Wednesday, July 08, 2020
Home > Berita > DONALD TRUMP Make America Great Again!

DONALD TRUMP Make America Great Again!

Dan, orang yang meniupkan harapan itu: Donald Trump, kini gundah gulana. Ia memang sedang dijepit begitu banyak masalah.

PEKAN lalu saat mengunjungi Akademi West Point, di Orange County, 35 km dari New York — tempat dimana banyak perwira-perwira hebat dididik — Trump tampak berjalan dengan langkah terkesan gontai. Bahkan ditengah pidato ia harus “berjuang” untuk bisa mengangkat gelas minum ke bibirnya.

Tangannya kentara sangat gemetar.

Dan itu terekam jelas di video maupun liputan pers.
Tapi, Donald Trump, seperti biasa, menangkis semua itu, dengan pukulan balik yang telak.

Tentang langkahnya yang gontai, misalnya, itu katanya karena sol kulit sepatunya sangat menganggu, dan ia berusaha berjalan agar tidak jatuh. Tentang tangannya yang gemelar saat mengambil air minum, ia menjawab, “ karena saya ingin memastikan air minum tidak menumpahi dasi.”

Lalu orang-orang yang berada dikerumunan wawancara itu, tertawa. Sebagian bertepuk tangan.

Begitulah Donald Trump, lelaki 74 tahun yang tiga kali berganti isteri, Presiden Amerika Serikat ke-45, yang dinegaranya begitu dibenci, tapi juga tak kurang pendukungnya.

Orang bisa menyatakan ia keras kepala, pembohong, licik, pemecah-belah bangsa, atau seperti tweeting Muriel Bowser, walikota DC: “Banyak ruang kosong di kepala Trump”. Tapi banyak juga yang menyatakan ia jago strategi, negosiator ulung dan cerdik dan seterusnya.

SABTU, 20 Juni, Trump kembali dengan kontroversialnya, mengumpulkan massa di kota Tusla, memulai reli kampanyenya, membangun peruntungan untuk terpilih lagi menjadi presiden Amerika serikat. Dan itu ditengah pandemic Covid-19, yang sudah menewaskan120.000 orang Amerika.

Ia seakan tak peduli keselamatan bangsanya.

Ia mengenyampingkan pendapat para ahli medis.

Ia tak peduli, New York City,misalnya, hari-hari ini terpaksa harus mempekerjakan 3.000 orang detektif penyakit, untuk memantau sebaran virus Covid, gara-gara test terbaru terhadap 5.000 warga new York, ternyata 35 persen terbukti positif.

Detektif bekerja mengidentifikasi jalur kontak, dan begitu kesulitan mengumpulkan informasi.

Ia juga tak peduli Walikota Tulsa G.T. Bynum harus menanggung malu seumur hidupnya. Bynum baru hari Kamis mengumumkan jam malam untuk 3 malam karena kekuatiran kerumunan massa, demontrasi, kerusuhan sipil, tapi sehari kemudian di markas polisi di Tulsa, dengan suara bergetar ia harus menganulirnya. “”Hari ini, kami diberitahu bahwa jam malam tidak lagi diperlukan sehingga saya membatalkannya,” kata Bynum.

TAPI kenapa Tusla, begitu penting ?

Jawabnya, tentu saja , karena Trump membutuhkan pertunjukan kekuatan, disaat ia sudah tertinggal.

Rivalnya, Joe Biden , mantan Wakil Presiden, calon Partai Demokrat, sudah unggul dua digit dalam survei Fox News nasional minggu ini. Jajak pendapat independen lainnya menunjukkan Biden menuai margin di Wisconsin, Florida, Michigan dan Pennsylvania – semua medan pertempuran kritis.

Dan , di Tusla itu, Trump sangat popular. Ia gilang gemilang di tahun 2016.

Tusla sekali lagi membuat Trump begitu yakin.

Sedikitnya 100.000 massa akan hadir dan mereka tidak hanya dari Tusla, kota minyak, yang berpenduduk kurang dari 1 juta, tapi juga dari negara bagian di dekatnya, seperti Kansas dan Missouri, atau di tempat lain di Oklahoma.

Ada lebih sejuta tiket gratis, konon, sudah dipesan.

Trump pun membual. Jelang berangkat ke Tusla, ia menyebutkan, “ Akan ada orang banyak yang tidak dapat dipercaya

.”Tapi, apa yang terjadi ?

Ia tak memperhitungkan sekelompok remaja, yang bekerja “mencari tiket yang tak ingin mereka gunakan”.

Maka di tiktok dan twitter muncul banyak lelucon: Trump, anda perlu dukungan ? Kami sudah mendukung ! “

Sungguh getir.

Panggung terbuka batal digunakan. Dan, BOK Centre, yang berkapasitas 19.000 kursi nyatanya juga hanya terisi separonya.

Trump marah

Marah pada siapa ?

Dua hal yang paling gampang dikambinghitamkan :
1. Pengunjuk rasa,
2. Media.

Keduanya diklaim “berusaha untuk menakut-nakuti para pendukung Presiden.”

.(Grogol, Minggu, 21 Juni 2020)
Catatan: Sudarsono Gunawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru