Tuesday, November 19, 2019
Home > Berita > Dari Buriram ke Sepang Menuju F2 Oleh A.R. Loebis

Dari Buriram ke Sepang Menuju F2 Oleh A.R. Loebis

Sean Gelael dengan mobil Le Mans Asia. (seangp.com)

* The will to win is worthless if you do not have the will to prepare* (moto Carlin Academy)

Sebelum melakukan konsentrasi total ke ajang lomba Formula Dua (F2) 2016, Sean Gelael melakukan pemanasan pada dua putaran kejuaraan Le Mans Asia di Thailand dan Malaysia.

Laga 2016 diawali pebalap muda 19 tahun itu di Sirkuit Buriram, Thailand, 8-10 Januari dan dua pekan berikutnya di Sepang, keduanya merupakan lomba ketahanan Le Mans Asia.

Setelah itu, Sean akan berlomba di ajang laga Formula 2 (F2) – merupakan nama baru bagi GP2, tempat Rio Haryanto membalap selama empat musim,- dan pernah juga diikuti Sean sebanyak empat putaran pada 2015.

Sean menggantikan kursi Rio di kokpit mobil tim Campos, dalam usahanya menapak tangga sebagai jenjang paling tinggi menuju laga Formula Satu.

Bila dalam dua musim mendatang Sean terus berlaga di F2, maka dalam usia 21 tahun ia diharapkan dapat naik ke jenjang F1. Sedangkan Rio, bila jadi berlaga di F1 musim ini, akan menjadi pebalap Indonesia pertama mengikuti ajang lomba terdahsyat di sirkuit muka bumi ini – tepat pada saat ia berusia 21 tahun.

Apa kunci keberhasilan seorang atlet? Memiliki “passion”, semangat pantang   menyerah, latihan dan tanding berkelanjutan. Tanding atau lomba merupakan soko   guru kompetisi dan Sean sudah menjalaninya dalam beberapa musim ini.

Usai melakoni perlombaan Formula Renault 3.5 pada 2014-2015, Sean pada medio Desember lalu tampil menjanjikan dalam sesi uji coba mobil Le Mans Seri Asia bersama tim Jagonya Ayam with Eurasia di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.

Ia mampu beradaptasi terhadap karakter sirkuit dan mobil dengan menorehkan waktu terbaik satu menit 59,2 detik.

Catatan itu hanya 0,5 detik lebih lambat dari waktu tercepat tim Algarve Pro Racing saat meraih posisi start terdepan pada seri kedua Le Mans Asia di Sepang bulan sebelumnya. Pencapaian itu mengangkat rasa percaya diri Sean yang menargetkan juara pada dua seri terakhir Le Mans Asia bulan depan.

“Saya merasa cukup kompetitif selama empat sesi uji coba mobil. Cuaca yang cukup bersahabat membuat tim bisa mencoba berbagai setelan dengan relatif lancar,” ungkap pebalap yang melakukan test empat jam sekitar 600 kilometer itu.

LMP2 yang akan dinaiki Sean Gelael dalam ajang laga Le Mans Asia di Thailand dan Malaysia, Januari 2016.
LMP2 yang akan dinaiki Sean Gelael dalam ajang laga Le Mans Asia di Thailand dan Malaysia, Januari 2016.

Le Mans  Asia merupakan turunan dari ajang balap lomba ketahanan Le Mans Eropa 24 jam dan FIA World Endurance Championship. Le Mans Asia hanya berlangsung empat seri, pertama di Sirkuit Fuji Speedway Oyama Jepang (Oktober 2015) dan seri kedua diadakan di Sepang November. Pada Le Mans seri Asia, pebalap akan beradu cepat selama tiga jam dan mengemudi secara bergantian.

Sean akan tampil di Thailand mengendarai Oreca 03 Nissan LMP2, sejenis yang pernah diturunkan Eurasia pada kejuaraan Le Mans Eropa pada tahun lalu. Ia turun bersama rekan lamanya, Antonio Giovinazzi, yang pernah memenangi kejuaraan Formula Pilota pada 2012 dan Sean juga memenangi  salah satu putaran lomba itu.

Tim Eurasia kali ini akan menurunkan dua kendaraan LMP2 pada Le Mans Asia, satu bernomor sembilan (9) #9 Jagony Ayam”  dan lainnya #99 Oreca 03R Nissan” yang dikendarai  Richard Bradley dan William Lok.

LMP2 yang akan dinaiki Sean berbobot 900kg, dengan panjang max 4650mm (termasuk rear wing) dan lebar max 2000mm. Dengan tinggi maksimal 1030 mm,  casis monokok carbon, mobil ini memiliki delapan silinder dengan kapasitas 5000 CC.

Ketika Sean menggenjot mobil Formula Renault 3.5 bermesin V8 dan kekuatan 530 daya kuda, ia mengatakan “lebih berat” dibanding Formula 3 yang dinaikinya dua musim sebelumnya, sedangkan kapasitas mesin adalah 3500 CC dan sistem transmisi gigi semi otomatis.

Bila dibandingkan dengan dimensi mobil GP2 yang panjangnya 5065mm, lebar 1800mm dan bobot 688 kg (pebalap dalam kokpit), maka mobil LMP2 kelihatan lebih besar secara fisik, tetapi mobil GP2 bermesin V8 dengan empat silinder berdaya 450 tenaga kuda itu dapat melaju lebih cepat. Kecepatan melesatnya 330 km per jam.

Usai melakukan testing GP2 bersama tim Campos di Sepang, Sean mengatakan, “Saya perlu mengikuti kejuaraan secara rutin. Ini penting, karena saya harus menjaga konsentrasi, konsistensi dan feel terhadap balapan.”

Konsistensi Sean terlihat ketika melakoni test GP2 di Yas Marina, Abu Dhabi, saat ia  mengukir waktu yang kompetitif, saat ia melakukan adu cepat dengan kisaran satu menit 49 detik.

Dengan torehan itu, selisih waktu Sean dengan sejumlah pebalap berpengalaman pun rata-rata hanya satu detik. Pada hari terakhir latihan 4 Desember, uji coba tak lagi difokuskan pada setelan mesin, tetapi lebih pada penyempurnaan detil mobil yang disesuaikan dengan gaya mengemudi Sean.

“Perlahan-lahan, saya mulai mengerti karakter mobil GP2. Kini tinggal mengatur setelan beberapa bagian mobil, seperti suspensi, sudut kemiringan (camber) roda, dan aerodinamika yang pas dengan gaya mengemudi saya,” ungkap Sean.

Rekan setim Sean dalam laga GP2 2016, Mitch Evans peringkat kelima GP2 musim lalu,  memberi komentar, “Sean punya potensi dan seiring bertambahnya pengalaman membalap, kemampuannya akan terus meningkat.”

Direktur Teknik Campos Racing, Philippe Gautheron, mengemukakan, Sean perlahan-lahan mulai memahami gaya membalap mobil GP2 dan semakin menyatu dengan kinerja mobil.

“Secara garis besar, Sean menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dengan sedikit perbaikan teknik membalap, ia bisa meraih hasil yang lebih baik lagi di hari terakhir latihan,” ujar Gautheron.

Seperti moto Carlin Academy itu, “Keinginan tidak ada artinya bila tidak ada keinginan untuk mempersiapkan diri”.

Sean Gelael saat ini sedang mempersiapkan diri menuju ajang lomba F1.

Ia memiliki keinginan untuk terus bersiap dan ia bersama ratusan calon pebalap F1 lainnya merupakan “Tomorrow’s F1 Star Today”.

Nah, Dewi Fortuna berpihak kepada siapa?  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru