Monday, October 21, 2019
Home > Kota > Duh Ulama:Dari Video Esek-Esek, Pengobatan Sesat, Hingga Kekejaman

Duh Ulama:Dari Video Esek-Esek, Pengobatan Sesat, Hingga Kekejaman

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta)Berita miring seputar ulama hari-hari ini telah membuat masyarakat pusing. Sudah sedemikian parahkah mental golongan masyarakat yang semestinya menjadi panutan ini.

Mulai dari kasus beredarnya video esek-esek yang pelakuknya adalah seorang ulama, pengurus MUI Bogor, kasus pengobatan sesat yang pelakunya adalah ustadz melakukan kekejaman fisik kepada anggota jamaahnya.

Dalam kasus video esek-esek saat ini pelakunya sudah menyerahkan diri. Yakni  SS dan 2 wanita yang berprofesi sebagai guru honorer di daerah Bogor.”Syaeful S ,bintang video esek-esek yang beredar, saat ini sudah kami tahan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus video mesum yang sempat menghebohkan dan tidak terpuji,” kata Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Sony Mulvianto Utomo, Selasa siang, 18 Maret 2014.

“Dia memang pernah jadi pengurus (MUI), nonaktif sejak Desember 2011,” kata Ketua Umum MUI Kabupaten Bogor Ahmad Mukri Aji melalui pernyataan sikap yang diberikan kepada wartawan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (13/3/2014)

Sony mengatakan tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 29 juncto Pasal 4 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, dan/atau Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi eletronik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan/atau Pasal 282 KUHP tentang keasusilaan. “Untuk sementara kami baru menetapkan satu tersangka saja, yakni SS. Sementara dua perempuan dalam video itu masih sebatas saksi, namun masih kami kembangkan lebih lanjut,” kata Sony.

Sony menambahkan, selain menahan SS, kepolisian juga mengamankan aset-aset milik tersangka agar tidak menjadi target pihak-pihak tertentu, “Kami juga mengamankan aset-aset tersangka, ” katanya.

Saeful diduga kuat merupakan sosok pria dalam video asusila berdurasi 6 menit 36 detik itu. Video ini menghebohkan warga Puncak karena Saeful terlihat melakukan hubungan intim dengan dua perempuan warga setempat, yakni R, guru honorer sekolah dasar, dan T, guru pendidikan anak usia dini.

Sony menyatakan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan dan pengembangan kasus tersebut, bahkan sudah memeriksa 8 saksi untuk dimintai keterangan soal keterlibatan mereka dalam kasus penyebaran video ini. “Ada beberapa orang saksi yang kami periksa hingga dua kali untuk memperdalam keterangan dalam penanganan kasus ini,” katanya.

Ahmad Mukri Aji menyatakan perbuatan SS merupakan kesalahan pribadi. Dia telah diberhentikan dengan tidak hormat. “Tidak ada hubungannya dengan organisasi dan dipertanggungjawabkan secara hukum positif maupun hukum Allah,” jelasnya.Video berdurasi 6 menit 32 detik itu beredar dari ponsel ke ponsel. Diduga direkam dengan menggunakan kamera handphone.

Ganti Rugi Guntur Bumi

Setelah sempat berseteru, Muhammad Susilo Wibowo alias Guntur Bumi akhirnya sepakat untuk melakukan perdamaian dengan mantan pasiennya, Hans Suta. Hal ini sekaligus menyelesaikan konflik di antara mereka berdua mengenai metode pengobatan yang dilakukan oleh UGB.

Sebelumnya kasus pengobatan yang berbuntut pemerasan/penipuan ini telah divonis oleh MUI sebagai penobatan yang menyimpang/sesat. Guntur Bumi harus memperbnaiki sistenm pengobatan sehingga tidak menyalahi ajatran agama. Bersamaan dengan itu para pasien yang pernah berobat kepada Guntur Bumi yang mengploklamirkan diri sebagai ustadz, beramai-ramai mengadukan kasusnya ke Bareskrim Polri

“Bersyukur Islah di level bawah. Hans (pelapor)saya anggap orangtua, dia support saya. Mohon maaf lahir batin atas semua yang kami lakukan dan mudah-mudahan lebih baik. Habib Nur Hidayat Assegaf, beliau yang bimbing dan mengislahkan kami,” kata UGB, saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, pada Senin (10/3/2014)

Suami dari Puput Melati tersebut bersedia membayar ganti rugi sebesar Rp 75 juta. Hal itu dipastikan oleh Ramdan Alamsyah selaku pengacara pria yang biasa disapa UGB itu.

Adapun kasus ustadz Hariri juga berakhir dengan perdamaian. Hariri ustadz muda yang kesohor di seputar Bandung itu menganiaya seorang jamaahnya didepan jamaah lain dengan menginjak injak kepalanya setelah terjadi perselisihan. Kasus ini menjadi gaduh setelah video rekamannya beredar di ranah publik.(Ais)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru