Friday, February 28, 2020
Home > Berita > Dumolid..merasa terpisah dengan dunia nyata

Dumolid..merasa terpisah dengan dunia nyata

Dumolid, ternyata masih dijual online.

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Gejala atau pengaruh paling mengerikan dari penggunaan obat penenang jangka panjang adalah depersonalisasi, atau merasa jiwa terpisah dari raganya.

Berarti manusia sakaw tersebut merasa terpisah dari dunia nyata, sulit untuk mendeskripsikan gambaran seperti apa depersonalisasi itu, kecuali jika seseorang sudah pernah mengalaminya.

Berbagai pasien ketergantungan obat penenang sering mengatakan hal-hal seperti, “Saya tidak merasa cukup nyata,” atau, “Lengan saya tidak terasa terhubung ke tubuh saya,” atau “Ketika saya berada dalam kerumunan, saya merasa jiwa saya terlepas dari tubuh dan saya bisa melihat diri saya dan orang-orang dari luar tubuh saya.” Semua deskripsi aneh itu menunjukkan orang tersebut mengalami depersonalisasi.

Heroin, ekstasi dan shabu pernah menjadi narkoba primadona di kalangan anak muda era 90-an hingga 2000-an awal, tapi lain lagi ceritanya dengan anak-anak di zaman milenial seperti sekarang ini.

Anak-anak era modern kini lebih cenderung menyalahgunakan obat-obatan yang sebetulnya bukan murni golongan narkoba.  “Salah satunya yang sedang naik daun adalah obat Dumolid. Mereka sering mengonsumsi obat ini bersama dengan minuman bersoda, kopi, atau minuman energi demi menggenjot semangat, konsentrasi, dan kepercayaan diri,” demikian dilansir helosehat.com.

Dumolid adalah nama merek dari obat generik nitrazepam 5 mg yang termasuk ke dalam kelas obat Benzodiazepin, obat penenang. Obat dumolid adalah salah satu pilihan obat yang paling sering diresepkan untuk terapi jangka pendek guna mengobati gangguan tidur (insomnia) parah, kejang, gangguan kecemasan, dan depresi.

Nitrazepam termasuk ke dalam psikotropika golongan IV. Obat-obat golongan psikotropika sejatinya hanya bisa dikeluarkan dengan resep dokter. Ketika seseorang tanpa resep mendapatkan dan mengonsumsi obat dumolid untuk mendapatkan efek penenangnya, penggunaan berubah menjadi penyalahgunaan.

Nitrazepam 5 mg menimbulkan perasaan tenang dan relaksasi secara fisik dan mental, yang menciptakan efek ketergantungan tingkat tinggi. Sudah terbukti tidak hanya pada pasien yang diberikan resep secara ketat dan teratur, juga pada mereka yang secara ilegal menyalahgunakan obat dumolid sebagai narkotika.

Nah, aktor Tora Sudiro bersama sang istri Mieke Amalia digiring polisi setelah tertangkap menyimpan 30 butir Dumolid. Bagaimana cara kerja zat golongan benzodiazepine dengan kandungan zat aktif nitrazepam itu?

Pakar kesehatan tidur dari RS Medistra Jakarta, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT, menjelaskan bahwa Dumolid atau nitrazepam adalah sejenis obat untuk orang dengan insomnia sementara, yang   dialami masih kurang dari waktu satu bulan.

“Semua obat golongan nitrazepam kerjanya di otak,” terang dr Rimawati, yang juga seorang dokter spesialis saraf.

Cara kerja obat ini sendiri akan membuat orang merasa mengantuk dan baru akan merasakan efeknya setelah terbangun dari tidur.

Namun, bahayanya, efek samping dari penggunaan obat ini biasanya mengakibatkan kecanduan dan ketergantung pada obat.

Orang yang sudah terbiasa menggunakan obat ini akan menjadi sulit untuk tidur jika tidak mengonsumsinya terlebih dahulu. Lantas, untuk apa ada orang yang menyalahgunakan obat seperti ini?

“Penyalahgunaan obat-obatan golongan ini akan membuat orang menjadi tenang, nggak gelisah, orang mungkin lebih bisa high,” kata Rimawati seperti dilaporkan detik.com.

Tapi, ternyata psikotropika bernama Dumolid itu sudah lama dikenal kalangan para remaja era 1970-1990an di Indonesia dan bahkan telah mendapatkan paten?

Dumolid ini menjadi pusat perhatian kembali karena narkoba jenis inilah yang diduga dikonsumsi pasangan Tora Sudiro dan Mieke Amalia.

Ahli kimia farmasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol. Drs. Mufti Djusnir, MSi, Apt. mengatakan zat ini tergolong obat resmi (mengandung nitrazepam) yang digunakan untuk mengatasi depresi dan sejenisnya.

“Dumolid sudah lama dikenal di Indonesia, sejak banyaknya penyalahgunaan obat dengan nama Paten Dumolid ini, oleh kalangan remaja pada era tahun 1977 an, 1980 an sampai 1990 an,” katanya seperti disiarkan antaranews.

Seiring semakin banyaknya penyalahgunaan zat itu, maka pemerintah melarang peredarannya dan produksi dumolid dihentikan.

“Dumolid telah lama tidak diproduksi lagi oleh pabriknya. Kalau sudah tidak diproduksi, berarti izin edarnya juga sudah dicabut, dan menjadikan obat ini menjadi obat yang ilegal. Obat yang ilegal tidak boleh dijual di apotik,” tutur Mufti dengan menambahkan, pada masa lalu, zat ini bisa ditemukan di apotik, tapi kini tidak lagi dijual di apotik.

Berakibat Fatal
Meskipun obat Dumolid terbukti bermanfaat untuk sejumlah kondisi medis tertentu, obat ini dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis.

Obat penenang bekerja langsung pada sistem saraf pusat — menghasilkan efek bius dan relaksasi otot, dan tingkat kecemasan yang lebih rendah.

Gejala yang paling sering dilaporkan setelah konsumsi obat dumolid adalah merasa lebih energik, santai, dan banyak bicara.

Efek penurunan kewaspadaan dan relaksasi inilah yang dipercaya dapat meningkatkan kepercayaan diri pada pengguna obat dumolid untuk membantu mereka lebih fokus menyelesaikan suatu aktivitas, misalnya berbicara di depan publik atau presentasi penting di kampus atau sekolah.

Orang yang menyalahgunakan obat dumolid memiliki persepsi bahwa mereka bahagia, fokus, dan merasa bersemangat layaknya berada di langit ke tujuh.

Tetapi untuk orang lain, ia mungkin terlihat lesu, koordinasinya kurang, galak, dan mudah tersinggung. Orang yang menyalahgunakan obat dumolid juga mungkin memiliki memori buruk dan amnesia penuh dari beberapa peristiwa.

Obat penenang adalah obat adiktif  yang berbahaya. Semakin lama seseorang menggunakan obat ini, semakin besar kemungkinan ia membutuhkannya. Semakin lama seseorang menyalahgunakan obat Dumolid untuk obat rekreasi tanpa adanya pendosisan ketat, tubuh akan membangun toleransi terhadap efek obat ini.

Toleransi obat pada akhirnya membuat si penenggak jadi makin meningkatkan dosis lebih banyak lagi obat demi mencapai efek yang sama dari dosis sebelumnya.  Pada akhirnya, ini berujung pada ketergantungan dan penyalahgunaan dan ketergantungan, yang sering terjadi dalam waktu 4-6 minggu setelah penggunaan pertama.

Ada alasan kuat mengapa peredaran dan pendosisan obat dumolid diatur sangat ketat dalam dunia medis. Kebanyakan obat adiktif jika dikonsumsi cukup lama dapat menyebabkan depresi dan hal ini sangat umum terjadi pada obat penenang.

Semakin lama Anda menggunakan obat penenang, semakin Anda rentan mengalami kecemasan. Ini karena tubuh Anda sudah beradaptasi sepenuhnya dengan efek obat tersebut, sehingga tingkat stres dan kecemasan yang tadinya dapat ditekan secara efektif kini malah meningkat berlipat ganda, yang semakin memicu gejala depresi.

Penggunaan obat penenang juga telah lama diperdebatkan dapat mengganggu kemampuan kognitif otak untuk belajar.

Tidak hanya mengganggu kemampuan pemahaman visual-spasial, kecepatan pengolahan pikiran dan persepsi juga kemampuan untuk menyerap percakapan verbal saat sedang di bawah pengaruh obat, tetapi penurunan kemampuan ini tidak sepenuhnya kembali bahkan setelah orang tersebut menarik diri dari penggunaan obat.

Salah satu gejala yang paling mengganggu dari penggunaan obat penenang jangka panjang adalah itu tadi, ya..depersonalisasi, alias merasa terpisah dengan dunia nyata.

Baca juga: Tora Sudiro Tersangka, Sang Istri Mieke Amalia Disuruh Pulang

Ketergantungan atas obat penenang ini dapat mengakibatkan gejala sakaw dan bahkan kejang ketika obat dihentikan tiba-tiba. Ada risiko yang signifikan dari kejang, stroke, serangan jantung, atau halusinasi jika Anda berhenti mengonsumsi dumolid secara tiba-tiba setelah begitu lama mengalami ketergantungan.

Obat penenang Dumolid ini ternyata sudah lama “mati” tapi ternyata pula banyak dijual online dan actor Tora Sudiro bersama sang istri Mieke Amalia mengenalkannya kembali kepada publik dan pihak berkelayakan harus meneliti beredarnya obat yang dapat menimbulkan bahaya ini.  (berbagai sumber/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru