Thursday, June 20, 2019
Home > Berita > Demi keyakinan jutaan dolar lenyap   Oleh Nuim Khaiyath

Demi keyakinan jutaan dolar lenyap   Oleh Nuim Khaiyath

Israel Folau, pemain rugby Australia. (dailytelegraph.com.au)

MIMBAR-RAKYAT.com (Melbourne) – Barangkali tidak begitu banyak orang yang siap dan rela mengorbankan setidaknya lima juta dolar Australia – sebanding 50 miliar rupiah – demi menjunjung keyakinan agama anutannya.

Namun bagi seorang pemain olahraga rugby Australia asal Polinesia, Israel Folau, yang ayahnya adalah seorang pendeta, ternyata keyakinanny jauh lebih penting dari karir yang telah memberikan dan niscaya akan terus memberikan pemasukan yang berlimpah sekiranya ia mau berkomnpromi mengenai keyakinannya.

Israel Folau beberapa waktu silam menandatangani kontrak dengan sebuah kelab rugby di Sydney,  Waratah.

Olahraga super keras ini sering dijuluki sebagai permainan kaum barbar, dan Israel Folau bukan saja andalan dalam kelabnya, ia juga merupakan bintang dalam Timnas Rugby Australia, yang memberikan pemasukan baginya jutaan dolar selama masa berlakunya kontrak tersebut, yakni empat tahun. Bukan itu saja, melainkan juga sebagai seorang pemain rugby yang terkemuka ia banyak meraup uang dari iklan.

Namun belum lama berselang, lewat media sosial Instagram, Israel Folau mengajak “para pemabuk, pezina, pengguna narkoba, dan orang-orang gay agar bertaubat demi menghindari neraka. Katanya,   Yesus maha pengasih.

Timbul kegemparan.

Kata seorang pengamat di Australia, sekiranya Israel Folau menuding seseorang yang membantah bahwa telah terjadi perubahan iklim, niscaya akan masuk neraka, sangat mungkin tidak akan ada yang terlalu peduli.

Namun menyebut “gay” akan masuk neraka adalah perbuatan yang nekad, karena, antara lain, di Australia tidak boleh ada diskriminasi atas dasar, antara lain, pilihan orientasi seksual.

Sebagaimana diketahui di Australia kini diakui keabsahan pernikahan antara sesama jenis kelamin. Ini terjadi sesudah mayoritas rakyat Australia dalam suatu referendum menghendaki agar dilakukan perubahan dalam undang-undang agar lebih adil terhadap LGBT.

Israel Folau diberi waktu dan kesempatan oleh pengelola rugby di Australia untuk mencabut peringatannya itu,  karena dianggap bertentangan dengan isi dari kontrak yang telah ditandatanganinya

Namun Israel Folau bersiteguh, karena, kata sebuah sumber, ayahnya yang pendeta, memperingatkannya kalau ia mencabut kembali peringatannya itu, maka niscaya ia akan masuk neraka.

Alhasil Israel Folau memilih untuk “tangan menyencang bahu memikul”, dan pihak pengelola rugby membatalkan kontraknya.

Isreal tidak tinggal diam

Israel Folau tidak tinggal diam. Dia memperkarakan pengelola rugby di Australia dan kabarnya menuntut ganti rugi 10 juta dolar.

Ia bersikeras bahwa postingan di Instagram itu adalah “pesan keagamaan” yang disertai dengan kasih, sebab dia berkewajiban menyampaikan firman Tuhan (sebagaimana disebut dalam Injil Matius dan Markus dalam Bible Perjanjian Baru).

Katanya lagi, pesan-pesan dukungan yang telah diterimanya sejak kontraknya dibatalkan menyadarkannya bahwa banyak rakyat Australia yang merasa hak mendasar mereka terus menerus terkikis.

“Seharusnya tidak boleh seorang penganut agama apa pun di Australia ini yang dipecat karena melaksanakan suruhan agamanya,” kata Israel Folau.

Kuasa hukumnya menjelaskan bahwa Israel Folau akan meminta kepada pengadilan agar menyatakan bahwa “jabatannya” (sebagai pemain rugby) telah dibatalkan secara tidak sah karena agamanya.

Di pihaknya pengelola rugby di Australia mengatakan, sebuah panel mandiri telah melakukan perembukan dan penelitian lebih dari seribu halaman bukti selama 22 jam sebelum sampai pada kesimpulan bahwa Israel Folau telah melanggar syarat-syarat yang tercantum dalam kontraknya.

Kasus ini sungguh sangat menarik karena menyangkut agama.

Di sebuah negara seperti Australia  yang mengaku menjamin kebebasan beragama, apakah boleh seorang penganut suatu agama kemudian mencemooh agama lain? Atau menyebut secara terbuka bahwa yang tidak meyakininya niscaya akan masuk neraka?

Israel Folau baru mengalamatkan peringatannya kepada “para pemabuk, pezina, pengguna narkoba, dan orang-orang gay agar bertaubat demi menghindari neraka.” Sekiranya dia mengalamatkan peringatannya itu kepada pemeluk agama lain, bagaimana?

Islam sangat tegas dalam hal ini (QS VI:108): Dan janganlah kamu memaki (sesembahan-sesembahan) yang mereka sembah selain Allah ….

Dan Islam menegaskan “agamamu untuk kamu dan agamaku untuk aku.” (QS 109:6).

Jelas akan menarik sekali apabila kasus Israel Folau ini nantinya sampai ke meja hijau di Australia: apakah keyakinan agama akan dimenangkan ataukah mereka yang “pemabuk, pezina, pengguna narkoba, dan orang-orang gay” punya hak yang tidak dapat diganggu-gugat selama mereka tidak melanggar hukum?

Jelas kasus Israel Folau ini banyak yang mendukung namun tidak sedikit pula yang menolaknya. Wallahu a’lam.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru