Sunday, February 23, 2020
Home > Berita > Daftar lengkap pemenang Anugerah Pulitzer 2018

Daftar lengkap pemenang Anugerah Pulitzer 2018

Anugerah seksi drama Pulitzer 2018. (backstage.com)

11. Tulisan editorial: Andie Dominick dari The Des Moines Register
Dominick menang untuk tulisan konsekuensi dari privatisasi Medicaid Iowa, serta tantangan perawatan kesehatan yang lebih luas yang meningkat untuk warga Iowa biasa, “dengan suara yang jelas, marah, bebas dari klise atau sentimentalitas.”

12. Editorial kartun: Jake Halpern, penulis lepas, and Michael Sloan, kartunis lepas, The New York Times
Dalam “Welcome to the New World,” Halpern dan Sloan menceritakan kisah keluarga dua saudara laki-laki asal Suriah, Jamil dan Ammar, datang ke Amerika Serikat pada 8 November 2016 – hari pemilihan Presiden AS.

Seri komik nonfiksi 20-bagian tersebut memberikan penggambaran yang jelas dan sering kali mengerikan tentang pengalaman pengungsi modern di Amerika Serikat. Seri ini didasarkan pada wawancara selama berbulan-bulan.

13. Foto Breaking News: Ryan Kelly dari The Daily Progress, Charlottesville, Va.
Kelly (31) diakui untuk kerjanya yang cepat dan tepat selama unjuk rasa nasionalis putih pada bulan Agustus di Charlottesville, Va., di mana dia memotret sebuah mobil yang membajak kerumunan orang yang memprotes pertemuan tersebut.

Seorang wanita meninggal dan 16 orang lainnya terluka. Ini adalah tugas akhir Kelly sebagai staf fotografer untuk The Daily Progress. Dia kini tinggal di Richmond, Va., sebagi seorang fotografer lepas.

14. Foto Feature: Staf foto Reuters
Reuters memenangkan penghargaan untuk “foto-foto yang mengejutkan” para pengungsi Rohingya saat mereka melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar untuk mencapai perbatasan Bangladesh.

“Semua bakat yang kami miliki kami arahkan ke cerita ini karena ini adalah kisah yang sangat penting untuk diketahui dunia,” kata Ahmad Maood, editor foto Reuters.

Maood menugaskan lebih dari selusin fotografer dari seluruh dunia untuk meliput perjuangan Rohingya secara bergiliran — mencatat ribuan pengungsi yang melintasi perbatasan melalui darat dan laut.

15. Fiksi: “Less,” oleh Andrew Sean Greer
Tokoh protagonis novel Greer adalah Arthur Less, seorang novelis di ambang usia 50 tahun yang, merasakan penghinaan terhadap hidup dan karier, dengan enggan menerima undangan untuk serangkaian peristiwa sastra yang membawa bencana.

Perjalanannya, penuh dengan kejadian lucu dan pedih, membawanya ke New York, Paris, Berlin, Maroko, India selatan dan Kyoto, Jepang.

Greer (47) adalah penulis enam karya fiksi, termasuk “The Confessions of Max Tivoli” dan “The Story of a Marriage.”

16. Drama: “Cost of Living,” oleh Martyna Majok
Majok, 33, seorang imigran Polandia yang melihat pertunjukan teater pertamanya pada usia 17 tahun.

Awalnya dia menulis ini sebagai karya singkat yang disebut “John, Who’s Here From Cambridge.” Namun, kemudian berevolusi membuka Broadway di Manhattan Theatre Club Juni lalu.

Drama tersebut menerima pujian karena potret mencoloknya tentang hambatan yang datang dengan memiliki cacat fisik dalam berbagai bentuk dan hak istimewa yang ada di tempat-tempat yang tidak terduga.

17. Sejarah: “The Gulf: The Making of an American Sea,” oleh Jack E. Davis
Teluk Meksiko adalah teluk terbesar ke-sepuluh di dunia. Namun, tidak ada sejarah yang komprehensif hingga Davis menelusuri sejarahnya dari Pleistocene hingga saat ini.

Davis (61) seorang profesor di University of Florida mengatakan bahwa bencana Deepwater Horizon tahun 2010 telah membantu membentuk misinya: untuk mengembalikan “identitas sejati dari teluk tersebut.”

18. Biografi: “Prairie Fires: The American Dreams of Laura Ingalls Wilder,” oleh Caroline Fraser
Fraser (57) memenangkan penghargaan untuk “profil yang ditulis secara elegan dan diteliti secara mendalam” yang menunjukkan bagaimana Wilder, penulis buku Little House on the Prairie, “mengubah kisah keluarganya tentang kemiskinan, kegagalan, dan perjuangan menjadi kisah yang menegangkan dari kemandirian, kasih sayang dan ketekunan keluarga.”

19. Puisi: “Half-light: Collected Poems 1965-2016,” oleh Frank Bidart
“Half-light” juga memenangkan Penghargaan Buku Nasional, dan Bidart (73) melihat penghargaan-penghargaan tersebut sebagai pengesahan atas karirnya yang panjang.

20. Non-fiksi: “Locking Up Our Own: Crime and Punishment in Black America,” oleh James Forman Jr.
Buku Forman tersebut menunjukkan cara bagaimana respons real-time terhadap krisis di komunitas kulit hitam yang dimulai pada akhir 1960-an secara tidak sengaja membantu mengarah pada penahanan massal.

Forman (50) membutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk meneliti buku itu. Dia adalah seorang profesor di Yale Law School.

21. Musik: “DAMN.,” oleh Kendrick Lamar
Lamar (30) dari Compton, California, adalah pemenang pertama dari kategori musik yang tidak menghasilkan musik klasik atau jazz — dan tentu saja rapper pertama.

LP ke-4 Lamar tersebut menduduki puncak tangga lagu sekaligus menyampaikan isu pribadi dan politik yang dialaminya, termasuk ras, keyakinan dan beban kesuksesan komersial.

Dewan Pulitzer menyebutnya sebagai “koleksi lagu virtuoso yang disatukan oleh keaslian vernakular dan dinamisme ritmik yang menangkap kompleksitas kehidupan Afrika-Amerika modern.”  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru