untuk berjuang. Nun menyambut baik dan mengenalkan Musa dengan kakak kandungnya yaitu Harun yang akan membantu perjuangan.

Dengan keahliannya sebagai seorang jendral, Musa secara diam-diam melatih pemuda-pemuda Israel untuk berperang. Setelah siap, Musa bersama pemuda-pemuda Israel itu melakukan perang secara gerilya melawan Mesir. Hal itu tentu saja kurang efektif karena dibanding pasukan Mesir, pasukan Musa kalah dalam jumlah tentara dan persenjataan.

Lebih menyedihkan lagi, tentara-tentara Mesir masuk ke perkampungan orang Israel untuk mencari Musa. Orang Israel yang menjawab tidak tahu ketika ditanya tentang keberadaan Musa langsung dihukum gantung. Tiap hari pasti ada orang Israel yang digantung. Maka Tuhan kembali mengutus malaikatnya untuk memberi tahu Musa agar mengubah strateginya.

Berdasarkan petunjuk Malaikat Tuhan, Musa mengubah strateginya dengan menemui Ramses. Musa meminta Ramses agar membiarkan Bangsa Israel keluar dari Mesir atau Bangsa Mesir akan mendapat hukuman dari Tuhan.

Ramses menolak permintaan Musa dan ternyata Tuhan benar-benar menghukum Bangsa Mesir yang sukanya menindas kaum minoritas dan lemah itu. Bangsa Mesir mengalami 9 bencana yang mengerikan dan aneh yaitu : Sungai di Mesir airnya berubah jadi darah dan ikannya mati sehingga berbau busuk, jutaan katak keluar dari Sungai Nil lalu menyerang orang Mesir, debu berubah jadi nyamuk, serangan dari lalat, hewan-hewan ternak mati, penyakit kulit yang menjijikkan, hujan es, serangan dari belalang dan semua cahaya hilang sehingga tinggal kegelapan.

Yang lebih aneh lagi, bencana-bencana itu hanya menimpa orang Mesir dan tidak menimpa orang Israel padahal mereka tinggal di wilayah yang sama. Walaupun begitu, Ramses tetap keras kepala dan tetap tidak mengijinkan orang Israel untuk pergi dari Mesir. Sampai akhirnya muncullah bencana ke-10.

Pada bencana kesepuluh, seluruh anak laki-laki sulung di tanah Mesir baik manusia atau binatang mati, tetapi lagi-lagi bencana itu hanya menimpa orang Mesir dan binatang peliharaannya sedangkan orang-orang Israel dan ternaknya selamat. Ramses akhirnya menyerah karena anak laki-laki sulungnya yang masih bayi juga ikut mati. Ramses akhirnya mengijinkan orang Israel pergi dari Mesir (lebih tepatnya mengusir).

Maka Musa memimpin sekitar 400 ribu orang Israel untuk melakukan perjalanan atau exodus keluar dari Mesir.

Tetapi setelah orang-orang Israel pergi, Firaun Ramses merasa menyesal sehingga membawa semua bala tentaranya untuk mengejar orang-orang Israel. Firaun dan pasukannya jelas bisa mengejar karena mereka naik kereta kuda sedangkan orang-orang Israel hanya berjalan kaki. Sampai akhirnya orang-orang Israel berada pada posisi terdesak karena sampai di tepi laut merah.

Tuhan kembali melindungi bangsa Israel karena muncul topan badai dan ombak besar yang menggulung Firaun Ramses dan pasukannya. Orang-orang Israel selamat karena sempat berlari ke puncak bukit.

Walaupun Ramses bisa selamat tapi ia tidak bisa lagi mengejar orang-orang Israel karena semua pasukannya mati. Maka di bawah pimpinan Musa, bangsa Israel kembali melanjutan perjalanan menuju tanah yang dijanjikan Tuhan bagi Bangsa Israel yaitu Tanah Kanaan.  (YK/FFBS/him)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru