Friday, December 06, 2019
Home > Berita > Duterte Lanjutkan Aksi, Ribuan Pengedar Narkoba Menyerah, Pengawal Walikota Ditembak Mati

Duterte Lanjutkan Aksi, Ribuan Pengedar Narkoba Menyerah, Pengawal Walikota Ditembak Mati

Ribuan pengedar dan pemakai Narkoba di Filipina menyerahkan diri. (pbs.org/reuters)

MIMBAR-RAKYAT.com (Manila) – Perang terhadap Narkoba di Filipina berlanjut, ribuan pengedar dan pengguna bergelimpangan ditembak mati, bahkan Rabu lalu di Kota Albuera enam pengawal Wali Kota Rolando Espinosa ditembak tewas oleh polisi, setelah sang wali kota dan anaknya dituding membekingi peredaran Narkoba.

Tindakan Presiden ini luar biasa, bahkan ia sendiri yang memerintahkan pengepungan ke diaman sang wali kota bahkan awal pekan ini presiden yang baru sebulan lebih menjabat itu mengeluarkan perintah tembak di tempat bagi Espinosa. Sehari sebelum terjadi tembak-menembak di Albuera, Espinosa lebih dulu menyerahkan diri.

Sang anak, Kerwin Espinosa, diakui terlibat sindikat narkoba. “Wali Kota (Espinosa) telah menyerahkan diri pada anak buah saya akibat ancaman tembak di tempat,” kata Ronald de la Rosa, Kepala Polisi Filipina seperti dilansir Sun Star.

Kerwin dikenal warga sebagai bandar narkoba di kawasan Pulau Leyte. Selama ini, karena statusnya anak wali kota, dia tak pernah tersentuh hukum. Belum diketahui di mana persembunyian Kerwin selepas anak buahnya ditembak mati polisi.

“Kerwin, jika Anda melihat siaran ini sebaiknya menyerah sekarang mengikuti jejak ayahmu,” kata Ronald.

Istana Presiden Malacanang awal pekan ini membuat geger masyarakat. Mereka mengatakan siap merilis daftar 27 nama pejabat pemerintah yang terlibat sindikat narkoba, termasuk wali kota hingga gubernur. Sebagian sosok itu sangat populer di masyarakat.

“Anda semua akan terkejut jika membaca daftar lengkapnya,” kata Salvador Panelo, anggota staf khusus Duterte.

Presiden Duterte, dulunya menjabat sebagai Wali Kota Davao, mengedepankan pemberantasan narkoba sebagai program  unggulannya. Polisi Filipina bertindak lebih brutal dibanding biasanya kepada para pengedar serta pengepul narkotika kelas teri, mirip penembakan misterius di Indonesia kurun 1980-an.

Sejak Duterte dilantik pada 30 Juni lalu, dilaporkan 402 orang tewas karena ditembak mati pasukan khusus kepolisian. Angka sumber Human Rights Watch menyatakan lebih dari 700 orang yang terbunuh akibat operasi Duterte, bahkan berbagai media menyebutkan sudah mencapai angka 2000 lebih.

Hingga Rabu, ribuan pengedar dan pemakai Narkoba menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, karena ketakutan nyawanya terbang, kendati dimana pun ia berada, seperti diberitakan laman pbs.org.

Tindakan ampuh Presiden ini, sepertinya membuat tidak  lama lagi Filipina akan bersih dari barang haram itu, walau apa pun komentar dunia.

Baca Juga  :

Presiden Duterte “No Drug” dan Sudah 2.400 Orang Tewas

Bahkan pada awal minggu ini ia bersuara lantang dan berang, ketika mengatakan ia bukan boneka Amerika bahkan akan menyumpahi Presiden Barack Obama, karena turut campur urusan dalam negeri mereka.

“Filipina negara berdaulat dan saya bertanggung jawab kepada rakyat saya, bukan kepada negara lain,” ujar Duterte, yang sehari kemudian menarik ucapannya tapi tak urung rencana pertemuannya dengan Obama di Laos harus dibatalkan Gedung Putih.  (arl)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru