Tuesday, August 21, 2018
Home > Cerita > Dunia Hanya Tipuan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Dunia Hanya Tipuan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Balada: Djunaedi Tjunti Agus

 

dunia hanya sebentar

tidak lama, hanya sedikit

akherat panjang, tak terbatas

jangan utamakan kehidupan dunia

karena itu adalah kebodohan

kejarlah amal untuk akherat

 

dunia lebih buruk dari bangkai

anak kambing mati yang cacad

lebih buruk dari kotoran

sampah yang keluar dari manusia

namun diperebutkan orang

tanpa berpikir akan akherat

 

dunia hanya tipuan

dunia ini pahit, ada batasannya

tempat singgah sementara

menjelang hijrah ke akherat

dunia tak ada harganya

lebih murah dari sayap nyamuk

tidak ada artinya, hina dina

namun banyak orang mengejarnya

 

mencintai dunia berarti mengagungkan

padahal dunia hina di mata Allah

jangan kejar kejayaan di dunia

mengejar dunia akan dapat dunia

belum tentu mendapat tempat akherat

jadikanlah dunia hanya tempat.singgah

tujuan akhir adalah akherat

 

semua harus karena Allah

jangan tertipu nafsu dunia

jangan terhalang karena dunia

karena terlalu sibuk untuk dunia

bisa tertipu dan lupa akherat

dunia seisinya tak ada harganya

 

harta dan jabatan tak ada harganya

kecuali diamalkan di jalan Allah

kejarlah ilmu untuk modal akherat

jadilah bertakwa kepada Allah

jangan terjebak oleh dunia

menjilat pejabat dan orang kaya

semua itu adalah kepalsuan

jebakan setan menuju neraka

dunia hanya tipuan

 

jangan jadikan dunia tujuan

tapi hanya tempat singgah sementara

ingatlah akherat, tujuan sebenarnya

jangan sibuk karena dunia

semua itu hanya titipan

jangan lupa tujuan sebenarnya

 

dunia itu fana

dihiasi fatamorgana, tipuan belaka

jangan larut dalam tipuan dunia

tapi manfaatkan dunia untuk beramal

jangan sampai dirusak dunia

merusak kita, merusak agama

ingat dunia penuh tipuan

 

Jakarta 300718

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru