Friday, August 07, 2020
Home > Berita > Dua Pemutilasi Bos Tekstil asal Bandung dan Teman Wanitanya Ditangkap di Malaysia

Dua Pemutilasi Bos Tekstil asal Bandung dan Teman Wanitanya Ditangkap di Malaysia

Korban mutilasi, munawaroh dan nuryanto. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebut, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menangkap dua terduga pelaku kasus mutilasi terhadap dua warga negara Indonesia (WNI), yang merupakan bos tekstil asal Bandung, Nuryanto dan teman wanitanya Ai Munawaroh.

“Karena dari PDRM sudah amankan dua terduga pelaku warga negara Pakistan yang merupakan teman bisnis dari korban tersebut,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dedi mengungkapkan, sampai saat ini, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan KBRI di Malaysia dan PDRM untuk mengusut kasus pembunuhan yang menimpa bos tekstil asal Bandung dan kawannya tersebut.

Dari hasil komunikasi, Polri menyatakan, pihak PDRM meminta beberapa barang bukti tambahan untuk memperkuat identifikasi korban yang diduga atas nama Nuryanto dan Ai Munawaroh tersebut.

“Data yang diminta PDRM yang akan dilengkapi KBRI antara lain dari sidik jari. Kebetulan sidik jari yang diketemukan di TKP baru satu tangan. Diidentifikasi tangan tersebut tangan laki-laki. Jadi sangat besar kemungkinan tangan tersebut milik saudara Nuryanto,” tutur Dedi, Rabu (18/2).

Selain itu, Dedi menyebut, pihaknya akan terus mendalami segala informasi dan jejak terakhir dari korban mutilasi ketika hendak pergi ke Negeri Jiran tersebut. Pasalnya, hal itu untuk mengetahui apa alasan dua orang itu pergi ke Malaysia.

“Kemudian juga kami masih akan berikan informasi detail dari hasil percakapan WA,” ucap Dedi.

Sekadar diketahui, Nuryanto pergi ke Malaysia pada Kamis, 17 Januari 2019. Rencananya, dia akan mengambil uang ke rekanan bisnisnya dari hasil menjual kain di Malaysia.

Selama di Malaysia, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Namun, pada 22 Januari, pihak keluarga putus komunikasi dengan Nuryanto.

Padahal, pihak keluarga dan penasihat hukum sempat mengonfirmasi ke pihak maskapai yang digunakan Nuryanto, Air Asia, terjadwal korban akan pulang pada 23 Januari 2019.

Alhasil, jenazah yang ditemukan diduga Nuryanto bersama jenazah perempuan yang juga diduga WNI pada 26 Februari di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. (O/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru