Saturday, December 07, 2019
Home > Internasional > Demonstran Thailand Ancam Serbu Markas Polisi

Demonstran Thailand Ancam Serbu Markas Polisi

MIMBAR RAKYAT.com (Bangkok): Thailand makin memanas. Penolakan Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra mundur dari pucuk pimpinan pemerintahan, sebagai jawaban atas ultimatum para pengunjuk rasa, makin meningkatkan perlawanan massa anti-Yingluck.
Pengunjuk rasa yang mengeluarkan ancaman akan melakukan unjuk rasa besar-besaran bila Yingluck tidak bersedia mundur dalam dua hari, terhitung Minggu (1/12) lalu, dijawab Yingluck dengan ucapan mengajak berdialog. Para demonstran akan mengepung istana PM Thailand dan akan menyerbu markas polisi di Bangkok.

Dalam keterangannya Selasa (3/12), Yingluck mengajak para demonstran duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan. Dalam keterangannya kepada pers, di Bangkok, PM Thailand tersebut berjanji akan mencari solusi secara bersama-sama dengan semua pihak. Sementara kelompok demonstrans meminta agar Yinluck menyerahkann kekuasaan kepada Dewan Rakyat yang beranggotakan perwakilan pengunjuk rasa.

Yingluck menanggapi dingin ancaman itu, dan menyatakan tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut, karena melanggar hukum. Kecuali menyerahkan jabatan, dia siap melakukan apa saja, selagi itu memenuhi ketentuan dan menguntungkan rakyat.

Meski begitu PM Thailand berjanji untuk tidak mengerahkan kekuatan melawan pengunjuk rasa. Dia juga menjamin polisi tidak akan melakukan kekerasan terhadap demonstrans. Keterangannya itu berbeda dengan apa yang disampaikan Kepada Badan Keamanan Nasional Thailand, Paradom Pattanathabutr, yang menyatakan polisi mengunakan peluru karet dan gas air mata dalam menghadapi unjuk rasa yang brutal.

Di pihak pengunjuk rasa, Suthep Thaugsuban, salah seorang pimpinannya mengatakan, mereka tidak akan menghentikan aksi unjuk rasa hingga PM Thailand mundur. Dia tidak khawatir dengan ancaman penangkatan dengan alasan melakukan pemberontakan dan menduduki kantor pemerintah.
Selasa (3/12) pagi kemarin Suthep dikabarkan telah ditangkap aparat. Itu diketahui lewat selebaran yang disebarkan sebuah helikopter di atas pengunjuk rasa, yang menyebutan pemimpin mereka Suthep Thaugsuban telah ditahan atas tuduhan pemberontakan. Suthep adalah mantan wakil perdana menteri yang menentang Thaksin.
Kacaunya situasi di Bangkok berpengaruh besar terhadap Thailand. Pasar keuangan Thailand telah merosot tajam.Bentrok yang kerap terjadi antara pengunjuk rasa dan polisi juga membuat kunjungan wisata asing menurun.
Sepekan terakhir para demonstran meningkatan perlawanan mereka. Bahkan Senin ( 2/12) lalu dalam suatu bentrokan dikabarkan 3 demonstran tewas dan 100 lebih cidera. Pasukan keamanan menyatakan terpaksa menggunakan peluru karet dan gas air mata karena pengunjuk rasa mulai melakukan kekerasan dan perusakan dengan menggunakan tongkat dan benda keras lainnya.(Berbagai sumber)***cj

Foto: Thailand masih panas karena aksi unjuk rasa menuntut mundurnya PM Thailand, Yingluck Shinawatra. Tampak para demonstrans saat melakukan aksi di pusat kota Bangkok, beberapa hari lalu.(Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru