Monday, July 06, 2020
Home > Berita > Cina Luncurkan Kapal Induk Baru, Tingkatkan Kehadiran Militer

Cina Luncurkan Kapal Induk Baru, Tingkatkan Kehadiran Militer

Kapal induk Cina pertama, Liaoning, adalah kapal Soviet yang diperbaharui. (Foto:BBC)

Kapal induk Cina pertama, Liaoning, adalah kapal Soviet yang diperbaharui. (Foto:BBC)

Mimbar-Rakyat.com (Beijing) – Cina telah meluncurkan kapal induk baru. Kapal perang itu mengangkat gairah militernya di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Asia terkait uji coba roket yang dilakukan Korea Utara, beberapa waktu lalu.

Kapal itu adalah kapal induk kedua Cina, setelah Liaoning, dan yang pertama dibuat di dalam negeri. BBC News melaporkan, media pemerintah memberitakan  bahwa kapal yang tidak disebutkan namanya itu “dipindahkan dari dermaga kering ke dalam air” di pelabuhan Dalian, timur laut. Laporan sebelumnya menyebutkan kapal tersebut akan beroperasi tahun 2020.

Peluncuran terjadi di tengah retorika yang memanas antara AS dan Korea Utara dalam beberapa hari ini. Cina sebelumnya hanya memiliki satu kapal induk operasional, yaitu Liaoning, kapal buatan Soviet yang dibeli dari Ukraina. Ada juga isu, peluncuran ada hubungannya dengan  klaim teritorial di Laut Cina Selatan.

AS telah mengerahkan kapal perang dan kapal selam ke semenanjung Korea, yang memicu reaksi marah dari Korea Utara. Cina dianggap bertanggung jawab atas uji coba peluncuran rudal Korea Utara.

Kapal induk baru tersebut akan membawa jet tempur Shenyang J-15, namun dianggap oleh banyak pengamat militer, seperti dilaporkan BBC, secara teknologi lebih rendah dari yang digunakan oleh angkatan laut Amerika Serikat.

Kapal baru itu disebut-sebut sebagai upgrade (tiruan) signifikan dari Liaoning, yang dibangun lebih dari 25 tahun yang lalu dan merupakan kapal yang diperbaharui dari zaman Uni Soviet. Cina telah memodernisasi angkatan bersenjatanya baru-baru ini saat ekonominya berkembang.

Pada bulan Maret lalu Cina mengumumkan akan meningkatkan anggaran militer sekitar 7% tahun ini. Pengeluaran militer Cina akan menjadi sekitar 1,3% dari PDB yang diproyeksikan di negara itu pada 2017.

Sementara AS menghabiskan sekitar 3% dari output ekonominya pada militer – dan ekonomi AS lebih besar, sehingga perbedaan nilai dolar sangat besar. Presiden AS Donald Trump juga mengusulkan peningkatan anggaran militer sebesar 10%.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru