Monday, October 14, 2019
Home > Berita > Dua Keluarga Wisatawan Terjebak di Tengah Sungai, Saat Selfie Datang Banjir, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Dua Keluarga Wisatawan Terjebak di Tengah Sungai, Saat Selfie Datang Banjir, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Wisatawan terjebak di sungai, diselamatkan pakai tali. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Mojokerto) – Dua keluarga wisatawan yang terdiri 9 orang terjebak banjir saat asyik berfoto di Sungai Pandan, Dusun Tanjunganom, Desa Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jatim, Minggu (5/3).

Upaya evakuasi dua keluarga ini berlangsung dramatis. Musibah ini melibatkan keluarga Luluk, 50, warga Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Rungkut, Surabaya dan keluarga Novi, 44, asal Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Anak Luluk, Reza Erdiansyah, 17, mengatakan, sebelum insiden mengerikan itu terjadi, dirinya sedang berfoto bersama ibu dan lima saudaranya Ilham, 16, Lilik, 46, Tisya, 17, Keila, 4, dan Arin, 12.

Ketujuh orang ini asyik berfoto (selfie) di atas bebatuan tengah sungai yang berjarak sekitar 12 meter dari bibir sungai.

Empat ban digunakan untuk mengevakuasi dua keluarga. Sementara Isnaini, 48, yang tak ikut berfoto menunggu di atas sungai. Saat itu debit air sungai masih rendah dengan arus yang tak terlalu kencang.

Tak jauh dari keluarga ini, juga terdapat anak dan ibu yang mengalami nasib serupa, yakni Novi, 44 dan putranya Eno, 7. Hanya saja, keduanya berjarak sekitar 6 meter dari bibir Sungai Pandan.

“Sekitar 20 menitan kami berfoto, tiba-tiba datang banjir, air sungai meninggi, arusnya sangat kencang,” kata Reza kepada wartawan di lokasi.

Kondisi debit air Sungai Pandan yang mendadak naik, membuat kedua keluarga ini terjebak di tengah derasnya arus sungai. Novi dan anaknya terlihat histeris sembari berpegangan pada dahan pohon yang menjulur ke tengah sungai.

Sementara putranya tak kalah ketakutan berpegangan pada pinggang ibunya. Keduanya berusaha keras mempertahankan pegangan karena terlihat tubuh mereka bergelayut terbawa arus sungai.

Rasa panik dan takut juga dialami keluarga Luluk. Dia bersama enam anak dan saudaranya berusaha bertahan di tengah kepungan derasnya arus Sungai Pandan dengan berpijak pada batu besar.

Meski panik, Reza terlihat mendekap erat adiknya, Keila. Sementara Ilham yang ketakutan hanya bisa menangis karena debit air sungai semakin meninggi nyaris menenggelamkan batu tempat mereka berpijak.

Begitu pula Luluk dan saudaranya Lilik yang tak hentinya berdoa sembari berteriak memohon pertolongan.

Tambang diikatkan di batu agar bisa digunakan untuk evakuasi. “Airnya semakin deras dan meninggi, kami semua panik,” ujarnya. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru