Sunday, September 15, 2019
Home > Berita > Cuaca Panas Terus Berlanjut di Jeddah dan Sejumlah Wilayah

Cuaca Panas Terus Berlanjut di Jeddah dan Sejumlah Wilayah

Mimbar—rakyat.com (Jeddah) – Cuaca panas diprakirakan akan terus berlanjut di Jeddah, Arab Saudi. Hari ini, Rabu (26/6) cuaca di kota itu memang sudah turun menjadi 37 C pada siang hari dan 29 C , serta Kamis (27/6) besok 37 C, namun ke depan cuaca panas diperkirakan masih terus berlanjut.

Mengutip Saudi Gazette, cuaca di Jeddah dan sekitarnya beberapa hari lalu sempat mengalami panas yang amat sangat. Cuaca yang sangat panas dimulai di Jeddah pada hari Jumat lalu dan akan diprediksi berlanjut selama. Demikian menurut ahli klimatologi setempat.

Temperatur Jumat lalu itu mencapai hampir 50 derajat Celcius di Jeddah dan banyak bagian lain di Arab Saudi.

Ayman Ghulam, ketua Otoritas Umum untuk Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan, mengkonfirmasi bahwa panas di Jeddah memang sempat melonjak hingga hampir 50 derajat Celcius pada hari Jumat. Menurut dia itu adalah suhu tertinggi yang tercatat di kota itu dalam sembilan tahun.

Ghulam mengatakan cuaca akan berfluktuasi antara sangat panas dan panas selama seluruh musim panas, yang dimulai sejak 1 Juni dan akan berlanjut hingga akhir Agustus. Cuaca panas disebabkan oleh angin timur yang dihasilkan dari depresi musiman.

Hari Jumat lalu, menurut dia, bukanlah hari terpanas di Jeddah sampai, karena sehuhu mencapai 52 derajat Celcius pernah terjadi pada musim panas 2010.

Juru bicara otoritas Hussain Al-Qahtani mengatakan, suhu Jumat lalu juga tercatat 48 derajat Celcius di Bandara Internasional King Abdulaziz, 49 derajat Celcius di gedung utama otoritas di Jeddah, 43 derajat Celcius di Yanbu dan 47 derajat Celcius di Arafat, Makkah.

Suhu tinggi disertai oleh angin yang sangat panas, membuat banyak penduduk kota pantai Laut Merah sakit dan kelelahan.

Abdulaziz Al-Hossaini, seorang ahli iklim dan peneliti cuaca, mengatakan, Jeddah mengalami suhu panas beberapa hari terakhir memang cukup mengkhawatirkan.

Sedang Ali Al-Harbi, pakar iklim lainnya, mengatakan cuaca panas di provinsi Makkah dan daerah pinggirannya disebabkan oleh variasi tekanan permukaan antara wilayah tengah dan barat Kerajaan Arab Saudi.***sumber Saudi Gazette, Google.(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru