Tuesday, July 07, 2020
Home > Berita > Diaspora Indonesia dukung Crowdfunding R80 di Qatar

Diaspora Indonesia dukung Crowdfunding R80 di Qatar

Diaspora Indonesia di Qatar. (bd)

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Komunitas diaspora Indonesia di Qatar mendukung upaya  “crowdfunding” untuk pengembangan pesawat turboprop R80 yang dirancang presiden ketiga Republik Indonesia,  Bacharuddin Jusuf Habibie.

Demikian sambutan yang disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi dalam pertemuan dengan komunitas diaspora bersama delegasi PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang dipimpin Deputi Direktur Keuangan Urusan Pendanaan PT RAI, Desra Firza Ghazfan di Doha pada 18 Nopember 2017.

Acara sosialisasi crowdfunding R80 memperoleh sambutan positif dari komunitas diaspora. Ketua Indonesian Diaspora Network Qatar (IDN-Q), Agri Sumara menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan dukungan komunitas diaspora atas suksesnya penyelenggaraan acara sosialisasi R-80.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan PT RAI ke negara-negara Teluk lainnya yaitu Kuwait dan Oman.

Menurut Desra Ghazfan, proyek R80 membutuhkan dana namun hingga kini belum terpenuhi semua. Ada pun pembiayaan R80 sebesar 55 persen berasal dari dalam negeri, antara lain melalui pembiayaan investasi nonanggaran (PINA), swasta nasional, crowdfunding dan vendor.

“Crowdfunding itu intinya dukungan masyarakat pada program R80 dan diaspora sangat mendukung upaya ini” ujar  COO, Lima Dimensi ini. “Kami mengharapkan diaspora (Indonesia) dapat menjadi mata, telinga dan tangan bagi R80, hingga bisa memberi informasi mengenai oportunity, menjadi duta program R80, dan menjadi protektor atas kesinambungannya,” jelas pejabat yang juga merangkap CEO Opera Ainun.

Crowdfunding, jelas Desra, bukanlah untuk semata-mata pembiayaan proyek ini secara finansial, namun upaya mengetuk hati dan membuka pikiran masyarakat untuk tahu betapa pentingnya manfaat proyek ini dengan berbagai industri derivasinya bagi kejayaan bangsa di masa depan, yang mana sudah dirintis oleh generasi bangsa kita di beberapa dekade sebelumnya. Proyek ini juga merupakan cita-cita BJ Habibie agar Indonesia mampu menciptakan pesawat secara mandiri

Desra yang juga merangkap Dirut Business Development DEKOPIN menjelaskan dalam pembuatan pesawat R80 ada beberapa bagian yang diproduksi dalam negeri dan ada yang didatangkan dari luar negeri, seperti peralatan navigasi maupun radar. Menurutnya, diluar komponen tersebut dan mesin utama, seluruhnya dibuat dan diproduksi oleh Indonesia.

Disampaikan pula bahwa sejumlah maskapai, seperti NAM Air, Kalstar, Trigana Air dan Aviastar sudah menyatakan minatnya untuk memesan total hingga 155 unit pesawat R80 melalui Letter of Interest (LOI).

Pesanan tersebut dari NAM Air sebanyak 100 unit, Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit dan Aviastar 10 unit. Menurutnya, keunggulan pesawat ini dari pesaing terdekatnya, yaitu ATR-72 yang digunakan Garuda Indonesia, antara lain lebih efisien, nyaman dan ekonomis terutama untuk jarak dekat dengan jarak tempuh sekitar 1400-1500 kilometer.

Desra menambahkan bahwa proyek pesawat ini sudah resmi masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Proyek Strategis Nasional. Perpres tersebut mencantumkan 248 proyek yang masuk program Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, termasuk pesawat R80 yang ditargetkan terbang perdana 2022 mendatang.

Di kota lain

Selain di Doha, presentasi mengenai  crowdfunding ini juga dilakukan di kota Alkhor.

Menurut  salah seorang tokoh diaspora Indonesia di  Qatar,  Said Malawi, terdapat sekitar 15 ribu ekspatriat asing dari 50 negara bekerja di ladang migas Ras Lafan. Sebagian besar bermukim pada kompleks Al-khor Community. Komunitas Indonesia mencapai 1500 jiwa dan itu merupakan komunitas diaspora Indonesia terbesar di dunia.

Menurut Minister Counselor KBRI Doha, Boy Dharmawan, komunitas Indonesia memiliki 51 organisasi kemasyarakatan yang seluruhnya berada dalam naungan Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (PERMIQA) yang diketuai oleh Edwin Kurniawan dan memiliki sumber daya finansial yang sangat potensi guna menggalang crowdfunding.

Menurut perkiraan International Organisation for Migration (IOM) jumlah WNI di Qatar pada 2015 sekitar 43 ribu seperempat diantaranya adalah pekerja trampil.

Salah satu tokoh diaspora, Kartini Sarsilaningsih,  mengatakan komunitas diaspora ingin menjadi bagian dari masyarakat Indonesia yang mendukung agar industri aviasi perlu dibangkitkan kembali untuk kepentingan bangsa.

“Simbol dari dukungan diaspora Qatar, dituangkan dengan penandatanganan dan penulisan harapan dan pesan dari komunitas diaspora di Qatar” ujar Ketua Koperasi Warga Negara Indonesia di Qatar (KWIQ).

“Sebagai bentuk dukungan terhadap R80, seluruh peserta sosisalisasi melemparkan origami berbentuk pesawat yang merupakan harapan dan doa kami agar R80 bisa mengangkasa di udara Indonesia,” ujar  Dirut KWIQ Supermarket di kota Messaid.  (Bd/Arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru