Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > Dua Miliar Orang Afrika dan Asia Termasuk Indonesia Berisiko Terjangkit Zika

Dua Miliar Orang Afrika dan Asia Termasuk Indonesia Berisiko Terjangkit Zika

Nyamuk, penular wabah Zika.. (bbc.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (London) – Lebih dari dua miliar orang berisiko terjangkiti virus Zika di berbagai kawasan Afrika dan Asia, seperti ditulis kalangan ilmuwan di Lancet Infectious Diseases. 

Populasi di India, Indonesia dan Nigeria diperhitungkan sebagai negara yang penduduknya paling mudah terjangkit virus itu.

Para ahli ilmu pengetahuan itu – salah satunya – menggunanan model jumlah penerbangan yang lalu lalang di tiga negara itu, dalam melakukan prediksi mereka.

Namun mereka memperhitungkan kekebalan terhadap virus itu juga terdapat di beberapa tempat sehingga penyebaran virus dapat dikurangi.

Tim peneliti itu, dari London School of Hygiene dana Tropical Medicine, Oxford University dan University of Toronto, Kanada, juga menjelaskan, “sejumlah besar” orang yang tinggal di tempat tertentu, sebaliknya susah dilacak dan dihindarkan dari virus yang menyebar cepat itu.

Mereka melihat beberapa faktor penyebab, di antaranya banyaknya orang bepergian dari daerah yang terwabah Zika di Amerika Selatan ke Afrika dan Asia.

Nyamuk dengan cepat menjangkitkan virus itu dan iklim di kawasan tertentu membuat beberapa negara berisiko besar meningkatkan berjangkitnya virus.

Dalam penelitian mereka, seperti dilansir bbc.com,  Jumat, para ahli itu memperhitungkan Filipina, Vietnam, Pakistan dan Bangladesh merupakan negara yang rentan terhadap wabah Zika karena terbatasnya sumber daya kesehatan mereka.

Dr Kamran Khan, peneliti dari St Michael’s Hospital di Toronto, mengatakan, “Penyebaran wabah virus itu juga amat tergantung kepada kemampuan negara untuk mendiagnosa dan merespons kemungkinan merebaknya virus itu.”

Ia menambahkan, “Penemuan kami  merupakan informasi bernilai guna mendukung pengambil keputusan kesehatan di tingkat lokal, nasional dan internasional.”

Zika menyebar cepat

Lebih dari 65 negara dan kawasan kini sudah terjangkit virus Zika.

Virus itu menyebar melalui gigitan nyamuk, kini sudah menyebar ke Afrika dan Asia.

Zika pertama kali ditemukan di Brazil pada 2015, amat berbahaya bagi wanita hamil dan yang ingin hamil.  Bayi yang dilahirkan umumnya memiliki kepala kecil, disebut  microcephaly.

Tapi para peneliti mengatakan, masih banyak yang belum diketahui tentang virus  nyamuk itu, bagaimana cara berkembang biak dan nyamuk jenis apa yang menularkannya. Lalu, apakah masyarakat dapat kebal kerena di tempat itu pernah terejangkit virus?

Peneliti Zika mengatakan,  Zika, yang jelas berkembang biak pada musim panas,  ketika banyak pelancong bepergian antara Amerika dan berbagai bagian lain dunia.

Temperatur hangat selama musim panas juga dapat memperlambat hilangnya virus, karena virus itu dapat hidup lebih lama.

Dr Oliver Brady, peneliti di London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan, “India, Indonesia dan Nigeria, diperhitungkan memiliki risiko paling tinggi terkena virus Zika, karena negara itu dikunjungi lebih dari 5000 pelancong per minggu, dari negara yang sudah terkena endemic Zika.

“Jika Zika berkembang akibat kedatangan para pelancong  itu, maka dapat berpengaruh pada sistem  kesehatan yang sulit dimonitor,” katanya.

Prof Jonathan Ball, profesor  molecular virology si University of Nottingham, mengatkan,  perjalanan (wisata) dan perdagangan menjadi penyebab berjangkitnya virus Zika ke seluruh dunia.

Ia menambahkan, penelitian juga mengingatkan banyak bagian negara yang sudah terjangkiti virus itu tapi tidak dapat ditunjuk dengan pasti.

Zika menyebabkan pengecilan kepala pada bayi.  (telegraph.co.uk)
Zika menyebabkan pengecilan kepala pada bayi. (telegraph.co.uk)

“Virus ini sudah mulai berkembang bertahun-tahun di Afrika dan Asia. Banyak orang yang terekspos atau mengalami kekebalan tubuh, tapi dapat kambuh lagi.”

Ia mengatakan, satu-satunya cara untuk mengetahui negara-negara mana yang sudah terinfeksi virus adalah dengan melakukan “penerapan ilmu pengetahuan”.

Ini termasuk mempelajari orang yang mudah terinfeksi dan juga menganalisis jenis nyamuk apa yang dapat menularkan virus itu.

Baca Juga  :

Virus Zika Sudah Menyebar ke Indonesia 

Zika Menyebar, AS Keluarkan Larangan Bepergian ke Singapura

Prof Ball mengatakan, “Zika menunjukkan pada kita bahwa ada kesenjangan kesehatan di seluruh dunia. Dengan penelitian kita akan dapat mengatasi dan mempertahankan diri dari merebaknya virus di masa depan.”  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru