Monday, August 19, 2019
Home > Berita > Dari Pameran IMI-IIMS: Anak Selamat Sampai ke Sekolah

Dari Pameran IMI-IIMS: Anak Selamat Sampai ke Sekolah

Suasana pada stan IMI pada pamerah IIMS di Kemayoran, Jakarta, Senin.

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Suasana berbeda tampak di Booth Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016, yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 7-17 April 2016. 

Stan IMI itu biasanya dipadati pembalap atau  komunitas klub otomotif, tapi Senin dipenuhi anak sekolah.

Sebanyak 50 siswa dari SD Al-Fath Cirendeu yang mendatangi booth IMI itu bukan ingin menjadi pembalap apalagi membentuk klub otomotif, tetapi mendengarkan dongeng tentang cara menyeberang yang benar agar selamat sampai di tujuan.

Sekjen PP IMI Jeffery JP, menuturkan, setiap hari anak-anak pergi ke sekolah, tetapi tidak semuanya sampai di sekolah.

“Sebagian dari mereka tertabrak kendaraan saat menyeberang jalan. Ada yang cedera, tetapi tidak sedikit yang kehilangan nyawa.  Kondisi ini terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,” katanya.

Federation Internationale De L’Automobile (FIA) sebagai badan otomotif dunia, berinisiatif membuat kampanye global “A Safe Road to School” – yang akan dilakukan secara serentak di seluruh dunia pada Mei hingga Juli 2016.

Kampanye itu meliputi edukasi cara menyeberang jalan yang benar, membuat zona area sekolah agar pengguna jalan raya lebih berhati-hati serta mengajak lembaga pemerintah terkait untuk menegakkan aturan di jalan raya agar perlindungan terhadap pejalan kaki dan anak sekolah dapat dijaga dan ditingkatkan.

Di Indonesia, IMI akan melakukan edukasi di beberapa sekolah di Jakarta.

“Anak-anak diajarkan cara menyeberang yang aman dan selamat dengan cara praktek di jalan. Anak-anak juga diajarkan mengenal rambu lalu lintas. Agar cara menyeberang jalan lebih mudah melekat di dalam ingatan, anak-anak diajak untuk mengikuti lomba menggambar dan membuat jingle lagu cara menyeberang jalan yang benar. Peran orang tua juga dilibatkan melalui komunikasi interaktif melalui media sosial,” kata Jeffrey.

Suasana di stan IMI pada pamerah otomotif IIMS di Kemayoran, Senayan, Senin.
Suasana di stan IMI pada pamerah otomotif IIMS di Kemayoran, Senayan, Senin.
Stan IMI di pamerah IIMS 2016.
Stan IMI di pamerah IIMS 2016.

IMI - Road Safety5

Selain kampanye keselamatan untuk anak-anak, IMI juga menggelar kampanye keselamatan untuk pengguna jalan raya. Tingginya angka kecelakaan di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah karena perilaku mengemudi yang buruk.

“Perilaku ini bisa dilihat dengan mudah pada marka Yellow Box di persimpangan jalan. Di saat perempatan jalan sedang macet, para pengemudi selalu berusaha untuk maju dan menyerobot dan masuk ke kotak Yellow Box,” kata Jeffrey.

IMI bersama klub-klub otomotif akan melakukan kampanye simpatik dengan turun ke jalan, untuk  mengedukasi pengguna jalan mengenai arti Yellow Box.

Dengan memahami Yellow Box, kata Jeffrey, pengguna jalan diharapkan dapat memperbaiki perilaku  mengemudinya, patuh terhadap marka dan rambu sehingga tak hanya kemacetan yang bisa dikurangi  intensitasnya, tetapi yang lebih penting adalah keselamatan di jalan raya dapat ditingkatkan.

Program Yellow Box akan dimulai pada bulan Puasa mendatang, jelas Jeffrey, sekaligus menjadi program tanggung jawab sosial (social responsibility) IMI bersama klub-klub otomotif.

Bila biasanya bulan Puasa diisi dengan membagi-bagikan makanan untuk buka puasa atau makanan sahur kepada para petugas yang bertugas di jalan raya, kali ini diisi dengan cara mengedukasi pengguna jalan untuk memahami makna Yellow Box.

IMI - Road Safety1

“Pada aksi simpatik ini, kami juga akan mengingatkan pengemudi untuk selalu menggunakan sabuk keselamatan, penggunaan kursi bayi, helm dan larangan menggunakan telepon seluler,” ujar Jeffrey,  yang juga mantan navigator pada kejuaraan reli mobil nasional.

Program Yellow Box merupakan program kampanye keselamatan yang juga diinisasi oleh FIA, melalui kampanye FIA Action for Road Safety.

Program itu dilaksanakan oleh seluruh badan-badan otomotif yang menjadi anggota FIA di seluruh dunia sejak tahun 2011. Program A Safe Road to School merupakan salah satu bagian dari program FIA Action for Road Safety.

Data kecelakaan di Indonesia masih tergolong tinggi. Menurut catatan Kementerian Perhubungan (2014), sebanyak 29 orang meninggal dunia di jalan raya dan 80 ribu lainnya mengelamai cedera atau cacat.

“Berarti 80 orang meninggal setiap hari atau satu orang setiap 20 menit. Data itu juga menunjukkan bahwa kecelakaan di jalan raya masih menjadi penyebab utama kematian bagi anak-anak dan kaum muda produktif berusia 5-29 tahun,” jelas Jeffrey.

Sekjen IMI Jeffrey JP. (arl)
Sekjen IMI Jeffrey JP. (arl)

Kepolisian Republik Indonesia menargetkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen dalam waktu 10 tahun.

Target itu sejalan dengan program “Decade of Action for Road Safety” yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai Maret 2010. IMI bersama klub-klub otomotif akan berpartisipasi dalam membantu pemerintah yang berkeinginan menekan angka kecelakaan lalu lintas.  (SP/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru