Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak dan Bakauheni Mulai Dibangun, Jarak Tempuh Pelayaran Cuma Satu Jam, Dilengkapi Fasilitas Wisata

Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak dan Bakauheni Mulai Dibangun, Jarak Tempuh Pelayaran Cuma Satu Jam, Dilengkapi Fasilitas Wisata

Peletakan batu pertama Demaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (BAkauheni) – Dua menteri Kabinet Kerja meresmikan peletakkan batu pertama (ground breaking) proyek dermaga eksekutif di Pelabuhan Merak, Banten dan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu (27/5).

Pelabuhan premium tersebut diklaim untuk meningkatkan kualitas layanan jasa penyeberangan melalui pengembangan dan peningkatan fasilitas pelabuhan.

Dua menteri yang turut meresmikan proyek dermaga eksekutif tersebut adalah Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan pengembangan dermaga 6 di Pelabuhan Merak menjadi prasarana eksekutif, merupakan bagian dari perencanaan dan penataan Pelabuhan Merak sebagai destinasi.

Ke depannya, Pelabuhan Merak tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi akan dikembangkan untuk menarik minat pelanggan non-penyeberangan.

“Tren pelabuhan tidak sebatas prasarana untuk menyeberang, tetapi menjadi destinasi wisata yang dapat memberikan atmosfer dan pengalaman berkesan berupa layanan kelas premium saat dikunjungi,” ujarnya di sela-sela acara di dermaga 6 eksekutif Pelabuhan Merak.

Dikatakannya, proyek dermaga eksekutif Pelabuhan Merak akan dibangun di atas lahan seluas 41.803 meter persegi. Pelabuhan tersebut dibangun dengan menelan investasi sekitar Rp 500 miliar dengan fasilitas terminal, hotel, taman, musholla, komersial area dan lounge.

Ditargetkan, dermaga eksekutif ini dapat beroperasi tahun 2018, sekaligus mendukung perhelatan Asian Games yang akan digelar di Jakarta dan Palembang.

“Melalui proyek sinergi ini, diharapkan dapat memberikan akses terbaik bagi masyarakat dan wisatawan lokal dan asing yang ingin menyeberang dari dan ke pulau Jawa dan Sumatera,” harapnya.

Sementara Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan bahwa pengembangan Pelabuhan Merak ke depannya tidak hanya terfokus pada penyediaan jasa transportasi, tetapi juga menjadi pelabuhan destinasi yang terintegrasi dengan layanan intermoda. Apalagi, layanan angkutan umum di Pelabuhan Merak cukup komplit, tersedia layanan kereta api dan bus.

“Tahun 2018, Pelabuhan Merak harus dapat menyediakan layanan premium, khususnya untuk kendaraan pribadi/penumpang. Hal ini penting karena semakin tingginya angka pertumbuhan mobil pribadi,” sebutnya.

Dikatakan, pembenahan dan peningkatan kualitas layanan penyeberangan dinilai mendesak karena saat ini tengah berlangsung pembangunan Tol Trans Sumatera, sehingga dikhawatirkan masih minimnya kualitas layanan di Merak-Bakauheni dapat menjadi bottlenecking.

Pembangunan Dermaga Eksekutif di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan dan Merak, Banten, dimulai. Penyeberangan yang semula memakan waktu 2-3 jam ditargetkan menjadi satu jam.

Pembangunan ditandai groung breaking oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Adeham mewakili Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Forkopimda Banten, dan Wali Kota Cilegon Tb. Iman Ariyadi.

Hadir juga Direksi PT Patra Jasa, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Proyek joint venture antara Patra Jasa, ASDP, dan PT Pembangunan Perumahan (PP) ini akan membangun kawasan terpadu dengan fasilitas hotel, taman, musola, area komersial, dan lounge yang dapat diakses dalam satu area.

“Melalui sinergi ini, Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak dan Bakaheuni diharapkan dapat memberikan akses terbaik untuk masyarakat dan wisatawan baik lokal maupun mancanegara,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno.

Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, kata Rini, lama penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak yang semula memakan waktu 2-3 jam, menjadi satu jam. Percepatan ini diperlukan mengingat tak lama lagi Jalan Tol Trans Sumatera bakal beroperasi. Pembangunan Dermaga Ekesekutif ini ditargetkan selesai Agustus 2018 dapat dioprasikan untuk mendukung Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, pada kesempatan itu, Adeham menyatakan terima kasih atas keseriusan pemerintah pusat. Menurut Adeham, dua dermaga baru ini bernilai lebih dari Rp450 miliar dan dibangun di lahan seluas 41.8O3 m2 di Pelabuhan Merak dan 48.446m2 di Pelabuhan Bakaheuni.

“Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak dan Bakaheuni akan menjadi solusi untuk mengatasi panjangnya antrian yang akan menyebrang, dan mempersingkat waktu tunggu sandar. Kemudian, mempermudah akses menuju ke pelabuhan dan membangun sarana pendukung bagi calon penumpang kapal,” kata Adeham. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru