Wednesday, October 23, 2019
Home > Berita > Dialog Kebangsaan, Kapolri: NU Berperan Besar Jaga Keutuhan NKRI

Dialog Kebangsaan, Kapolri: NU Berperan Besar Jaga Keutuhan NKRI

Kapolri Tito Kanavian disambut Ma'ruf Amin di Banten. (ist)

MIMBAR-RAKYAT (Serang) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan silaturahmi sekaligus menjadi narasumber pada acara dialog kebangsaan di Pondok Pesantren An Nawawi, Kec. Tanara, Kabupaten Serang, Rabu (8/2).

Kedatangan Jenderal Tito yang pernah menjabat sebagai Kapolres Serang ini disambut Rois Aam PBNU, KH. Ma’ruf Amin serta pengurus NU se-Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan besarnya peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga keutuhan NKRI. Peran tersebut sudah ditunjukan sejak jauh hari saat bangsa ini merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

“Peran NU dalam dinamika bangsa ini tidak terpisahkan dengan NKRI. Sejak awal NU sudah berperan. Saya sampaikan lebih tegas NU penemu dan pendiri bangsa Indonesia,” kata Tito Karnavian saat menyampaikan pemaparan dalam dialog Kebangsaan di Pesantren An Nawawi.

Tito menyebutkan ada tiga elemen bangsa yang penting dalam menegakkan NKRI. “Gerakan kebangsaan ini NU ada di saat momen penting. Ada tiga elemen yang penting yakni elemen nasionalis seperti Soekarno-Hatta yang konsisten merebut kemerdekaan. Kedua unsur laskar pemuda yang menjadi cikal bakal TNI dan Polri. Ketiga Islam mainstream yakni NU dan Muhammadiyah,” tandasnya.

Islam selama ini, menurut Kapolri, menyatukan keberagaman di Indonesia. Ideologi Pancasila dinilai paling pas karena keberagamaan. Kapolri berharap agar elemen bangsa dapat bersama-sama menjaga keutuhan NKRI.

“Konflik paling berbahaya adalah konflik agama. Itu harus kita hindari. Sistem demokrasi membuka peluang kebebasan. Kebebasan yang terlalu kuat akan mengancam keamanan,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Rois Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengatakan NU berkomitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman separatisme, sekularisme dan radikalisme.

“Ini menunjukkan perhatian yang besar. Tanpa kerjasama antara ulama dan umaro, sulit membangun situasi kebangsaan yang kondusif,” kata KH Ma’ruf Amin.

Tanggung jawab ulama saat ini, kata Ma’ruf Amin, sebagai kelanjutan dari perjuangan ulama untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Untuk itu, menurut Ma’ruf Amin sangat penting mengambil peran menjaga umat, negara dan bangsa.

“Rasul ketika akan wafat yang ia tangisi adalah umatnya. Karena itu, ulama mari menjaga umat dari akidah yang menyimpang, dari pemahaman agama yang salah. Dari radikalisme agama dan radikalisme sekuler,” imbaunya. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru