Tuesday, October 23, 2018
Home > Berita > Dubes Basri Saksikan Penandatangan MoU Produk Tas dari Ubi

Dubes Basri Saksikan Penandatangan MoU Produk Tas dari Ubi

Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya (pur) Muhammad Basri Sidehabi, didampingi Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Doha, Anwar Luqman Hakim, menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Sein Bags dengan Aal Imran WLL. (bd)

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Sejak Qatar diblokade oleh negara tetangganya pada awal Juni 2018, pasar Qatar membuka peluang bagi produk ekspor Indonesia.

Duta Besar Indonesia untuk Qatar,  Marsekal Madya (pur)  Muhammad Basri Sidehabi, didampingi Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Doha, Anwar Luqman Hakim, menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Sein Bags dengan Aal Imran WLL pada 4 Agustus 2018 di KBRI Doha .

Sein Bags merupakan joint venture antara PT Saesha Global Trading (Indonesia) dan Enchanted Garden (Oman). Dengan MOU tersebut, Aal Imran akan memasarkan produk Sein Bags, yakni tas pengganti plastik yang terbuat dari ubi yang diproduksi dan menggunakan teknologi Indonesia.

Dalam sambutannya, Dubes Basri mengatakan tugasnya adalah mendukung siapa saja yang ingin meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara  perusahaan Indonesia dengan perusahaan asing lainnya.

Ditekankan pentingnya mempromosikan membawa produk Indonesia ke Qatar guna meningkatkan kerjasama kedua negara.

Menurut  Chairman Sain Bags, Husain Baomar, Aal Imran Trading akan menjadi distributor eksklusif Sain Bags di Qatar. Selain itu, produk tersebut juga dipasarkan di negara Teluk lainnya.

“Tas ini 100 persen produk organik Indonesia yang terbuat dari tanaman singkong. Tidak membahayakan lingkungan, bahkan hewan pun bisa memakannya dan dalam 180 hari tas tersebut bisa musnah,” jelas Baomar.

Mohammed Maher Dauleh, Perwakilan Aal Imran Trading, mengatakan: “Kami meyakini bahwa menyelamatkan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kita bertanggung jawab. Produk ini akan membantu lingkungan hidup di Qatar dan semoga di seluruh dunia.”

Produk tas ini akan mengurangi konsumsi plastik di Qatar yang berdampak buruk terhadap lingkungan. “Jutaan tas plastik digunakan di Qatar. Salah satu swalayan terkemuka di Qatar dapat mengonsumsi sekitar lima juta kantong plastik per tahun.  Jumlah tersebut sangat besar,” ujar kata S Shafiuddin, managing partner Sain Bags.

Menurut, Direktur Sain Bags, Shradha Rungta,  pabriknya juga memproduksi berbagai produk termasuk untuk produk yang digunakan untuk kebutuhan rumah sakit.

Menurut Minister Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, sebelum krisis Teluk, sekitar 90 persen kebutuhan impornya dipasok melalui negara tetangganya Saudi Arabia, Persatuan Emirat Arab dan Bahrain.

Dengan adanya isolasi, Qatar berupaya mencari pemasok baru untuk berbagai produk sehingga membuka peluang usaha dan dimanfaatkan oleh pelaku usaha Indonesia yang berada di Qatar.

Salah satunya yang memanfaatkan peluang tersebut adalah Koperasi Warga Indonesia di Qatar (KWIQ) Supermarket.

Swalayan yang diresmikan pada pertengahan Juni 2017 lalu merupakan bagian dari koperasi milik komunitas diaspora Indonesia.

Ketua Swalayan KWIQ, Kartini Sarsilaningsih,  berupaya untuk memaksimalkan peluang tersebut dengan memenuhi kebutuhan makanan dan minuman termasuk produk buah-buahan dan sayuran dari Indonesia untuk didistribusikan ke berbagai pasar di Qatar di Qatar.

Selain itu, KWIQ juga berupaya pasar warga negara dari negara ASEAN dan manca negara lainnya yang tinggal di Qatar.  (bd/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru