Tuesday, October 22, 2019
Home > Berita > DPR Perjuangkan Pendidikan Kebangsaan Anak Diaspora di Qatar

DPR Perjuangkan Pendidikan Kebangsaan Anak Diaspora di Qatar

Wakil Ketua BKSAP, DPR, Tantowi Yahya. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – DPR akan memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak diaspora Indonesia di Qatar khususnya dalam pengajaran bahasa Indonesia dan kebangsaan. 

Demikian salah satu hasil kunjungan Wakil Ketua BKSAP, DPR, Tantowi Yahya, dalam pertemuannya dengan  Dubes RI Doha, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi dan komunitas Diaspora Indonesia ketika berkunjung ke Doha, Senin.

Tantowi Yahya sangat prihatin ketika mengetahui bahwa anak-anak diaspora Indonesia di Qatar yang umumnya lebih fasih berbahasa Inggeris dibanding bahasa Indonesia, ternyata lebih hafal lagu nasional Qatar dibanding lagu Indonesia Raya.

“Mereka (anak-anak diaspora) lebih banyak terdiam saat menyanyikan lagu Indonesia Raya”, ujar Dubes Sidehabi.

Ditambahkan, pengetahuan mereka mengenai Indonesia sangat terbatas sehingga umumnya mereka kesulitan jika beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia. Hal ini dapat dimaklumi karena mereka umumnya lahir dan besar di luar negeri serta liburan pun lebih memilih ke luar negeri dibanding ke Indonesia.

Komunitas diaspora Indonesia di Qatar umumnya bekerja pada perusahaan migas dan industri petrokimia. Kehidupan mereka sangat sejahtera karena memperolah penghidungan yang sangat layak.

“Penghasilan mereka bahkan banyak yang melebihi Rp200 juta per bulan”, ujar Said Malawi, seorang tokoh diaspora Indonesia di Qatar ketika ditanya kisaran gaji karyawan migas.

Keberkahan industri migas ini telah menjadikan Qatar sebagai negara terkaya di dunia dengan pendapatan per kapita sekitar 100 ribu dolar AS per tahun.

Dalam sambutannya, Dubes Sidehabi menyampaikan apresiasi kepada  Wakil Ketua BKSAP yang berupaya menyuarakan keprihatian komunitas diaspora Indonesia di Qatar.

Terkait hal tersebut,  Dubes Sidehabi akan memulai memberikan pelajaran bahasa Indonesia,  kebangsaan dan kewiraan bagi anak-anak komunitas Indonesia agar mereka lebih mengetahui dan  mencintai tanah airnya setelah bulan Ramadhan tahun ini.

Jumlah WNI di Qatar diperkirakan mencapai 40 ribu orang yang mana 30 ribu merupakan tenaga  domestik.  Tantowi Yahya juga mendukung usulan dan upaya KBRI untuk menyediakan pelatihan bagi  pengajaran bahasa Indonesia dan kewarganegaraan bagi anak anak diaspora yang lahir dan besar di  Qatar agar memahami bahasa, pengetahuan dan budaya Indonesia.

Selain itu, kunjungan Wakil Ketua BKSAP membahas potensi kerjasama ekonomi dan perdagangan RI-Qatar khususnya terkait upaya Pemerintah Qatar mengharapkan Indonesia untuk dapat meningkatkan jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Qatar mengingat Qatar sedang melakukan beberapa proyek berskala besar dalam rangka persiapan Piala Dunia yang diadakan pada 2022.

Diperkirakan sekitar 200 milyar dolar AS alokasi anggaran guna pembangunan stadion, infrastrukur jalan, jalur kereta api dan reklamasi kota-kota baru.

Pelaksanaan pembangunan tersebut membutuhkan tenaga kerja terampil dan semi terampil dari Indonesia. Menurut Dubes Sidehabi, kebijakan Qatar untuk merekrut buruh migran Indonesia sejalan dengan kebijakan “look east policy” untuk meningkatkan peluang ekonomi termasuk tenaga kerja pada negara-negara Asia, termasuk Indonesia.  (BD/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru