Wednesday, June 20, 2018
Home > Cerita > Dalam Kesendirian Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Dalam Kesendirian Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Ilustrasi - Dalam Kesendirian. (rebanas.com)

Hati ini terenyuh
dada makin terasa berat
air mata tak lagi terbendung
akhirnya cair menggenang
isyak pun pecah
membelah kesunyian malam

hanya aku dan Engkau
seperti ada jalur khusus
membentang ke atas, lurus
seperti jalan tanpa hambatan
tidak ada halangan
tak ada bunyi-bunyian
bebas dari hingga bingar

dalam kesunyian malam
menjelang pagi, sepi
belum ada kokok ayam
suara cicak pun menghilang
hati semakin tertuju pada Mu
sosok ini terasa makin kecil
tak berdaya, tak kuasa
tenggelam di kesunyian

pahala dan dosa terbayang
jalan salah pun terkenang
kebaikan dan keburukan teringat
potret hidup hadir silih berganti
pintu taubat pun dimanfaatkan
berharap terbuka pintu maaf Mu
ampunan menuju jalan lurus
somoga kesalahan tak terulang

di keheningan malam
dalam kesendirian, sunyi
hanya pada Mu aku mengadu
pada Mu aku bertutur
memohon rahmat dan hidayah Mu
tunjukkan aku jalan yang benar

dalam kesendirian
di tengah kesunyian malam
kepada Mu hamba mengadu
mohon perlindungan
tunjukkan hamba kebenaran
jauhkan dari jalan setan

***
*Surabaya, 270418

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru